Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 114


Yuwen menghadiri acara talk show di sebuah stasiun televisi, gaun pink dengan pernak pernik menempel pada baju nya, bagian bawah gaun terbuka sampai paha dan area dada terbuka sehingga terekspos tanpa sehelai benang pun.


Senyuman dari kedua sudut bibir nya tak luntur, dia terus memamerkan nya, memberitahu jika dia tengah dibaluti kegembiraan.


"Semua acara tv tengah memperbincangkan antara anda dan tuan Daniel, bagaimana perasaan anda tentang marak nya komentar-komentar yang bermunculan ? Tidak kah mengganggu ketenangan anda ? Aku yakin keberadaan tuan Daniel sangat membantu mental anda"


Yuwen meletakan kedua tangan nya rapi, dia kembali tersenyum denhan wajah berseri.


"Hidup sebagai artis tentu harus di latar belakangi dengan kekuatan mental ! Dari awal aku sudah membentuk nya, jika tidak maka tidak akan ada nama Yuwen di dunia pertelevisian"


Ucap nya.


"Dan soal sebuah hubungan, aku bukan tipe orang yang bisa lama-lama menyembunyikan nya ! Aku ingin menghargai pasangan dengan mempublikasikan nya dan aku sendiri akan sangat bangga, terlebih dia adalah ayah dari anak yang sekarang saya kandung dan tentu dalam waktu dekat ini kami akan menikah"


"Aku dapat memastikan kebenaran nya dan mengatakan pada kalian jika memang benar adanya jika anak ini adalah anak dari presdir Daniel Chen"


Penuturan Yuwen sangat tersusun rapih, kepercayaan diri memang harus di acungi jempol terlebih dia termasuk artis papan atas dan sudah lama di dunia pertelevisian. Jadi mungkin keputusan yang dia buat sudah bulat, walau apapun yang terjadi, dia harus mendapatkan Daniel Chen sebelum reputasi nya hancur berkeping.


Tidak apa-apa dia hancur di dunia pertelvisian, kalau sudan berada di samping Daniel Chen, hidup nya tidak akan terlalu miris setelah dampak yang di hasilkan dari perbuatan nya.


...**...


Perusahaan Daniel Chen gempar, mereka nampak heboh dari setiap departemen.


"Lihat lihat"


Wufan me replay video di layar handphone nya dan menunjukkan pada teman-teman nya. Jingyi yang baru datang dari kafetaria ikut nimbrung.


"Dahsyat, udah bikin berita baru aja ni orang !"


"Sshh tapi kalau percaya sepertinya harus pikir dua kali deh ! Soalnya selama lima tahun ini bos kita tidak ada hubungan dengan wanita manapun, tapi mendadak si Yuwen ini menebar berita aneh"


"Bagaimana menurut kalian ?"


Seru Wufan.


Jingyi meletakan lengan nya di bahu Wufan dengan tangan kiri memegang cangkir beling berwarna pink.


"Shen mengatakan tidak benar dan aku percaya pada kekasih ku ! Lagi pula jika berita ini benar mana bisa bos kita setenang itu ?"


Ujar Jingyi. Laoda dan juga Levon menatap Jingyi dengan anggukan dagu mereka.


"Berita besar ini mungkin akan berpengaruh pada saham perusahaan dan tentu saja akan berdampak buruk ! Soal hubungan mereka memang patut di curigai, mana ada datang-datang mengumumkan kehamilan empat bulan. Kan aneh!"


Berita-berita itu sudah merambat ke pertelevisian Asia, sampai Yuma duduk di depan tv dengan bersila di atas sofa setelah pekerjaan rumah selesai, tinggal menunggu putra nya bangun.


"Eumh" Respon nya dengan bola mata memutar malas. Yuma pun mematikan tv dan beranjak menuju kamar putra nya.


"Sayang sudah bangun" Ucap Yuma sedikit berteriak.


"Sudah mam" Sahut Lin kecil seraya menggesek kedua mata nya. Suara serak dan wajah sedikit pucat.


Cup..


Yuma memberi kecupan pada kening putra nya sesekali mengusap pipi chuby nya.


"Pagi ma" Ucap Xiao Lin. Yuma tersenyum manis.


"Pagi jagoan mama"


...**...


"Bibi tunggu sebentar, aku mau ke paman Liam dulu ya! Tunggu sebentar"


Otak itu begitu cerdik dan pintar, Xiao Lin membujuk pengurus nya agar mengantar ke perusahaan Liam, entah apa yang dia inginkan.


Pengurus itu melepaskan Xiao Lin di lobi, menunggu bersama dengan satpam di depan.


Kaki kecil itu melangkah bersama dengan staf perusahaan yang lain. Mereka sudah tahu siapa anak kecil bersama mereka itu sehingga dengan senang hati mengantar.


"Kak terimakasih" Ucap Lin kecil dengan sopan dan mereka malah merasa jika anak kecil itu sangat menggemaskan.


"Kami pergi ya" Pamit staf wanita itu setelah Xiao Lin sampai di lantai di mana keberadaan Liam berada.


Xiao Lin berlari kecil, melewati tempat staf di lantai itu bekerja. Pasang mata mereka tersita dengan anak kecil yang berlari ke arah ruang kantor atasan nya.


Mood mereka langsung bangkit kembali saat melihat wajah Lin kecil yang tampan dan juga imut, senyum mereka melebar kembali dan melanjutkan pekerjaan dengan fokus.


"Paman"


Teriak Lin dia ambang pintu. Tangan seorang sekretaris masih menahan pintu dari luar agar Lin mereka bisa masuk dengan leluasa.


Liam berpaling dari layar laptop nya..


"Hei jagoan, Paman" Seru Liam menyambut Xiao Lin dengan antusias, lalu beranjak berdiri mengampiri.


Sekretaris itu memberi salam dan kemudian menutup pintu kembali dengan senyum nya.


Bisa dikatakan Xiao Lin adalah malaikat kecil mereka, karena saat di pandang mood mereka akan kembali membaik dan celotehan Xiao Lin adalah obat dari pusing mereka.


"Paman ayo antar aku membeli hadiah untuk mama"


Liam melebarkan kelopak mata nya. "Hadiah ? Untuk mama mu ? Memang nya dia kenapa ?."


"Mama ulang tahun besok dan aku belum menyiapkan hadiah untuk nya ! Ayo kita beli sesuatu"


"Ulang tahun ?" Ucap Liam mengulang dengan mengingat-ingat. Lin mengangguk membenarkan.


"Astaga benar juga, besok ibu mu ulang tahun" Liam terperanjat karena ingat jika memang benar besok Yuma ulang tahun.


"Kan! Ayo kita beli hadiah. Terus nenek Lee kasih tahu, dia harus pulang besok"


Liam menarik nafas nya lemas. "Baiklah nanti paman coba hubungi nenek mu lagi. ok! Masalah nya kontak nya tidak dapat di hubungi sekarang, sepertinya ada masalah sinyal di sana"


"Baiklah ! Sekarang aku pergi ke sekolah dulu dan jangan lupa nanti siang jemput aku. Ok!"


"Siap kapten"


Mereka sangat-sangat akur seperti memiliki ikatan ayah dan anak sampai pas pertama Liam membawa Xiao Lin ke kantor menyangka jika dia putra nya karena ada sedikit mirip saat dulu. Maklum masih sangat kecil dan mengharuskan Liam membawa anak itu ke kantor karena Yuma ada urusan mengenai bisnis nya dan pekerjaan nya di dunia permodelan.


Nyonya Lee pun kebetulan ada urusan di luar kota, untuk itu Xiao Lin di titip dulu sebentar pada Liam.


Tapi seiring berjalan nya waktu mereka mengetahui kebenaran nya dan selama lima tahun ini mereka sangat menyayangi Xiao Lin.


Xiao Lin di sayang oleh semua staf kantor, semua keluarga Liam, di sayang oleh karyawan Yuma dan staf di perusahaan model.


Sepertinya jika orang asing bertanya soal Xiao Lin di Singapore, mereka akan menjawab tahu.