Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 115


Blitz kamera terus berkedip, menyala bergantian dengan suasana cahaya yang tidak begitu terang. Yuma, ya wanita itu tengah melakukan photo model untuk beberapa baju keluaran terbaru.


Tubuh semampai itu tidak menyangka akan sangat cocok menjadi model. Ya, di Singapore, Yuma telah menjadi sosok wanita cantik pujaan semua kalangan wanita dari yang usia nya masih muda sampai yang dewasa. Yuma pun termasuk ke dalam kalangan pengamat fashion.


Apalagi, siapa yang tidak tahu jika Yuma adalah wanita satu anak tapi tubuh nya layak nya seorang wanita yang belum ada riwayat melahirkan.


"Nona tiket pesawat yang anda pesan sudah saya urus dan sudah saya tinggalkan di apartemen anda"


Ucap asisten Yuma saat pekerjaan nya sudah beres. Yuma duduk di ruang rias yang biasa di gunakan oleh para model yang tengah bekerja.


"Ok, makasih ya !" Ucap Yuma dengan senyum ramah seperti biasa.


Asisten nya salah tingkah sampai reflek menutup wajah nya. "Aish anda ini bisa saja" Tepuk nya kecil pada pundak Yuma.


"Uuh ? hahaha" Tawa Yuma terdengar menggelikan, mungkin karena tingkah absurd dari asisten nya.


"Oh dan Tuan Liam juga si kecil Lin sudah menunggu di bawah ! Mereka meminta saya untuk menyampaikan jika anda untuk segera turun ke bawah"


Tutur nya kembali. Yuma mengembuskan nafas nya pelan, senyum tipis pun kembali terulas.


"Baiklah saya ganti baju dahulu setelah itu saya akan pulang ! Eum juga coba kau pergi ke toko kue, tadi aku sudah bilang untuk bungkus dua rasa kue kesukaan mu dan juga adik mu."


Tepuk Yuma berulang dan berlalu pergi di tengah ekspresi nya terharu.


"Kue aku datang!!!" Teriak asisten itu semangat, matanya begitu binar, dia lari dengan memeluk berkas di dada.


Mobil terparkir di depan pintu lobi, Liam dan juga Xiao Lin duduk manis di dalam mobil dengan kaca pintu mobil terbuka.


"Ma" Teriak Xiao Lin. Yuma mempercepat langkah nya dengan melempar senyum pada putra dan juga Liam.


"Hai sayang, ayo cepatlah !." Liam ke luar, membuka pintu mobil bagian belakang.


"Thank" Tepuk Yuma pada pipi Liam dan kemudian lanjut masuk. "Kalian sudah makan ? Kalau belum, kita makan yuk!" Ucap nya lanjut, menanggalkan tas nya dan membuka kardigan nya sehingga hanya mengenakan kaos polos dipadukan dengan jeans berwarna navy light blue.


"Ayo" Sahut Lin begitu senang dan langsung duduk manis dengan sabuk pengaman menahan tubuh nya.


Yuma tertegun, dia menatap selidik dan curiga pada putra nya.


"Kebetulan, aku sudah pesan tempat di restauran China ! Ayo kita ke sana dan berpesta makanan"


"Tentu nya no seafood, khusus untuk Yuma kita tercinta" Lanjut Liam memamerkan deretan giginya serta bulu mata yang di kedip-kedipkan.


"Hahaha kalian ini kenapa ? Ayo cepat jalan, senyum mu tidak akan membuat mobil melaju sendiri" Tukas Yuma dengan senyum geli nya.


"Lets go" Teriak mereka berdua sampai Yuma kembali terperanjat dan hanya bisa geleng kepala tanpa curiga. Di agensi pun tidak ada ramai-ramai dan heboh akan ulang tahun Yuma jadi mungkin sepertinya Yuma memang lupa.


Kemarin Xiao Lin dan juga Liam pergi berburu hadiah untuk Yuma dan mencari tempat makan untuk merayakan nya, tidak lupa juga asisten Yuma yang juga di undang oleh Liam.


Sekitar tiga puluh menitan untuk sampai di tempat, kini restauran China pun berada di depan mata mereka.


Pelayan restauran menyambut dan saat sampai di dalam langsung di arahkan ke ruang vvip yang ada di sana.


Senyum Liam dan juga Xiao Lin tidak luput, Yuma yang melihat itu semakin heran namun enggan untuk bertanya.


"Eh sebentar" Tahan Liam, Lin pun ikut menahan tangan Yuma.


"Ada apa lagi ?." Tanya Yuma malas namun kedua kelopak mata melebar minta penjelasan.


Liam dan Lin kembali memamerkan deretan giginya.


"Astaga ada apa dengan kalian hari ini ?"


"Aku yang akan buka pintu nya" Ucap Liam menggenggam pegangan pintu besi di depan nya.


"Lin-Lin kau sedang tidak menyembunyikan apapun dari mama. 'kan ?!." Selidik Yuma.


Xiao Lin menggeleng cepat.


"Hufhhh ya sudah ayo cepat buka" Kesal Yuma melotot pada Liam yang masih berdiri menatap nya dengan mimik menyebalkan.


Pintu terdorong perlahan, celah dari pintu terlihat gelap sampai akhir nya.


"Selamat ulang tahuuuun"


Teriak orang-orang di dalam begitu riuh, lampu menyala seketika membuat Yuma terkesiap sampai reflek bersembunyi di belakang Liam.


Happy birthday mamaaa


Kaki jenjang itu memutar kembali ke arah pintu, suara anak kecil membuat jantung nya terhenti sejenak. Nafas nya sesak, hatinya sakit.


"Mam selamat ulang tahun"


Xiao Lin di bantu oleh pelayan di restauran membawa kue. Tangan mungil itu menahan kue di atas telapak, dengan senyum halus dan bahagia nya, Xiao Lin secara tidak sadar membuat air mata Yuma menetes.


"Sini, paman pegang" Liam mengambil alih kue nya.


"Make a wish dulu" Lanjut nya pada Yuma. Seketika suasana menjadi sakral, tidak ada suara terdengar walau hanya kekehan kecil.


Mata Yuma tertutup, kedua telapak tangan nya menyatu dan hati berdoa.


"Sekarang tiup" Ucap Liam kala doa yang di panjatkan selesai. Yuma pun meniup lilin.


prok..


prok..


prok..


Riuh tepuk tangan menggema di seisi ruangan. Sekitar Lima orang yang berada di dalam termasuk asisten pribadi nya yang tadi di suruh ke toko kue.


Yuma melirik nya dan yang dilirik hanya nyengir kuda.


"Ma ini untuk mu"


Xiao Lin memberikan kado lebih dulu pada mama nya. Yuma kembali menoleh, meraih kado berukuran kecil dan membawa Lin ke pangkuan.


"Ini untuk mama ?."


"eum" Angguk Xiao Lin.


"Sini mama peluk dulu" Air mata Yuma kembali mengalir, dia tidak kuat dan dia sangat terharu.


"Mama jangan menangis" Kedua mata itu bertemu. Teduh nya mata Xiao Lin membuat Yuma semakin bersalah. Xiao Lin dengan tangan mungil nya menyeka air mata Yuma.


Liam mendekat, dia mengusap pucuk kepala Yuma dengan lembut.


"Selamat ulang tahun" Ucap nya dengan nada yang begitu lembut.


Asisten Yuma beserta rekan yang lain di dunia permodelan pun begitu terharu menyaksikan hal itu.


Yuma menengadah, menggapai mata Liam dan air mata tidak surut sampai Liam pun ikut menyeka air mata Yuma.


"Peluk aku" Pinta Yuma menurunkan dahulu Lin dan langsung memeluk Liam.


"Selamat ulang tahun, selalu doa terbaik dari ku dan tidak pernah berubah dari tahun-tahun sebelum nya" Liam menepuk punggung Yuma dan mengelus kepala belakang nya.


"Terimakasih Liam, aku sampai tidak tahu harus membalas kebaikan mu dengan apa. Aku sangat-sangat menyayangi mu"


Mata berair, pandangan nya terhalang oleh air mata itu. Liam kembali menyeka nya saat wajah Yuma terjangkau oleh pandangan.


Pletak...


"Cengeng"


"Arghhh sakit" Ringis Yuma kala jitakan jemari Liam mendarat di kepala nya.


Hahaha


hahahah


hahaha


Semua orang tertawa, mereka semangat dengan ulang tahun Yuma-kesayangan mereka. Lanjut makan, terselip obrolan dan juga candaan saat ini sehingga terkesan jika ulang tahun Yuma tahun ini patut di syukuri kembali.