![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Setelah makan malam selesai. Kim Hyena menuju ke kamarnya segera tidur, tapi ponselnya berdering saat dia mau menutup matanya. Kim Hyena meraih ponselnya yang ada di atas meja kecil dekat ranjangnya, setelah berhasil meraih ponselnya, Kim Hyena mengangkat nya.
“Halo siapa?” tanya Kim Hyena.
“Apa kau tidak mengenal suaraku sayang!”
jawab pria itu. Dengan perkataan yang bagi Kim Hyena itu tidak sopan, Kim Hyena langsung memarahinya.
“Jangan kurang ajar, siapa kamu?” Kim Hyena meninggikan suaranya karena tidak menyukai sikap kurang ajar pria itu.
“Aku Lee Jae Hoo.“ Kim Hyena terkejut karena dia mengenal pria itu.
“Mwo (apa)?” ucap Kim Hyena masih tidak percaya.
“Iya.. Aku adalah calon suami temanmu!” ucap Lee Jae Hoo. Kim Hyena tidak mau ada masalah lagi dengan temannya, cukup satu dengan satu masalah saja.
“Tutup telfon nya, dan hapus nomer ku, kalau tidak akan ku beri tahu kepada temanku!” ancam Kim Hyena. Suara tertawa yang sangat keras lewat telfon, membuat heran Kim Hyena.
“Kau sebagai wanita sangat sombong..! jangan coba-coba mengancam ku jika kau tidak ingin tamat!” ancam balik Lee Jae Hoo kepada Kim Hyena. Kim Hyena tidak peduli, dia dengan langsung mematikan telfonnya dan menghapus nomer itu, lalu membaringkan tubuhnya ke ranjang empuknya.
“Aku tidak percaya dengan sikap pria itu ..!” gumam Kim Hyena lirih, lalu perlahan menutup matanya. Pria itu menggenggam ponselnya dengan erat, sehingga urat tangannya terlihat sangat jelas juga tangannya berubah menjadi merah.
“Dasar, wanita sombong, beraninya kau mengancam ku..! lihat apa yang akan ku lakukan padamu, meskipun itu membuatku tiada!” gumam Lee Jae Hoo yang merasa terhina oleh perkataan Kim Hyena.
Tidak tahu apa yang ada di pikiran pria itu, pria yang mungkin memiliki sebuah rencana besar.
\*\*\*
Pagi telah tiba, disusul dengan terbitnya sang fajar. Kim Hyena yang tidak ada panggilan menari, dia hanya bersantai duduk di teras depan rumahnya sedangkan bibi Yoona dan bibi Lili lagi asik berkebun seperti biasa. Kim Hyena menyapa bibi Channa yang tengah menyapu halaman di depan rumahnya.
“Bibi Channa, apa kabar?” sapa Kim Hyena sedikit mengeraskan suaranya, karena keberadaannya sedikit jauh dari bibi Channa.
“Baik Kim Hyena! bagaimana denganmu?” tanya balik bibi Channa yang sangat ramah, menatap Kim Hyena.
“Aku baik bibi!!” jawab Kim Hyena tersenyum, lalu duduk di kursi depan rumahnya.
Tiba - tiba seorang wanita yang membuat Kim Hyena berdiri dari duduknya. Kini mereka saling bertatap muka, sampai tidak ada yang menyadari bahwa bibi Channa sedang memperhatikan mereka berdua. Wanita itu membuka pembicaraan terlebih dahulu.
“Annyeong, eotteohge jinae (halo, apa kabar)?”
ucap wanita itu tersenyum, yang ternyata Yoon Shi-a, sahabat Kim Hyena. Kim Hyena merasa bingung juga heran dengan sikap Yoon Shi-a kepadanya, karena setahunya Yoon Shi-a marah kepadanya.
Kedua wanita itu saling menatap, disisi lain Yoon Shi-a tersenyum melihat Kim Hyena, sementara Kim Hyena menatap masih menatap bingung juga senang akan keberadaan sahabatnya yang sudah lama tak berkunjung di rumahnya.
“Joh-eun (baik)! lama tidak bertemu Yoon Shi-a!” balas Kim Hyena dengan senyuman.
Ekspresi Kim Hyena sangat terlihat jika ia merasa senang bisa bertemu dengan sahabatnya lagi.
“Aku senang kau datang menemui ku lagi..!”
ucap Kim Hyena tersenyum.
“Aku datang untuk memberimu hadiah dan ucapan selamat atas perayaan menari mu yang ke-4 tahun! Maaf jika hadiahnya kecil!” lanjut Yoon Shi-a, memberikan sebuah hadiah gelang.
Kim Hyena menatap gelang tersebut dengan senyuman. Sebuah gelang sederhana namun terlihat berkelas dan mewah.
“Tidak apa, kecil tapi berarti!!” ucap Kim Hyena menerimanya dengan senang hati. Kim Hyena sangat senang, tapi dia masih tidak tahu kesalahannya dan merasa bahwa tidak ada apa-apa.
“Gomawo (terima kasih)!” balas Kim Hyena tersenyum dan langsung memakai gelang tersebut.
Yoon Shi-a terkejut dengan ucapan Kim Hyena yang santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara mereka, itu membuat Yoon Shi-a menahan amarahnya, Yoon Shi-a berusaha melupakan kesalahan Kim Hyena di masa lalu.
Tidak lama bibi Yoona keluar dan menatap Yoon Shi-a, Yoon Shi-a juga menatap bibi Yoona.
“Apa kabar bibi, lama kita tidak bertemu!” ucap Yoon Shi-a tersenyum tipis kepada bibi Yoona.
“Baik!!” jawab bibi Yoona yang masih bingung dan tidak percaya dengan Yoon Shi-a. Yoon Shi-a kembali menatap ke arah Kim Hyena.
“Kalau begitu aku pulang dulu! terima kasih karena kau tidak merasakan apa-apa!” ucap Yoon Shi-a tersenyum dan langsung pergi begitu saja. Kim Hyena terkejut dengan ucapan Yoon Shi-a begitu juga bibi Yoona yang ada disana. Melihat Yoon Shi-a pergi, bibi Channa yang tadinya sedikit menguping lalu melanjutkan menyapunya lagi, supaya tidak ketahuan kalau dia tadi mendengar perbincangan mereka berdua. Bibi Yoona bertanya kepada Kim Hyena.
“Kenapa Yoon Shi-a datang? bukankah dia marah padamu?” tanya bibi Yoona.
“Dia sudah melupakannya bibi, bibi jangan khawatir!” jawab Kim Hyena santai.
“Bagaimana kamu percaya begitu saja, meski kalian berteman lama, rasa iri Yoon Shi-a tidak mudah hilang begitu saja!” bibi Yoona yang masih tidak percaya dengan sikap Yoon Shi-a
“Bibi jangan cemas, aku akan berhati-hati!”
ucapan Kim Hyena membuat bibi Yoona tenang.
“Berhati-hatilah, kalian dulu sangat dekat seperti saudara! Tapi... Saat kejadian itu,
membuat persahabatan kalian putus.” Ucap bibi Yoona.
“Tapi sekarang, aku yakin, bahwa semuanya akan kembali seperti dulu.” Kim Hyena menjawab dengan percaya dan sangat yakin tentang itu. Sedangkan bibi Yoona hanya bisa berharap, bahwa semua yang dikatakan Kim Hyena, akan menjadi kenyataan.
“Bibi sudah selesai berkebunnya?” tanya Kim Hyena.
“Belum, bibi keluar karena ingin mengajakmu berkebun juga!!” jawab bibi Yoona.
“Baiklah, ayo kita berkebun bersama - sama, sudah lama aku tidak berkebun dengan bibi!!” ucap Kim Hyena tersenyum, lalu mengajak nya ketaman belakang, yang juga sudah ada bibi Lili di sana, yang asik sibuk menanam bunga.
Kim Hyena menanam bunga mawar, sedangkan bibi Yoona sedang menaruh pupuk di semua tanaman.
“Kim Hyena jika sudah, kau bisa menyiramnya dengan air yang ada disana!” ucap bibi Yoona.
“Baik bibi.” Balas Kim Hyena.
Kim Hyena mengambil air yang sudah disiapkan oleh bibi Yoona, dan Kim Hyena mulai menyiramkan air di seluruh tanaman disana.