Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 99


...***...


Daniel masih di rawat, kondisi nya yang awal nya di prediksi akan membaik namun ternyata sebalik nya.


Tubuh nya semakin kering dan lekukan rahang nya semakin jelas terlihat. Warna hitam di bawah mata nya semakin jelas dan dalam.


Kondisi itu membuat keluarga semakin ketakutan, Daniel tidak banyak berbicara dari saat sadar. Kondisi nya benar-benar mengkhawatirkan, dia duduk bersandar, tatapan kosong pun masih tak lepas.


"Bagaimana bisa mencari istri mu jika kau tidak pandai menjaga kesehatan, 'nak?!." Papa Chen baru saja datang dengan syal melilit di leher.


"Pa" Seru Daniel menoleh dan menanggapi kedatangan papa nya.


"Mereka bilang jika kita bicara lebih dulu akan menyelesaikan masalah, yang penting berkomunikasi yang baik ! Prihal kesalahan yang memang benar terjadi sebaiknya dari awal di luruskan sampai tuntas sebelum mengambil keputusan yang akan merugikan orang lain,"


"Bahkan walau hanya dari gerakan tubuh kita mereka akan mengerti, apalagi ini, perempuan yang luar biasa peka dan mengerti ! Kalau tidak ingin bicara pada yang lain, kenapa tidak kepada papa saja ? Mungkin papa bisa membantumu,"


"Sekarang lihatlah, akibat dari banyak nya beban dengan tidak sadar kau lampiaskan kembali pada wine yang dari awal pun kau sudah tahu jika wine untuk sekarang tidak baik untuk tubuh mu !,"


Papa Chen akhirnya duduk di kursi di samping brangkar, menahan tubuh nya dengan tongkat berwarna hitam.


"Papa tidak mengerti, sebenarnya apa yang kau inginkan jiga kami tidak tahu ? Bukan hanya kamu dan Shen, tapi kami pun tidak menduga jika Gary mempertanggung jawab kan perbuatan nya !, Papa mengerti sifat kamu, papa juga mengerti kemarahan dan juga kesedihan kamu, papa sangat mengerti ! Tapi kenapa harus Yuma yang menanggung nya ?,"


"Sekarang lihatlah, kau bahkan terluka oleh keputusan mu sendiri di tambah mantan mu itu menambah kerumitan semakin menjadi"


"Daniel maaf, papa mengirim Xena pergi dari negara ini ! Papa tidak bisa diam lagi, papa takut dia akan merusak hidup mu dan sekarang Shen tengah mengurus keberangkatan Xena !."


Papa Chen tidak biasa nya, dia terhitung jarang berbicara panjang dengan keluarga nya terutama dengan Daniel, paling kalau bicara lama pun masalah bisnis, di luar itu tidak.


Papa Chen nampak tidak peduli, padahal di balik itu dia tipe papa yang sangat care terhadap anak-anak nya tak terkecuali Shen, walaupun Shen anak angkat namun tidak ada di beda-bedakan.


Daniel hanya diam, dia tidak ada tenaga sekedar untuk mengangkat tangan nya, menundukkan pandangan nya seakan tengah meresapi dan memfilter apa yang di katakan papa nya.


...**...


Suara mesin pesawat yang hendak landing terdengar ke permukaan, tertulis G-II Singapore sudah bersiap mendarat.


Hirup pikuk orang-orang yang hilir mudik di dalam bandara terlihat padat, berbagai bangsa dan warna kulit menyatu di sana. Petugas bandara, dan semua bagian-bagian dari bandara menyatu di sana.


Suara dari mikrofon menginformasikan penerbangan dan ada pula memberitahukan pendaratan pesawat.


Yuma dan Xian sudah terlihat di terminal III, mereka datang kembali dengan tidak membawa apapun paling-paling hanya dompet saja. Kaca mata hitam masih bertengger di atas hidung mereka dan berjalan seperti model papan atas, tidak sedikit mereka berdua menjadi perhatian di sana.


Dari balik pintu, di luar sudah terlihat Gary tengah menunggu kedatangan Yuma dan Xian.


"Kak" Panggil Yuma dengan wajah berseri nya. Xian berjalan di belakang karena langkah Yuma yang semakin cepat.


Gary yang bersandar di bahu mobil pun membenarkan kaki nya dan melangkah mendekati Yuma.


"Selamat datang kembali," Sapa Gary memberi pelukan hangat.


"Kalau ngga salah, kemarin ada yang mengatakan tidak ingin kembali dulu ke sini ! Sshh apa aku salah dengar ya!?" Ujar Gary menyeru dengan canda nya.


Bibir Yuma mengerucut. "Kau akan menikah jadi aku harus pulang ! Betapa jahat nya aku jika masih tinggal di sana, lagi pula aku tidak akan lama. Di sana ada bisnis yang harus aku urus lebih intens"


Gary merespon dengan menaikkan satu alis nya diiringi kepala yang sedikit miring.


"Lalu bisnis yang di sini ?." Seru Gary.


"Kalau yang di sini kan sudah lancar, sudah terorganisir juga dan manajemen nya sudah oke ! Jadi aku tidak terlalu khawatir mengembangkan usaha ke tempat lain, lagian bukan nya kakak akan membantu ya ?!" Seru Yuma memainkan kedua alis nya seraya tersenyum nakal.


"Hahaha dasar !!" Gary gemas, dia pun reflek mengacak-acak pucuk kepala Yuma. Xian, dia membuka pintu mobil bagian belakang dan hanya mendengarkan percakapan mereka berdua, sesekali tawa geli keluar dari mulut nya.