MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
CURHAT.


Sofia yang baru saja masuk kedalam rumah, dia melihat Putri dan Kim Hyena sedang asik mengobrol.


“Lihat, dia sudah datang!” ucap Kim Hyena yang melihat Sofia mendekat ke arahnya. Sofia duduk di sebelah Kim Hyena dengan wajah yang terlihat senang.


“Wah.. Sepertinya ada yang bahagia saat ini!” sindir Putri tertawa kecil, begitu juga Kim Hyena, seketika wajah Sofia cemberut.


“Apa maksudmu?” tanya Sofia bingung.


“Maksudnya, bagaimana kau dan James?” sambung Kim Hyena.


“Biasa saja.” Jawab Sofia.


“Waktu aku bersama Jigs, Jigs menceritakan semua tentang James! James pria yang baik, tidak mungkin wanita yang bersamanya tidak terpesona olehnya, apalagi dia tampan.” Jelas Putri, Sofia masih diam.


“Kau benar, dia pria yang baik!” gumam Sofia.


“Lalu, apa besok kau pergi lagi dengannya?” tanya Kim Hyena. Sofia mengangguk menandakan iya.


“Putri juga besok akan pergi lagi! Wah sebentar lagi akan ada dua hati yang jatuh cinta nih, bucin!” goda Kim Hyena. Putri dan Sofia menjadi gugup sendiri dengan ucapan Kim Hyena, tidak lama mata Sofia melihat ke arah perut Kim Hyena lalu mengusapnya pelan.


“Jika bisa kau jangan seperti ibu dan ayahmu! Jika laki-laki maka jadilah seperti singa kuat dan tangguh! Jika perempuan jadilah seperti bunga yang tenang dan terlihat cantik!” ucap Sofia tersenyum.


“Dia akan menjadi seperti ibunya itu sudah cukup!” ucap Kim Hyena tidak terima, Sofia dan Putri hanya mengangkat kedua alisnya saja. Setelah itu Sofia dan Putri pamit masuk ke dalam kamar, karena jam makan malam akan segera datang.


***


Di kediaman Xiamen, Kevin dan keluarganya sedang sarapan pagi, awalnya hening yang ada, tapi ibunya membuka suara lebih dulu.


“Apa penulis Sofia belum kembali dari liburnya?” tanya ibunya kepada Kevin yang sedang asik makan.


“Aku tidak tahu, kenapa ibu menanyakan kepadaku?” ucap Kevin, ibunya hanya mendengus kesal dengan sifat anak laki-lakinya.


“Apa kau yakin tidak mau menikah dengan Laura?” tanya ayahnya.


“Tidak, aku tidak suka wanita sepertinya!” jawab Kevin datar.


“Bagaimana kalau dengan Sofia?” ucap ibunya mendadak membuat Kevin tersedak, seketika ayahnya dan ibunya panik, sedangkan kakak Naina hanya tertawa kecil.


“Hati-hatilah, kau ini kenapa?” tanya ibunya panik.


“Ibu yang membuatku tersedak, lagi pun ini masih pagi, kenapa kalian membahas pernikahanku! Jika kalian mendesak ku menikah, yang ada aku tidak akan jadi menikah.” Jelas Kevin kesal.


“Memang kenapa? Bukannya kau suka jika di jodohkan dengan Sofia?” tanya kakak Naina naina.


“Jangan membuatku kesal di pagi buta! Sudahlah aku akan berangkat!” ucap Kevin pamit pergi ke kantor. Saat dia hendak menaiki mobil, Kevin melihat ke handphone nya, dia melihat kalender.


“Benar! Masih lama sekali.” Gumamnya kesal, kesal karena apa.


***


James yang baru saja tiba di apartemennya, dia menaruh jaketnya juga tas kameranya, lalu menuju lemari es dan mengambil minuman dingin di sana, saat mau bersantai seseorang mengetuk pintunya. Jigs berdiri dan menuju pintu, dia melihat dari lubang kaca kecil yang ada di pintunya, dan ternyata itu adalah Jigs, dengan segera James membuka pintunya dan menyuruh Jigs masuk kedalam. Saat Jigs masuk, dia melihat sekeliling rumah James dengan tatapan seperti kagum.


“Apa ini apartemen barumu?” tanya Jigs yang baru pertama kali datang ke apartemen baru James.


“Iya!” jawab James, lalu Jigs duduk di samping James.


“Kenapa kau kemari?” lanjut James.


“Tidak ada, aku hanya penasaran dengan apartemen barumu, dan ingin cerita kepadamu!” jawab Jigs tersenyum.


“Cerita! Cerita apa?” tanya James penasaran.


“Kau tahu! Baru satu setengah hari bertemu Putri, aku sudah merasakan kalau aku menyukainya! Dia gadis yang ceria sama sepertiku! Aku rasa kami cocok!!” ucap Jigs menilai sendiri hubungannya dengan Putri. Sedangkan James hanya diam mendengarnya dengan setia dan senyuman.


“Wie wäre es mit dir und Sofia?(Bagaimana denganmu dan Sofia)?” tanya Jigs yang sedari tadi berbicara menggunakan bahasanya.


“Ich weiß es nicht, aber ich mag es, wenn ich bei ihm bin(entahlah, tapi aku suka jika bersamanya)!” jawab James tersenyum tipis.


“Kalau begitu, kau pepet terus dia!” ujar Jigs, James memukul pelan lengan Jigs dengan senyumannya.


“Lupakan saja.” Ucap James, Jigs hanya menuruti ucapan temannya itu.


“Kau tidak pulang ke rumah lagi?” tanya James.


“Dasar, kau ini.” Sindir James. Dua pria itu masih asik bercerita satu sama lain, disisi lain, dua wanita yang ada di rumah Kim Leonard, juga saling bercerita di kamarnya.


“Jadi, apa kau menyukainya?” tanya Sofia pada Putri.


“Aku masih belum yakin! Tapi mungkin saja aku akan jatuh cinta padanya!” jawab Putri.


(Banyak sekali orang diluar sana yang ingin merasakan cinta, tapi juga ada orang yang tidak beruntung dalam yang namanya cinta.)


Sekilas ingatan Sofia mengingat senyuman manis James lagi.


“Kau kenapa?” tanya Putri yang melihat temannya seperti orang bingung.


“Tidak ada!” jawab Sofia.


“Aku sedih denganmu!” ucap Putri menunjukan wajah sedihnya.


“Kenapa?” tanya Sofia.


“Aku sedih, jika kau sampai tua nanti tidak memiliki pasangan, pria yang kau cintai!” jawab Putri membuat Sofia tarik napas.


“Kau tidak perlu cemas, aku hanya ingin mencari pria yang benar-benar mengerti diriku!” jelas Sofia.


“Tapi, kau yakin tidak merasakan apapun saat bersama James?” tanya Putri berusaha meyakinkan temannya.


“Mulai lagi! Aku tidak tahu! Sudahlah,!” jawab Sofia, Sofia tidak mau mengaku kalau sebenarnya saat dia berada di dekat James, dia merasa nyaman dengan keberadaan James. Saat selesai makan malam, Putri tertidur lebih dulu, sedangkan Sofia masih membuka matanya, sambil memikirkan ucapan Putri tadi.


“Cinta? Aku tidak tahu apakah ada seorang pria yang mau denganku?” batin Sofia, lalu dia teringat dengan keluarganya, untuk menghilangkan rasa khawatirnya, Sofia menelfon kakaknya.


[“Ada apa Sofia?”] tanya kakaknya yang menjawab telfonnya.


[“Tidak ada! Bagaimana kabar kalian?”] tanya Sofia.


[“Kami baik-baik saja! Bagaimana denganmu?”] tanya balik kakaknya.


[“Aku baik!”] balas Sofia.


[“Kau masih lama berada di Jerman?”] tanya kakaknya.


[“Hanya satu bulan saja kok!”] jawab Sofia.


[“Kalau begitu aku tutup dulu ya, dah!”] lanjut Sofia menutup telfonnya.


“Ha.. dasar, dia yang menelfon, lalu menutupnya.” Kesal kakaknya. Sofia teringat dengan ucapan kakaknya tadi, dia berpikir kenapa satu bulan itu lama sekali, tidak seperti biasanya.


“Ya karena masih banyak cerita!” jawab si author ; ) ; )


Sofia mematikan handphone nya dan meletakkannya di bawah bantal miliknya, lalu perlahan menutup matanya.


“Aku ingin mimpi yang indah!!” gumamnya sebelum tidur.


...............


TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MEMBACA MEMORY [INGATAN] 🙏💞


JANGAN LUPA.


• LIKE👍


• COMENT💬


• VOTE❤️


• RATE ⭐ LIMA


• DAN MASUKKAN KE FAVORIT KALIAN😘


LAIN KALI, SAYA AKAN BUAT CERITA YANG LEBIH BAGUS LAGI, JANGAN LUPA MAMPIR,


MESKI BUTUH PERJUANGAN MENUNGGU SETIAP EPISODENYA😁😁😁


SEKALI LAGI TERIMA KASIH🙏❤️❤️🤗🤗