![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Saat berbaring, sofia menatap ke dinding atas kamarnya, ucapan putri masih tidak bisa hilang di pikirannya.
“Sudah! aku bilang sudah yah sudah... haish... menyebalkan sekali.” Gumam sofia kesal sendiri.
***
Kakak Naina yang sedang asik duduk membaca buku, matanya melirik ke arah kevin yang baru saja tiba dengan wajah kurang semangatnya, bukannya menyapa kakaknya kevin malah hendak ke kamarnya.
“Ya... ! kau tidak melihat aku ada sini?” teriak kakaknya. Seketika kevin berhenti dan menoleh ke arah Naina.
“Kau itu kenapa? selalu saja ... !” ucap kakak Naina.
Kevin berpikir mungkin kakaknya bisa membantunya saat ini, kevin tersenyum menghampiri kakaknya yang masih duduk di kursi, lalu dia kevin duduk di lantai tepat di hadapan kakaknya sambil memegang kedua tangan kakaknya itu. “Kakakku sayang kau bisa membantuku?” tanya kevin manis membuat Naina geli. Naina melepaskan tangan kevin, dan menatapnya dengan penuh penasaran dan ke geliannya. “Kau ini kenapa? jangan seperti itu, aku jadi merasa geli melihatmu!” ucap Naina. Kevin menghela nafasnya dan berdiri dengan tatapan seperti biasa, setelah mendengar kakaknya bicara seperti itu.
“Beri tahu aku, jika kau marah, aku harus memberimu apa? supaya kau bisa memaafkan ku?” tanya kevin terus terang.
“Memang kenapa?” tanya Naina masih heran, tidak lama Naina kini faham dan mulai menyipitkan matanya dengan senyuman yang seperti menggoda.
“Apa orang yang kau cintai marah padamu?” goda Naina tersenyum, tebakan Naina adalah sofia.
“Sudah katakan saja!” jawab kevin memaksa.
“Em... jika aku marah, kau cukup meminta maaf saja!” jawab Naina.
“Hanya itu?” tanya kevin masih tidak puas.
“Ah... bagaimana kalau kau buat kejutan ucapan maaf saja, pasti sofia suka!” ucap kakaknya. Kevin mengangguk, dan tersadar dengan nama yang diucapkan oleh kakaknya barusan.
“Apa maksudnya sofia? ini bukan untuk sofia!” kata kevin.
“Ya.. aku tahu, aku tahu!” balas naina tersenyum. Setelah mendapat ide itu, kevin segera masuk ke kamarnya dan memikirkan kejutan yang akan dibuatnya untuk sofia.
“Dasar! bilang saja kalau kau suka dengannya!! kenapa aku bisa memiliki adik sepertinya?” gumam naina heran.
***
Di apartemen, james juga berpikir kejutan apa yang akan dia berikan pada sofia agar sofia bisa memaafkannya. “Very beautiful.. (indah sekali)!” sekilas james mengingat ucapan sofia saat berada di jerman. Sofia suka dengan pemandangan indah dimatanya, akhirnya james menemukan ide untuk membuat kejutan yang akan diberikan nya kepada sofia.
***
Esoknya, sofia kembali dengan aktivitasnya yaitu menulis novel milik kevin, dan sesekali menggambar juga, untuk menghilangkan rasa bosan dan bingungnya.
(Aku melukiskan gambar yang bagus untuk hidupku sebagai kenyamanan.)
Seharian sofia tidak keluar rumah, karena mood nya saat ini masih tidak enak, hingga malam tiba, waktunya bagi sofia tidur malam, karena jam sudah menunjukan puku 11:00 malam. Semua keluarga sofia sudah tertidur, kini hanya sofia yang masih belum tidur, saat hendak menutup mata, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahnya dan membuat sofia kesal.
“Apa orang itu tidak tahu kalau ini sudah larut malam.” Kesal sofia turun dan membuka pintu rumahnya.
Saat pintu sudah terbuka, sofia tidak melihat adanya orang, melainkan banyak bunga mawar yang tergeletak di depan pintunya. Sofia meraih bunga mawar itu dengan perasaan bingungnya, perlahan dia keluar dan di luar juga ada bunga mawar, seolah mawar itu menunjukan arahnya untuk datang kepada seseorang. Satu demi satu sofia meraih mawar-mawar itu, hingga sampai di tempat terakhir, yaitu mobil yang ia kenal, tapi herannya mobil itu penuh dengan hiasan romantis.
“Bukankah ini mobil kevin? aku tahu.” Batin sofia yang sudah tahu bahwa ini semua pasti untuk ucapan maaf nya.
Sofia melihat depan mobil kevin yang ternyata ada tulisan ‘aku minta maaf’, dari belakang kevin sudah bersiap dengan membawa setangkai bunga mawar putih, sedangkan yang dibawa sofia semua mawar berwarna merah. Merasa ada seseorang, sofia menoleh ke belakang dan benar, dia melihat adanya kevin di belakangnya.
“Maaf kan aku! aku tahu dengan melakukan ini, seperti kekanak-kanakan.” Ucap kevin.
“Jika kau masih marah, maka buanglah bunga yang kau pegang di tanganmu! tapi jika kau menerima maafku, maka ambilah mawar berwarna putih ini ditanganku!” lanjut kevin.
“Maaf!” ucap kevin melepaskan pelukannya.
“Bersihkan mobilmu dan kembalilah pulang! aku akan pulang, ini sudah malam! jadi selamat malam!!” ucap sofia yang langsung berjalan pergi sambil tersenyum.
“Tunggu, aku ingin mengajakmu keluar besok! jadi, besok malam aku akan menunggumu di sini!” ucap kevin, sofia tersenyum dan kembali berjalan.
Entah karena pelukan tadi atau karena kejutan dari kevin, kevin masih merasa bahagia, dia mendengarkan ucapan sofia untuk membersihkan mobilnya dan segera pulang. Sofia yang sudah masuk di dalam rumah, dia menghirup wangi dari bunga-bunga mawar yang masih ia pegang di tangannya, banyak sekali kevin memberi bunganya.
“Lalu aku apakan bunga sebanyak ini?” ucap sofia. Akhirnya sofia memilih merawat bunga-bunga itu dan di masukannya ke vas bunga untuk menghiasi rumah sederhananya itu.
***
Paginya, saat sofia sarapan ibunya menanyai tentang bunga tersebut yang ia letakan di dapur dan ruang tamu, serta kamar tidurnya sendiri.
“Bunga mawar dari siapa?” tabya ibunya.
“Dari kevin!” jawab sofia datar. Senyuman mengembang di wajah ibu, ayah dan kakaknya. “Apa kalian pacaran?” tanya ibunya. “Tidak, itu hanya permintaan maaf!” jelas sofia. Lalu ibu sofia mengingat teman pria satunya lagi, yaitu james.
“Bagaiman dengan teman tampan mu yang dari jerman itu? siapa.. james?” tanya ibunya yang masih penasaran. Sofia baru ingat, jika kevin melakukan kejutan, apa james juga melakukannya.
“Aku tidak tahu.. !” jawab sofia sedikit gugup, sambil makan sofia juga memikirkan bagaiman james saat ini.
***
Kini bulan kembali menyinari bumi, tapi saat ini bintang tidak ada, sepertinya akan turun hujan. DERTT.. DERTT.. Sofia mengangkat telfon yang kini berbunyi, dia melihat bahwa ternyata itu dari james.
“Ada apa?” tanya sofia menggunakan bahasa inggris.
“Ada kejutan untukmu! datanglah di hotelku jam 20:00 malam! ada yang ingin aku sampaikan padamu!” jawab james. Belum apa-apa hati sofia sudah gugup, dan rasa penasarannya mulai tidak sabaran.
“Apa itu?” tanya sofia.
“Datang saja!” pinta james, lalu james mengakhiri sambungan telfon mereka.
.....................
TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MEMBACA MEMORY [INGATAN] 🙏💞
JANGAN LUPA.
• LIKE👍
• COMENT💬
• VOTE❤️
• RATE ⭐ LIMA
• DAN MASUKKAN KE FAVORIT KALIAN😘
LAIN KALI, SAYA AKAN BUAT CERITA YANG LEBIH BAGUS LAGI, JANGAN LUPA MAMPIR,
MESKI BUTUH PERJUANGAN MENUNGGU SETIAP EPISODENYA😁😁😁
SEKALI LAGI TERIMA KASIH🙏❤️❤️🤗🤗