![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
“Aku menerimanya bibi!” Jawab sofia yang tiba-tiba muncul di depan pintu saat pertemuan dua keluarga itu. Mendengar jawaban dari sofia, ibu, ayah, dan kakaknya terkejut saat mendengar jawaban tanpa berpikir lebih dulu. Perlahan sofia masuk kedalam dan berdiri di samping keluarganya yang tengah duduk di sofa.
“Aku menerima lamaran ini.” Lanjut sofia. Dinda memandang ke arah sofia dengan tatapan bingung. Sementara keuarga kevin sangat bahagia mendengar jawaban sofia.
“Bibi tahu kau akan menerimanya!” Balas ibunya kevin tersenyum lebar, begitu juga dengan naina dan ayahnya. “Kalau begitu.. kami akan menyiapkan semua nya. Dan terima kasih sudah mau menerima lamaran ini!” Kata ibu kevin. Sofia masih terdiam dengan posisinya yang masih berdiri tegak. Setelah selesai berbincang, keluarga kevin berpamit pulang, mereka tidak sabar untuk memberitahu kevin soal kabar baik ini. Melihat keluarga kevin yang sudah pergi, banyak sekali yang akan di pertanya kan oleh ibu dan ayah sofia.
“Apa yang kau katakan tadi? jika kau menerimanya, bagaimana dengan hubungan mu dan james? kalian akan menikah'kan?” tegas ibunya kepada sofia.
“Aku dan james sudah membatalkan pernikahan kami bu, aku terlalu sibuk, sampai-sampai selalu meninggalkan james di KUA sendirian.” Jelas sofia.
“Bukankah ibu sudah bilang, istirahatlah sebentar demi pernikahan mu sofia... ”
“Aku minta maaf ibu, tapi saat ini, aku sudah menerima lamaran kevin.”
“Bagaiman dengan james sekarang?” Tanya ayahnya.
“Sejak pembatalan pernikahan, aku sudah tidak pernah bertemu james lagi.” Ibu dan ayahnya sangat kebingungan dengan keputusan anaknya itu.“Aku mohon ibu, ayah, biarkan aku menikahi kevin!” ucap sofia. Setelah mengucapkan itu, sofia masuk kedalam kamarnya, melihat adiknya masuk ke dalam kamar, dinda merasa sedih melihat adiknya yang memiliki takdir cinta yang cukup rumit, meski cita-citanya sudah tercapai. Saat tengah malam tiba, dinda masuk ke dalam kamar sofia diam-diam, dia melihat adiknya tengah menangis dengan posisi tengkurap di atas kasur. Dinda duduk di sebelah sofia dan mengusap kepalanya, tahu bahwa kakaknya datang, sofia duduk dan memeluk kakaknya.
“Kakak... keputusanku benarkan, aku tidak ingin ada yang tersakiti kakak... ” Kata sofia yang masih memeluk kakaknya. Dinda melepaskan pelukan itu dan berahli dengan menatap sofia. “Apa kau masih mencintai james?” tanya dinda. Sofia mengangguk pelan dengan air yang masih menetes di pipi.
Kini sofia berpindah tidur di pangkuan kakaknya, sementara dinda mengusap lembut kepala adiknya yang masih terisak-isak.
“Kau sudah mengambil keputusan, jadi tidak ada salahnya kalau kau ingin berusaha mencintai kevin nanti, meski separuh cintamu ada di james!” Jelas kakaknya.
“Tapi, saat james tahu soal pernikahanku dengan kevin. Dia pasti merasa sangat sedih.”
“Itu pasti, kau tahu kenapa dia akan sedih?”
“Apa?”
“Karena dia juga masih mencintaimu, tapi karena keadaan, maka dia akan memilih memendamnya sendiri!”
“ Kakak tahu alasan kau menerima pernikahan ini. Kau mengorbankan cintamu demi kebahagiaan orang lain, itu yang kakak tahu!” lanjut dinda yang masih setia mengusap kepala adiknya hingga tertidur di pangkuannya.
***
Sebelum tengah malam. Keluarga kevin yang sudah sampai di rumah mereka, ibu dan naina langsung menuju kamar kevin dan tidak sabar mengatakannya. Kevin terkejut saat melihat dua wanita yang masuk tergesa-gesa ke kamarnya.
“Kevin! ibu membawakan kabar bahagia untukmu!”
“Kabar apa?”
“Sofia menerima lamaran yang ibu berikan padanya! lamaran pernikahanmu dengannya!!”
Seketika kevin terkejut juga senang mendengarnya, dia tidak percaya dengan ucapan ibunya. “Apa semua itu benar?” tanya kevin memastikan sekali lagi. Ibunya menagngguk pelan, mendapat jawaban yang sama, kevin langsung berteriak kegirangan seperti pria gila yang tengah jatuh cinta. Ibu dan naina yang melihat kebahagiaan kevin, mereka sangat senang, setidaknya mereka sudah bisa membuat kevin bahagia sebelum sesuatu terjadi padany.
***
Esoknya, sofia dan keluarganya yang sudah sarapan pagi mulai membicarakan baik-baik lagi soal keputusan sofia.
“Kau yakin ingin menikah dengan kevin?” tanya ayahnya.
“Aku yakin!”
Sofia juga sudah bercerita soal pertunangannya pada putri, sedangkan putri juga sudah bercerita kepada jigs kekasihnya.
“Kau sudah tahu soal pertunangan sofia dan kevin?” Tanya jigs pada james yang tengah sibuk mengedit foto di komputernya. Mendengar pertanyaan itu, james terkejut dan memberhentikan aktivitasnya yang tengah mengedit foto tadi.
“Ich sagte es der Putri wenn Sofia die Ehe akzeptiert (aku diberitahu putri kalau sofia menerima pernikahan itu).” Jelas jigs. James masih terdiam, meski hatinya sakit mendengar itu, tapi senyuman masih terukir di wajahnya. Melihat temannya masih bisa tersenyum, jigs merasa kalau james sudah gila saat ini.
“Ich habe dir gesagt, Sofia kann Kevin lieben (sudah kubilang, sofia bisa mencintai kevin)!” balas james tersenyum kecil.
“Du bist okay (kau baik-baik saja)?”
“ja sehr gut ... sehr .. (iya, sangat baik... sangat... ” Senyuman perlahan menghilang.
Tiba-tiba, james mendapat pesan singkat dari kevin, di dalam pesan itu kevin mengatakan ingin bertemu dengannya, hanya mereka berdua saja. James menyetujui ajakan kevin, dia segera menutup laptopnya dan pergi tiba-tiba meninggalkan jigs yang tadi masih berdiri.
***
Sampai di cafe, dua pria itu masih sama-sama menutup mulut mereka, hingga ucapan pertama keluar dari mulut kevin lebih dulu.
“Aku ingin mengundangmu ke acara pertunanganku dengan sofia, aku tahu pasti sakit bagimu mendengar semua ini! tapi kau juga orang yang dekat dengan sofia, jadi aku tidak ingin sofia sedih saat mengetahui bahwa temannya tidak datang!”
“Selamat! tapi jangan cemas, aku akan datang ke acara kalian!”
“Terima kasih!” berbincang dalam bahasa inggris.
“Apa aku boleh meminta satu hal padamu?” tanya james.
“Katakan?”
“Tolong jaga sofia dan selalu membuatnya tersenyum!”
“Itu pasti!!” sama-sama tersenyum, salah satunya dengan menahan rasa sakit di dalam.
***
Sofia saat ini memilih duduk memandang laptopnya dan menulis novel milik kevin yang masih belum selesai. Tangannya berhenti mengetik karena mendapat telfon dari kim hyena.
“Ada apa kak?”
“Kau akan datang'kan ke pernikahan yoon shi-a? saat ini aku dan kim leonard berada di pesawat menuju korea!” tersenyum.
“Aku akan datang, juga aku ingin memberitahu soal pertunanganku.”
“Kau akan bertunangan? wah... selamat ya.. ! kita akan bertemu dan berbincang di korea, oke!”
“Iya!”
“Kalau begitu aku matikan dulu! dah.. ”
Panggilan berakhir, sofia kembali meletakan ponselnya di meja dekat laptopnya, matanya berahli ke kalaung yang ia masih pakai. Sesekali sofia menyentuh liontin berbentuk kepala singa itu.
“Begitu dingin dan keras.” Batin sofia dengan di temani oleh air mata yang lagi-lagi menetes dengan tidak diundang.