![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Sofia dan Putri sudah sampai di kediaman Kim Leonard, saat memasuki rumah itu, suasana begitu sepi entah kemana orang-orang yang ada di dalam rumah.
“Kalian sudah datang! Bagaimana jalan-jalannya, apa menyenangkan?” tanya Kim Hyena yang tiba-tiba muncul. Sofia dan Putri duduk di sofa panjang, juga Kim Hyena yang baru saja menghampiri mereka berdua.
“Sangat menyenangkan! Banyak sekali benda-benda indah dan pemandangan indah disini!” jawab Putri.
“Waktu pertama kali aku datang kemari! Yang pertama aku kunjungi sungai Spree, karena sungai Spree sangat terkenal di sini.” Ucap Kim Hyena.
“Kami juga kesana tadi!” balas Putri tersenyum. Mereka bertiga berbincang-bincang hingga sampai membuang waktu lama, biasa anak gadis.
***
Di Jerman kini sudah malam hari, dan giliran Indonesia yang mulai cerah. Seperti biasa Kevin melanjutkan hari-harinya dengan menggantikan posisi ayahnya sebagai CEO muda. Di dalam kantor, Kevin memandangi ponselnya, rasanya ingin sekali menghubungi seseorang, tapi perasaanya masih ragu.
“Ha... Kenapa aku memikirkannya, biarkan jika dia pergi.” Gumamnya kesal sendiri. Tidak lama saat Kevin melanjutkan kerjanya, laura datang ke perusahaan Kevin dan masuk keruangan nya tanpa di undang.
“Hay, bagaimana kabarmu? Akhir-akhir ini kau tidak pernah menemui ku atupun menghubungiku?” tanya Laura yang masih berharap.
“Apa kau lupa, aku sudah menolak mu waktu itu!” jawab Kevin dingin.
“Apa! Aku pikir itu bohong!” ucap Laura tidak percaya, Kevin terseringai.
“Aku tidak suka dengan sikapmu dan keluargamu! Memang aku pernah mengejar mu, tapi itu dulu sekarang tidak!” jelas Kevin.
“Apa karena wanita itu, siapa, Sofia, iya?” tanya Laura meninggikan suaranya.
“Memang kenapa jika iya! Biar ku perjelas! kau tidak pantas bersamaku, aku mendekatimu karena aku memiliki tujuanku sendiri! Tidak mungkin aku jadi mencintaimu! Jika itu terjadi maka aku bodoh.” Jelas Kevin. Laura kesal dan marah mendengar dirinya dihina seperti itu oleh Kevin.
“Memangnya wanita itu mau dengan sifat sombong mu itu ha.. ? Aku bisa mendapatkan pria yang lebih tampan dan kaya darimu! Dasar pria angkuh!” ucap Laura karena tidak terima. Kevin tidak suka mendengar seseorang menghinanya, apalagi wanita yang dia tidak suka, Kevin berdiri sambil mengambil air putih yang ada di meja kerjanya. Dia menghampiri Laura, lalu menyiramkannya di wajah Laura yang sudah penuh riasan.
“Sudah pergilah! Dan jaga mulut kotor mu itu lain kali.” Ucap Kevin datar, Laura hanya terdiam dan menunduk dengan perasaan kesalnya.
“Pergilah.” Sentak Kevin, Laura kaget dan langsung berjalan pergi dengan tatapan marahnya.
“Beraninya dia mengatakan perasaan orang lain!” gumam Kevin terseringai lalu kembali duduk.
***
“Bagaimana pertemuan Kevin dan penulis Sofia, aku jadi penasaran?” tanya ibu Kevin kepada kakak Naina yang berada di ruang buku.
“Entahlah, Ibu lihat cara Kevin membela Sofia dari hinaan Laura! Meski dia mengatakan tanpa melihatnya, tapi ada yang tersembunyi didalamnya!!” ucap kakak Naina, ibunya tertawa mendengar ucapan Naina. Tidak lama Kevin pulang, saat ini dia memilih pulang lebih awal dengan perasaan lesunya, padahal baru beberapa hari dia kenal Sofia, tapi saat ini sudah memiliki perasaan berbeda apa itu.
“Kevin kau sudah pulang, kemari lah.” Pinta ibunya yang meneriakinya saat hendak masuk ke ruang menuju kamarnya.
“Ada apa?” tanya Kevin.
“Bagaimana kalau nanti malam kau undang Sofia untuk makan malam!” ucap ibunya.
“Tidak bisa, karena dia sedang berlibur di Jerman!” balas kevin yang masih lesu.
Seketika wajah sedih terukir di ibunya.
“Ooo.. Apa itu sebabnya kau tidak bersemangat.” Goda kakak Naina.
“Jangan bicara sembarangan, aku hanya lelah saja!” jawab Kevin.
“Aku tidak tahu apa yang ibu katakan! Aku akan masuk ke kamarku!” balas Kevin lalu masuk ke kamarnya.
“Dan Ibu, tolong sembunyikan identitas Sofia sebagai penulis terkenal!” pinta Kevin lalu melanjutkan berjalan ke kamarnya. Di dalam kamarnya, Kevin memutuskan untuk menelfon Sofia sekali lagi, alasan bisa dia pikirkan nanti.
***
Di Jerman Sofia yang sudah mau tidur meski sudah larut malam dia masih membuka matanya, ponsel berdering.
“Nomer ini lagi.” Kesal Sofia, karena penasaran Sofia mengangkat telfonnya.
“Halo? Halo, siapa?” tanya Sofia tapi masih tidak ada jawaban.
“Jika hanya iseng maka lakukan kepada orang lain, aku tutup telfonnya!” lanjut Sofia yang mau menutup telfonnya.
“Jangan!” ucap dari balik telfon. Sofia seperti mengenal suara orang itu, suara yang sangat membuatnya kesal.
“Siapa?” tanya Sofia.
“Aku Kevin!” jawab Kevin.
“Sudah kuduga! kenapa kau menelfon ku? dan dari mana kau mendapatkan nomerku?” tanya Sofia.
“Aku mendapat nomor mu dari pak rangga! Dan aku menelepon ku karena ingin menanyakan novelku! Iya, novelku! Bagaimana apa sudah selesai?” tanya Kevin yang mencari-cari alasan. Sofia lupa akan hal itu, dia sudah menerima perjanjian itu, tapi untuk saat ini dia tidak menemukan cerita bagus.
“Iya aku ingat, aku masih membuatnya!” jawab Sofia yang berbohong.
“Jangan membuatku menyesal, buatlah yang bagus ceritanya!” pinta Kevin yang selalu saja membuat Sofia kesal.
“Kau itu cerewet sekali ya! Di sini aku penulisnya, jadi itu terserah diriku! sudahlah aku mau tidur, disini sudah malam! Jadi selamat malam.” Ucap Sofia mematikan telfonnya.
“Apa dia selalu mematikan telfonnya tiba-tiba, haish.. dasar.” Gumam Kevin kesal, tapi tersenyum karena sudah mendapat amarah dari Sofia.
***
Karena mengingat novel Kevin, Sofia kembali berjaga dan memikirkan cerita bagus apa yang dia harus tulis.
“Aku sudah menemukan ide!!” ucap Sofia tersenyum, lalu berbaring di samping Putri yang sudah tertidur pulas. Sofia sudah mendapat ide cerita yang akan dia tulis untuk novel Kevin. Di dalam kamar Kim Hyena dan Kim Leonard, Kim Leonard memandangi foto pernikahan mereka.
“Kenapa kau melihat foto pernikahan kita?” tanya Kim Hyena yang duduk di samping Kim Leonard dan bersandar di bahu suaminya.
“Aku tidak menyangka saja, bahwa dulu banyak sekali masalah di kehidupan kita, dan sekarang kau akan memberiku anak pertama kita!” jawab Kim Leonard.
“O, iya, kini Yoon Shi-a sudah memiliki kekasih, dan dia bilang tidak lama lagi mereka akan menikah!” ucap Kim Hyena.
“Benarkah, kalau begitu kita akan datang kesana!” ucap Kim Leonard.
“Pasti, aku juga akan memberitahunya untuk menyewa fotografer yang dulu memotret kita! Lihat foto kita sangat bagus kan jadinya!” ucap Kim Hyena.
“Iya, karena dia fotografer profesional, dia sering sekali pergi keluar negeri karena banyak yang suka dengan hasil fotonya.” Jelas Kim Leonard.
“Siapa namanya?” tanya Kim Hyena.
“James Clark!” jawab Kim Leonard tersenyum.