![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
James menoleh ke arah sofia dengan wajah bingungnya.
“Baik mbak!!” ucap sofia kepada penjaga toko itu dengan senyuman manis.
Lalu setelah pegawai itu pergi, sofia menoleh ke arah james dengan sedikit ekspresi yang tidak enak.
“Since we've tried ... then we should buy everything we try (karena kita sudah mencobanya ... maka kita harus membeli semuanya yang kita coba).” ucap sofia.
“Apa kau punya uang, jika uangmu hampir habis, tidak apa, pakai uangku saja.” lanjut sofia.
James tersenyum mencubit hidung sofia hingga sedikit memerah, lalu melepaskannya lagi.
“Aku saja yang membayar, jangan khawatir, tabunganku masih banyak!!” balas james tersenyum.
Mereka menuju kasir dan membayar semua barang-barang tadi, karena barang sudah di beli, sofia ingin james memakai topi dan kacamata itu, begitu juga dengannya yang juga akan memakainya. Selama perjalanan pulang banyak sekali orang yang memandangi mereka berdua. Tiba-tiba kim hyena menelfon sofia saat sedang berada di dalam bis.
“Hai, apa kabar?” sapa kim hyena.
“Baik! bagaimana kabarmu dan kakak kim leonard?” tanya balik sofia.
“Baik! oiya bagaimana hubungan mu dengan jam ...” belum sempat habis bicara, sinyal mereka menghilang.
“Halo, halo.” ucap sofia sadar kalau tidak ada sinyal.
Setelah itu mereka berdua melanjutkan bermesraan di dalam bis, hingga sampai di rumah sofia.
Seperti yang di bisikan sofia kepada james, dia ingin mengatakan tentang hubungan mereka kepada keluarganya. James sangat senang dengan keputusan sofia, meski baru saja jadian tapi mereka sudah tidak sabar ingin melanjutkan hubungannya lebih dalam lagi dengan cara menikah.
Sebelum pulang sofia sudah menelfon kakak nya untuk menyuruhnya dan kedua orang tuanya berkumpul di ruang tamu. Sampainya sofia pulang bersama james, mereka bersalaman kepada orang tua sofia lalu duduk bersama di sofa.
“Aku ingin bilang, kalau aku sudah berpacaran dengan james, hanya itu saja! aku tidak mau menutupi hubungan kami kepada kalian, terutama kepada ibu dan ayah!” jelas sofia.
Ibu dan ayah sofia tidak keberatan dengan itu, karena mereka juga sudah tahu perilaku dan sifat james. Begitu juga dengan kakak nya yang kini ikut senang mendengar adiknya sudah mulai jatuh cinta pada seseorang.
“Saya berjanji tidak akan menyakiti atau membuat sofia menangis.” ucap james menggunakan bahasa inggris dengan terjemahan pesan suara. Sama seperti sofia dulu saat ingin mendengar cerita dari bibi channa.
“Tunggu apa lagi, nikah kan saja mereka! lebih cepat lebih baik!” kata kakaknya yang membuat sofia malu. Sedangkan james berusaha menterjemahkan nya.
“Kalau itu terserah sofia dan juga james saja!” balas ayahnya.
“We will think about it (kami akan pikirkan)!” balas james tersenyum.
***
Di kediaman xiang men, kevin tengah curhat kepada kakak nya naina di dalam kamar kevin, ini kali pertama nya bagi kevin yang ingin menceritakan isi hatinya kepada kakaknya.
“Aku mencintai sofia!” ucap kevin mengatakan nya dengan malu-malu.
Naina tersenyum karena melihat telinga adiknya yang memerah dari belakang. yang tadinya naina duduk kini berdiri menghadap ke arah kevin.
“Kau sudah dewasa, kakak tahu dari awal kalau adikku tengah jatuh cinta pada penulis sofia! apa kau sudah mengatakan isi hatimu itu kepadanya?” tanya naina.
“Belum, aku masih takut jika dia menolak ku.” jawab kevin.
Kevin masih terdiam, dia tahu dari mata sofia dia melihat kebahagiaan saat bersama james, kevin merasa kalau sofia akan lebih memilih james dari pada dia. Melihat kevin melamun, naina menyadarkan nya dengan menepuk lengan kevin hingga dia tersadar kembali.
“Tidak kak, aku akan menunggu waktu yang tepat!” ucap kevin, naina hanya bisa menurut saja karena itu masalah pribadi kevin.
DEG, kevin menahan rasa sakit nya karena naina masih ada bersamanya, dia tidak ingin keluarganya tahu. Naina tersenyum pamit pergi ke kamarnya saat kakaknya sudah pergi fan menutup pintu kamar kevin, kevin yang tadinya berdiri langsung duduk di kasur empuknya sambil memegang dadanya yang mulai terasa sakit lagi.
***
“Ayo makanlah yang banyak, supaya kau tetap sehat!” pinta ibu sofia yang menyuapi james.
James tersentuh mengingat akan perlakuan ibunya yang sama dengan ibu sofia saat ini, dia merasa kalau ibu nya kembali lagi, tidak terasa air mata menetes, merasa air matanya tengah menetes, james langsung mengusapnya.
“Bibi tahu datangnya air matamu itu karena kau merindukan ibumu kan! anggap saja bibi adalah ibumu, kau boleh memanggilku ibu! lagipun kau akan menjadi menantuku!” ucap ibu sofia yang menggunakan terjemahan.
“Mom (ibu)!” ucap james tersenyum tipis. begitu juga ibu sofia yang terlihat sangat menyayangi james seperti anak sendiri.
Jam kini menunjukan tengah malam, sofia mengantar james sampai di luar rumah. Mereka masih melihat satu sama lain dengan senyuman masing-masing. Tidak lama james mengeluarkan sebuah cincin di saku celananya dan menunjukan nya kepada sofia. Seketika sofia terkejut juga senang melihat cincin itu, james meraih tangan sofia dan memasangkan nya di jari manis sofia.
“Ini indah sekali! tapi kenapa kau membelinya?” tanya sofia.
“Aku hanya ingin saja membelikanmu cincin itu, dan itu cocok di jari manismu kan.” jawab james tersenyum.
Sofia memeluk james dan pelukannya di balas oleh kekasihnya itu. Selesai berpelukan james mencium kedua jari telunjuk dan tengah miliknya lalu di berikannya ke pipi sofia.
“Just a polite kiss (hanya ciuman sopan)!” ucap james pamit pergi. sofia tersenyum melihat james perlahan pergi menjauh. lalu ia kembali memandangi cincin itu.
***
Sampai di hotel ternyata james dan jigs tinggal bersama selama mereka ada di indonesia. James melihat jigs masih sibuk mengetik ponselnya sampai tidak sadar akan kedatangan temannya.
“Im Ernst, mit wem (serius sekali, dengan siapa)?” tanya james sambil berganti pakaian.
“Dengan kekasihku putri!” jawab jigs tersenyum.
Selesai berganti baju, james melompat ke tempat tidur di mana jigs duduk di sana.
“Memangnya kau sudah kenal dengan keluarga putri?” tanya james. jigs mengangguk pelan kepalanya.
“Lalu kau sudah memperkenalkan putri kepada kuargamu?” tanya james lagi.
“Sudah, tapi lewat vidio call! mereka suka dengan putri!” jawab jigs senang sekali.
James membaringkan tubuhnya di atas temlat tidur dengan kedua tangan di lipat di belakang kepalanya. jigs menoleh saat milihat temannya tengah berbaring.
“Bagaimana denganmu dan sofia?” tanya jigs.
“Ya begitulah!” jawab james.
“Putri pernah cerita padaku, katanya ada satu pria yang juga menyukai sofia kalau tidak salah namanya kevin, apa itu benar?” tanya jigs yang masih sibuk dengan ponselnya.
James terdiam setelah mendengar pertanyaan itu dari jigs, dia teringat dengan penyakit kevin, meski saat bertemu mereka selalu tidak cocok, tapi james masih merasa kasihan melihat keadaan kevin saat ini. James menghembuskan nafas panjang dan perlahan menutup matanya.