Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 127


...**...


Brakk !!!


Pintu di dorong dengan sangat keras, Daniel muncul dari ambang pintu dan Shen berada di belakang nya.


Atensi orang yang ada di dalam seketika berdiri siaga, namun sayang perlahan bibir merekah nya melebar sempurna.


"Hai sayang"


Lambaian tangan tengil nya merebak jijik pada setiap sudut mata Daniel.


"Hei hei hei siapa yang mengizinkan mu duduk di sana, hah ?!"


Telunjuk Shen terulur, badan nya menerjang Daniel yang masih diam terpaku marah di ambang pintu.


"Yaak !!"


Teriak Yuwen. Shen menarik paksa lengan nya sampai pemilik lengan kesakitan.


"Ada urusan apalagi kau di sini, hah ?!" Tajam Daniel, dia berjalan tegap dan tegas menatap mata Yuwen dengan tajam.


"Lepas" Tepis Yuwen pada tangan Shen, saking erat nya pegangan Shen sampai dirinya hampir terhempas saat melepaskan diri.


"Shen, panggil scurity" Ucap Daniel, berjalan memutar menuju kursi kerja nya dan kemudian duduk, menyilang kan kaki dengan memperlihatkan jika dia adalah Daniel Chen yang tidak dapat diperdaya oleh siapapun.


Shen melirik tajam Yuwen sekilas dan segera ke luar dengan ujung bibir melengkung sinis.


Yuwen diam, dia masih berani mendekat.


"Sayang, kita belum selesai dengan urusan kita—"


"Diam di tempat mu, sejengkal saja kau mendekat akan ku patahkan kaki mu" Tekan Daniel dengan sorot mata tajam dan sinis


Yuwen benar-benar tidak tahu malu sekarang, entah apa yang dia rencanakan sebenarnya, kenapa wanita itu begitu berani kembali muncul setelah di permalukan di depan media ramai.


Klek !!


Pintu terdorong kasar, Shen kembali muncul di ambang pintu, ternyata tidak hanya dia melainkan ada dua petugas kemanan di belakang nya.


"Amankan dia, cepat !" Tegas Shen menunjuk ke arah Yuwen.


Yuwen terperangah, dia kembali berdiri tegap namun sedetik kemudian melipat kedua tangan nya arogan.


"Jangan berani kalian sentuh saya !" Tunjuk lekat jemari Yuwen pada kedua tugas keamanan.


Mereka berhenti dan Yuwen pikir ancaman nya mujarab dan dia perlahan melebarkan kedua bibir nya.


"Siapa anda berani memerintah dan mengancam kami ?"


Belum juga kebanggaan nya tergenggam, Yuwen terkejut kedua petugas itu malah menyerang nya balik dengan tekanan


"Mari ikut kami sebelum kami paksa ke luar sari sini!!" Ucap salah satu dari mereka.


Shen menyenderkan sebelah bahu nya di dinding pintu, melipat kedua tangan nya dan meyilangkan kaki nya seraya menonton ketidak maluan Yuwen. Sedangkan Daniel, dia malah sibuk dengan handphone nya tanpa ingin beralih memperhatikan Yuwen.


"Danie— "


Ucap Yuwen namun petugas itu segera menyeret Yuwen


"Yaak lepas, lepaskan saya—"


"Daniel" Yuwen masih berteriak sekencang-kencang nya. Suara nya pun terdengar seperti ada kemarahan di sana.


Orang-orang yang ada di luar berhamburan dari tempat duduk mereka termasuk departemen produksi yang di mana di sana ada teman-teman dari Yuma kerja dulu.


Cibiran mulai melanglang ke atap perusahaan. Nama Yuwen seakan tidak ada habis nya menjadi pembahasan hangat untuk hari ini.


...**...


"Shen, ayo!"


Baru juga Shen hendak duduk di kursi kerja di ruang pribadi nya, Daniel dengan keras membuka pintu.


"Ayo ? ayo kemana lagi, pak ? Jadwal anda jam dua siang dan ini baru jam dua belas!"


Ucap Shen dengan nada kesal dan kemudian mendudukkan bokong nya di atas kursi. Daniel melangkah masuk.


"Paman Arya di rumah, dia membawa hasil tes DNA"


Shen akhirnya menoleh seperti berpikir sebentar, "Benarkah ?" Semangat nya kembali membara.


"Ayo kita pulang saja, jadwal mu akan aku atur ulang. Bagaimana ?!"


Heboh Shen.


"Cih, menjengkelkan " Umpat Daniel dengan mimik wajah malas, dia memilih berbalik mendahului Shen ke luar dari kantor.


...**...


Kediaman Chen gaduh, dokter Arya ternyata memang sudah berada di sana beberapa jam lalu. Mama Ella dan Papa Chen serempak masih menatap tulisan cetak di atas kertas putih yang nyatanya tes DNA itu benar-benar valid.


Kecocokan yang sangat-sangat tidak dapat di elak an lagi jika benar adanya jika Xiao Lin adalah putra kandung dari Daniel Chen.


"Pa dia benar cucu kita, Pa!" Mama Ella benar-benar bahagia sekarang, keyakinan nya tidak lah salah


"Benar, Ma ! Yuma putri ku yang sangat baik, dia tidak akan pernah berbohong pada kita. Syukurlah jika semua nya benar, papa sangat senang" Tutur Papa Chen, di angguki oleh mama Ella.


Langkah kaki cepat menempa gendang telinga, Daniel dan Shen terlihat berlari melewati pintu masuk.


"Paman" Teriak Shen memanggil.


Arya yang tengah meminum air putih hampir tersedak, wajah nya memerah menahan kesal dan akhirnya menoleh kasar.


"Hehehe" Shen nyengir kuda menatap binar bersalah pada paman Arya.


"Ma, Pa" Daniel mendekati kedua orang tua nya


...**...


Yuma duduk di depan manager terkenal seorang aktris yang sekarang juga sudah memiliki agensi penghasil artis-artis berbakat dan juga model-model yang telah merambah ke penjuru dunia.


"Senang bertemu dengan anda, saya pikir kita akan cocok dalam kerjasama ini, nona Yuma!" Ujar wanita cantik itu, kulit putih mulus, sepertinya sudah berumur namun karisma nya masih mempesona.


"Saya pun sangat senang bisa di terima dengan baik di sini,"


"Saya pun yakin mereka akan sukses dalam profesi mereka dan mohon bantuan nya karena saya pribadi akan sangat tegas pada calon-calon di sini"


Ucap Yuma dengan lembut dan penuturan yang begitu tajam, senyum di bibir nya mengisyaratkan jika dia tidak ingin ada yang ikut campur jika bekerja nanti.


"Hahah tentu nona, kami menyerahkan semua nya pada anda!" Ujar wanita itu dengan sangat yakin.