MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
PULAU MAINAU.


Hampir 8 jam untuk sampai di pulau Mainau, kini James dan Sofia sudah sampai juga di sana.


Pertama kali masuk, suasana Sofia begitu sangat gembira, bagaimana tidak, karena matanya sudah di sihir dengan pemandangan bunga-bunga yang beragam dan begitu indah.


“Wah.. Indah sekali! Bunga ini sudah menyihir ku!” ucap Sofia tersenyum, James merasa senang hanya dengan melihat Sofia, padahal dia pernah berkunjung kemari. Rangkaian musim bunga di Pulau Mainau diawali dengan tampilan anggrek di Palm House, anggrek di Palm House dianggap sebagai salah satu koleksi terbaik dari jenisnya di Eropa. Saat sedang menelusuri jalan dengan ditemani bunga-bunga yang tertanam di pinggir jalan, mata Sofia melihat para wisatawan berkumpul di satu titik.


“Kenapa disana ramai sekali?” tanya Sofia kepada James.


“O.. Itu Count’s Island Festival!” jawab James.


“Apa itu?” tanya Sofia yang masih tidak tahu.


“Itu merupakan pameran festival berkebun! Kau ingin ikut?” tawar James.


“Tidak usah, kita melihatnya saja!” jawab Sofia.


James mengajak Sofia ke festival itu untuk melihatnya saja, di sana Sofia sangat mengamati orang-orang yang tengah asik berkebun disana. Dan lagi-lagi, James mengeluarkan kameranya dan memotret bunga-bunga itu beserta Sofia, tapi kali ini Sofia tidak tahu kalau dirinya sedang di foto. Mereka berdua kembali berjalan menikmatinya, sampai-sampai Sofia berlari sambil berteriak kesenangan, sedangkan James mengambil kesempatan itu untuk memotret Sofia lagi. James melihat foto Sofia yang dia ambil, senyuman terukir di wajahnya dan matanya kembali melihat Sofia yang tengah memegang bunga-bunga yang ada disana.


“Kemari lah... ” Teriak Sofia yang sedikit jauh dari James berada, James yang mendengar Sofia memanggilnya, dia berjalan menghampiri Sofia yang masih terduduk mengusap bunga.


“Lihat, bunga tulip ini sangat indah bukan!” ucap Sofia tersenyum.


“Kau benar, wisatawan banyak yang menyukai tulip, bila berkunjung kesini!” ucap James yang ikut berjongkok.


“Benarkah.” Balas Sofia, Sofia berdiri dan diikuti James yang ikut berdiri.


“Kau sangat pintar membuat orang bahagia! hanya dalam satu hari saja!” ucap Sofia memuji James.


“Tidak juga, ini pertama kalinya bagiku berjalan bersama seseorang sambil menikmati keindahan ini!” jawaban james membuat Sofia tidak percaya.


“Itu artinya, aku orang pertama maksudmu?” tanya Sofia.


“Iya, mungkin kau orang pertama dan terakhir!” jawab James santai. Karena merasa malu dan gugup, Sofia memilih mengalihkan pembicaraan mereka.


“Aku lelah, ayo kita cari tempat duduk!” ajak Sofia yang berjalan lebih dulu, James yang berjalan dibelakangnya tersenyum melihat tingkah Sofia.


***


Di Indonesia, karena hari sudah gelap disana, Kevin yang berada di kamarnya, dia masih penasaran dengan pria yang bersama Sofia, hingga lama melamun memikirkan itu, kevin tidak sadar bahwa kakak naina berdiri di belakangnya.


“Apa mereka sudah dekat? Tidak mungkin jika wanita dan pria yang bersamaan dalam satu hari tanpa gangguan tidak merasakan cinta?” gumam Kevin yang di dengar oleh kakaknya.


“Siapa yang kau maksud?” tanya kakaknya tiba-tiba membuat Kevin terkejut dan menoleh ke arahnya.


“Kenapa kakak di kamarku? Dan sudah berapa lama kau ada di sini?” tanya Kevin gugup, naina tersenyum melihat adiknya yang seperti pencuri.


“Pertanyaan ku belum kau jawab, apa yang kau maksud itu Sofia, ha.. ?” goda Naina.


“Entahlah! Menurut kakak, apakah seseorang bisa jatuh cinta hanya dalam satu hari?” tanya Kevin, Naina mengangkat kedua alisnya.


“Tentu saja, cinta pada pandangan pertama saja ada! Omo.. Jangan bilang kau sedang cemburu.” Ucap kakaknya.


“Ha.. Mulai lagi! Pergi saja sana!” usir Kevin mendorong Naina keluar kamarnya, lalu dia mengunci kamarnya dan kembali di lamunannya.


“Apa benar ucapannya tadi? Haissh.. Kenapa aku jadi memikirkan Sofia terus, biarkan jika dia bersama pria lain! Memang aku siapanya! Sampai memikirkannya sejauh ini!” gumamnya kesal sendiri.


***


“Ngomong-ngomong, apa yang di lakukan Putri dan Jigs ya?” tanya Sofia.


“Entahlah, mungkin mereka masih di satu titik!” jawab James.


“Kenapa bisa begitu?” tanya Sofia.


“Ya.. Karena Jigs tidak tahu tempat wisata sebanyak diriku! Karena dia di besarkan di keluarga kaya, maka dari itu membuatnya jarang bebas sepertiku.” Jelas James.


“Memang kalian kenal sejak kapan?” tanya Sofia.


“Sejak umur kami 19 tahun, aku bertemu Jigs sedang terduduk di pinggir jalan, karena dia kabur dari rumah! Maka dari itu aku membawanya ke apartemenku, dan dia mulai tertarik dengan kehidupanku.” Jawab James tersenyum, begitu juga Sofia. Lalu Sofia melihat sebuah kalung yang di pakai di leher James, kalung yang berbentuk kepala singa yang berwarna perak.


“Kalung mu bagus!” ucap Sofia tersenyum melihat kalung itu. James melihat kalungnya dan memegangnya erat-erat.


“Ini pemberian dari ibuku, dia bilang jika aku memakainya, maka aku akan memiliki sifat yang sama dengan singa! Pendiam dan pemarah!” jelas James.


“Tapi kau tidak pemarah! Kau sangat baik!” ucap Sofia.


“Kau benar, meski begitu aku akan selalu menyimpannya.” Balas James.


Sofia tersenyum melihat wajah James yang tengah menutup matanya dan meremas kalungnya, seolah dia merasakan kehadiran ibunya lewat kalung itu. Sofia meraih kamera yang ada di tangan satunya James.


“Dari tadi kau terus memotret ku, dan sekarang giliran ku yang akan memotret mu!” seru Sofia, meski james menolak Sofia tetap memotrer nya. Setelah dia berhasil mendapatkan foto James, Sofia melihatnya dan ternyata hasilnya begitu jelek sekali.


“Kenapa jadi buram dan jelek?” tanya nya sendiri, James meraih kameranya dan melihat hasilnya.


“Lihat wajahku jadi terlihat jelek! Seharusnya kau fokuskan kameranya!” jelas James tersenyum lebar.


“Aku tidak tahu soal itu!” jawab Sofia cemberut, tiba-tiba Putri menelponnya.


“Ada apa Put?” tanya Sofia.


“Kau sudah pulang?” tanya balik Putri.


“Belum, kenapa?” jawab Sofia.


“Aku sudah mau pulang, harikan sudah mulai gelap.” Ucap Putri, Sofia baru menyadari bahwa hari sudah mulai gelap.


“Iya, aku akan kembali!” jawab Sofia, yang langsung mematikan telfonnya. Kenapa dia sampai tidak terasa kalau hari sudah gelap, James yang baru saja menyadari langsung mengajak Sofia pulang.


“Apa besok kau mau pergi lagi? Karena ada banyak lagi wisata yang lebih indah dari pada tadi!” ucap James.


“Baiklah! tapi apa uangmu tidak habis jika kau terus menyewa mobil untuk mengantarku?” tanya Sofia tidak enak.


“Jangan cemas, aku masih punya banyak tabungan!” jawab James tersenyum. Lalu mereka segera kembali ke kediaman Kim Leonard, ternyata putri sudah pulang lebih dulu, karena Sofia melihat mobil Jigs yang sudah pergi menjauh dari rumah Kim Leonard.


“Terima kasih!” ucap Sofia yang sudah turun dari mobil.


“Belum saatnya, karena masih banyak sekali jadwal kita berwisata!” jawab James tersenyum, tidak lama mereka berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Sofia sangat senang sekali bisa bertemu dengan pria seperti James, di Indonesia dia bertemu pria menyebalkan seperti Kevin.