MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
HANGUS TERBAKAR.


Jin Woo segera pergi menemui Yoon Shi-a di rumahnya. Di sisi lain Kim Leonard pergi ke toko untuk membeli cctv. Setelah membelinya Kim Leonard memasangkan cctv tersembunyi itu di rumah Kim Hyena, dan meletakan televisi untuk melihat rekaman cctv di rumah Bibi Channa. Kim Leonard juga menaruh sebuah manekin di kamar Kim Hyena supaya terlihat sepertinya.


DERT... DERT... Suara ponsel milik Kim Leonard berbunyi, menghentikan aktivitasnya, dan itu ternyata dari sang ayah yang berada di Jerman.


[“Ada apa ayah?”] tanya Kim Leonard.


[“Ini ibu, ayah sedang masuk rumah sakit karena penyakitnya kambuh lagi..!”] jawab ibunya.


[“Was (apa)?”] kaget Kim Leonard mendengar ayahnya masuk rumah sakit di saat seperti ini.


[“Iya, cepatlah kembali, karena perusahaan tidak ada yang jalankan, ayahmu juga mencari


mu dari tadi.”] Pinta ibunya yang menyuruh Kim Leonard kembali ke Jerman. Kim Leonard tidak bisa menolak permintaan orang tuanya, apalagi ibunya, tapi kenapa harus di saat seperti ini.


[“Baiklah, besok pagi aku akan berangkat ke Jerman!”] jawab Kim Leonard yang hanya bisa menurutinya.


[“Ibu akan menunggumu!”] ucap ibunya.


[““Baiklah, kalau begitu aku tutup telfonnya dulu!”] ucap Kim Leonard.


[“Iya!”] jawab ibunya, lalu menutup telfonnya.


Setelah pamitan dan menutup telfonnya, Kim Leonard menghampiri Bibi Channa, Kim Hyena dan Bibi Lili. Di sana Bibi Channa, Bibi Lili dan Kim Hyena masih bingung dengan apa yang di rencanakan Kim Leonard. Kim Leonard menghampiri Kim Hyena yang berdiri di depan rumah Bibi Channa bersama Bibi Lili.


“Ada apa?” tanya Kim Hyena yang kebingungan melihat tingkah laku Kim Leonard.


“Dengarkan aku, kau dan Bibi Lili tinggal'lah di rumah Bibi Channa sampai besok, jangan pernah keluar rumah sampai besok, mengerti!” jelas Kim Leonard kepada Kim Hyena.


“Tapi kenapa?” tanya Kim Hyena. Kim Leonard menceritakan semua rencana Yoon Shi-a kepada kedua Bibi itu, juga Kim Hyena.


“Aku sudah mendapatkan setengah bukti, dan aku juga mendengar rencana Yoon Shi-a yang ingin membakar rumahmu, juga Kim Hyena!” jelas Kim Leonard, seketika ketiga wanita itu terkejut, terutama Kim Hyena yang tidak menyangka sahabatnya akan melakukan hal seperti itu.


“Jadi aku mohon jangan pernah keluar rumah kalian lihat saja lewat cctv, dan besok berikan kepada polisi bukti orang yang sudah melakukannya.” Lanjut Kim Leonard, kedua Bibi itu mengerti dan segera masuk ke rumah Bibi Channa, sedangkan Kim Hyena masih terdiam.


“Ada apa, kau tidak masuk?” tanya Kim Leonard melihat Kim Hyena masih terdiam.


“Aku tidak percaya, bahwa Yoon Shi-a akan melakukan semua ini!” jawab Kim Hyena. Kim Leonard memegang kedua pundak Kim Hyena dan berusaha meyakinkannya.


“Jangan seperti ini Kim Hyena, saat ini nyawamu dalam bahaya! Aku tahu dia sahabatmu, tapi kau tidak bisa diam saja, turuti ucapanku untuk hari ini saja! Aku mohon!” ucap Kim Leonard memohon kepada Kim Hyena. Kim Hyena menganggukan pelan kepalanya dan segera masuk ke dalam rumah Bibi Channa. Kim Leonard memberikan semua buktinya kepada Kim Hyena.


“Maaf, aku tidak bisa menemanimu, besok aku harus kembali ke Jerman, karena ayahku masuk rumah sakit dan perusahaan tidak ada yang menjalankan.” Ucap Kim Leonard tidak enak dengan Kim Hyena.


“Tidak apa-apa, pergilah, kasihan ayahmu pasti mencari anaknya, kau sudah banyak membantuku!! Itu sudah cukup bagiku!” Kim Hyena tersenyum.


“Bukankah aku sudah berjanji akan melihatmu menari, pasti aku akan datang!!” jawab Kim Leonard yang yakin akan menepati janjinya.


“Aku akan selalu mengirim pesan untukmu.”


Lanjut Kim Leonard.


“Jangan lewat pesan, kita saling mengirim surat saja!”ucap Kim Hyena menolak untuk mengirim pesan lewat ponsel.


“Warum (kenapa)?” tanya Kim Leonard.


“Karena aku takut jika salah satu dari kita akan berganti nomer, maka kita tidak bisa berhubungan jarak jauh nantinya, jadi kita berbalas surat saja ya!!” jawab Kim Hyena tersenyum manis.


“Baiklah, setiap hari minggu surat ku akan datang untukmu dan mungkin jika aku kembali ke Korea aku akan ke tempat pertama kali kita bertemu, kau bisa menungguku disana nanti!!” Kim Leonard tersenyum menerima permintaan Kim Hyena.


“Aku akan selalu menunggu suratmu!” ucap Kim Hyena meneteskan air matanya, dia masih tidak mau berpisah dengan kekasihnya itu, juga dia merasakan sesuatu yang aneh di hatinya. Kim Leonard memeluk Kim Hyena dan mencium keningnya.


“Dengarkan aku, pikirkan apa kesalahanmu pada Yoon Shi-a, aku mohon pikirkan baik-baik pasti semua yang dia lakukan ada alasannya di balik semua ini!” ucap Kim Leonard, Kim Hyena mengangguk.


“Kalau begitu aku pergi dulu, kau jaga dirimu baik-baik dan tetaplah tersenyum.” Setelah itu Kim Leonard berpamitan kepada Bibi Channa dan Bibi Lili lalu pergi.


“Bibi aku titip Kim Hyena, tolong jaga dia baik-baik, dan jaga diri kalian juga!” ucap Kim Leonard tersenyum.


“Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja, begitu juga kami!” jawab Bibi Channa. Setelah itu Kim Leonard pergi dari rumah Bibi Channa menuju ke apartemennya untuk bersiap-siap.


“Aku harap semuanya akan berjalan dengan lancar!!” gumam Kim Leonard yang masih merasa cemas.


***


“Ini buruk. Pria itu sudah mendapatkan semua bukti tentang kita.” Ucap Jin Woo kepada Yoon Shi-a dengan panik. Yang dimaksud adalah Kim Leonard.


“Kalau begitu kau cari tahu tentang pria itu dan segera bunuh dia dengan cara apapun.”


Pinta Yoon Shi-a datar. “Baik!” jawab Jin Woo. Jin Woo setelah mendapat perintah itu, dengan segera dia berlari keluar dan melaksanakan tugas dari bosnya itu.


“Mungkin akan ada satu nyawa lagi Kim Hyena, kenapa begitu susah untuk menyadarinya? Jika waktu itu kau menyerah dan memohon padaku, mungkin aku tidak akan melakukan semua ini! Tidak akan!!” gumam Yoon Shi-a pada diri sendiri dengan terseringai.


***


Malam sudah tiba, Kim Hyena, Bibi Channa dan Bibi Lili melihat lewat cctv begitu juga suami Bibi Channa yang tidak menyangka Yoon Shi-a akan melakukan hal seperti itu. Kim Hyena sudah mendapatkan wajah pria itu, setelah selesai membakar rumah Kim Hyena dia pergi menuju apartemen kim leonard untuk melakukan tugas selanjutnya. Kim Hyena melihat ke arah jendela, kini wajahnya sangat sedih melihat semua itu rumah Kim Hyena hangus terbakar. Sedangkan Jin Woo melakukan tugas keduanya yang di pinta oleh Yoon Shi-a, Jin Woo masih sibuk memata-matai Kim Leonard, entah apa yang akan terjadi nanti.