![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Lama sekali sofia berpelukan dengan kevin, dia bisa merasakan detak jantung kevin yang begitu cepat dan keras.
***
Sofia mengantar kevin ke rumah sakit, ibunya kevin sangat lega melihat anaknya baik-baik saja dan kembali dengan penulis sofia. Dia menunggu kevin hingga tertidur, melihat kevin yang tengah tertidur ingatan sofia kembali ke ucapan kevin tadi. Sampai lamunan nya di hentikan oleh ibunya kevin.
“Bibi tahu ini pasti menyakitkan bagimu, bibi juga baru tahu kalau kevin mengidap penyakit jantung rasanya bibi ingin sekali menangis sekeras-kerasnya saat pertama kali mendengarnya!” jelas ibu kevin.
“Aku juga baru tahu bibi.” balas sofia yang masih memandang ke arah wajah kevin yang tertidur lelap.
“Apa kevin bisa di selamatkan?” tanya sofia.
“Bisa jika kami menemukan donor jantungnya, tapi pihak rumah sakit dan juga ayah kevin sedang berusaha mencari donor itu.” jawab ibunya. Mereka yerdiam sejenak melihat kevin dengan wajah datar bercampur sedih.
“Kau tahu bibi melihat mata kevin, bibi melihat kalau kevin sangat mencintaimu sofia!” ucap ibunya yang tiba-tiba memegang kedua tangan sofia dan memohon.
“Berjanjilah padaku bahwa kau akan selalu berada di sisinya hingga saat kesembuhan nya tiba nanti ataupun saat-saat yang lain tiba nanti .. ! bibi mohon kepadamu sofia bibi hanya ingin melihatnya bahagia di saat keadaan nya saat ini!” ibu kevin mulai menangis sambil menaruh kepalanya di kedua tangan sofia.
Sofia merasa tidak enak dengan permohonan ibunya kevin, dia melepaskan tangannya dan memegang kedua pundak ibunya kevin sambil tersenyum.
“Jangan seperti itu bibi, aku mohon hentikan.” pinta sofia.
“Berjanjilah padaku sofia, bibi mohon!” ucapnya lagi memohon.
“Baiklah bibi, aku berjanji akan selalu ada di sisi kevin sampai dia sembuh ataupun sampai dia tiada!” ucap sofia berjanji. ibunya kevin tersenyum dan memeluk sofia.
Sedangkan sofia mulai menahan tangisnya, dia tidak tahu apa yang akan terjadi suatu saat nanti, bagaimana perasaan james, kevin dan dirinya. Sofia pamit pulang saat sampai di rumah, dia melihat james yang sudah datang di rumahnya.
“Dari mana saja sampai menjelang sore?” tanya kakaknya.
Sofia memilih menutupi soal penyakit kevin, dia tidak ingin semuanya menjadi berantakan apalagi james.
“Aku baru saja ke perusahaan novel!” jawab sofia dengan tatapan seduhnya. Dinda atau kakak sofia merasa curiga melihat ekspresi adiknya.
“Ibu tidak sabar melihatmu menikah nanti!” ucap ibunya, sofia masih tersenyum.
Melihat senyuman terpaksa dari sofia, james juga merasa curiga, saat kaluarga sofia sibuk berbincang sendiri, james menepuk pelan pundak sofia.
“What is wrong (ada apa)?” tanya james.
“Nothing (tidak ada), I only think about our marriage (aku hanya memikirkan pernikahan kita saja)!” jawab sofia tersenyum.
Selama itu, sofia hanya terdiam bingung karena kini ada dua hati yang menantinya, james sudah pulang sofia segera menuju kamarnya dan kembali menulis, tapi dia tidak bisa fokus karena masih memikirkan janjinya tadi. Tiba-tiba kakaknya masuk ke kamar sofia dan ingin mengatakan sesuatu.
“Kakak belum tidur?” tanya sofia. Dinda menghampiri sofia.
“Kau tidak apa-apa? apa kau menutupi sesuatu?” tanya kakaknya.
“Tidak ada, aku hanya lelah saja!” jawab sofia tersenyum. Kakaknya tidak ingin memaksa kehendak adiknya, dia hanya akan menunggu adiknya cerita sendiri.
Sofia memandang ke arah layar laptopnya yang terdapat tulisan cerita novel kevin, jika begini jadinya sofia berharap dia tidak usah di pertemukan dengan seorang pria. Semalaman sofia membuka matanya selama 24 jam ini. paginya dia ingin bertemu putri tapi ternyata putri tengah berlibur di bali bersama jigs dan juga keluarganya.
James menelfon sofia saat sofia hendak beranjak ke kamar mandi.
“Let's go for a walk, because today is Sunday (ayo kita pergi jalan-jalan, karena hari ini hari minggu)!” ajak james, sofia sangat senang dan ingin menjawab iya, tapi dia teringat dengan janjinya bahwa dia harus ada di sisi kevin saat ini. Sofia juga tidak ingin melihat kevin sedih dalam keadaan nya saat ini.
“Sorry I can't, maybe we can meet when we sign up for marriage later (maaf aku tidak bisa, mungkin kita bisa bertemu saat mendaftar nikah nanti)!” jawab sofia.
“It's okay, I'm really busy writing novels (tidak apa kan, aku sangat sibuk menulis novel).” lanjutnya.
“It's okay, you just continue your work (tidak apa, kau lanjutkan saja kerjamu)!” balas james tersenyum. Mereka mengakhiri telfonnya.
“Maaf aku haru berbohong padamu.” gumam sofia berkaca-kaca melihat ke arah cincin nya.
Setelah mandi, sofia segera menuju rumah kevin karena kevin sudah boleh pulang, tapi masih dalam pengawasan dan pengobatan nya.
***
James yang melihat ke arah ponselnya dengan wajah datar, dan merasa curiga dengan perilaku sofia hari ini.
Sampai di rumah kevin, sofia menyapa ibu dan kakak naina yang sedang sarapan, tidak lama kevin dan ayahnya datang untuk sarapan juga.
“Sofia duduklah kemari dan sarapan bersama kami!” pinta naina.
“Tidak usah terima kasih, aku sudah sarapan di rumah jadi menunggu saja di ruang baca, apa boleh?” ucap sofia meminta ijin.
“Tentu saja, disana juga ada novelmu!” ucap ibunya tersenyum.
Sofia berjalan menuju ruang baca, sedangkan keluarga xiang men masih sibuk sarapan pagi. Karena keadaan kevin tidak boleh terlalu capek, kini ayahnya yang kembali mengambil posisi CEO nya kembali. selesai sarapan ayah kevin pergi menuju kantor, sedangkan naina dan ibunya memberikan waktu luang untuk kevin dan sofia berduaan di rumah mereka.
Kevin dan sofia berjalan menelusuri taman belakang sambil mengajak anjing kecil kesayangan kevin. Selama bersama mereka hanya saling diam, sementara kevin sibuk bermain lempar tangkap dengan anjingnya.
“Kau belum menjawab perasaanku.” ucap kevin membuka suara.
“Ah .. itu, saat ini aku tidak bisa menjawabnya, jadi lain kali!” ucap sofia.
“Waktu aku mengalami kecelakaan di cina, kenapa kau berbohong soal james tidak datang?” tanya sofia membuat kevin datar.
“Dia sendiri yang memintaku untuk tidak mengatakan nya kepadamu!” jawab kevin.
Kevin pikir james sudah tahu kalau sofia kini sudah mengetahui bahwa dirinya terkena penyakit jantung padahal dia belum mengetahuinya karena sofia menutupinya. Kini ceritanya jadi saling menutupi satu sama lain. Kevin melihat sebuah cincin melekat di jari manis sofia.
“Cincin mu indah, dari siapa?” tanya kevin penasaran.
“Em ... ak, aku baru saja beli!” jawab sofia tersenyum.
Mereka bersama hingga menjelang siang, sofia membantu kevin meminum obatnya, kini sofia sama seperti perawat atau penyemangat hidup kevin. Naina sangat senang melihat sofia dan kevin bersama karena itu yang di inginkan adik laki-lakinya itu.