Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 97


...***...


Klinting...


Klinting...


Suara benda di depan pintu itu akan menjadi ciri khas toko Kue Yuma yang berada di Singapore.


Yuma mengajak Xian mengunjungi toko nya, Liam tidak ikut karena dia ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


"Kak selamat datang"


"Kak bagaimana,rapih kan ?!"


"Iya kak, kita lembur semalaman karena ingin cepat selesai jadi bisa langsung di pakai"


"Iya kak, aku sudah tidak sabar membuat kue resep dari kakak ! Pasti enak, aku yakin itu !."


Mia, Noah, Olivia dan juga Shopia silih berganti berbicara.


"Ayo ke dapur ! Hari ini kita bikin kue dulu saja dan jangan buka toko dulu jadi besok di etalase dan kulkas sudah penuh dengan kue baru"


Yuma menanggalkan tas kecil nya yang baru dan di berikan pada Xian. Mia, Olivia dan Shopia mereka malah menggoda.


"Cie cie hahaha"


Xian hanya mengulas senyum tipis saja seperti biasa di hadapan wanita dan gadis di luaran.


Yuma hanya geleng kepala saja.


"Tunggu di sini atau mau ikut ke dapur ?." Tanya Yuma sambil jalan. Tiga karyawan itu nampak menunggu jawaban dengan antusias.


"Sana nikmati pekerjaan mu! Kakak ke luar dulu cari makanan untuk mu"


Ucap nya menggantungkan tas Yuma di bahu nya lalu pergi ke luar dan itu nampak lucu dan sangat romantis bagi Mia, Olivia dan juga Shopia.


"Aaaaa kakak dapat pria seperti itu dari mana ? Aku mau dong satu ?!."


Heboh, ya benar sekarang mereka malah heboh.


"Heh nyadar diri kenapa ?! Nagaca ngaca, ngga punya kaca apa di rumah ?! Ya pantas kak Yuma kalau dapat yang kaya pria itu" Noah nyolot, dia serasa sendiri dan tidak punya teman karena kenyataan nya memang seperti itu, di toko dia laki-laki nya hanya sendiri.


"Dih iri bilang bos!." Delik Olivia berlalu pergi lebih dulu ke dapur diikuti oleh Mia dan Shopia yang mereka pun mendelik dahulu pada Noah.


"Hahaha kalian ini benar-benar lucu ya!" Yuma tertawa, dia menggeleng kan kepala nya aneh dengan langkah mengikuti ke dapur.


Dapur lumayan luas, alat-alat untuk pembuatan adonan kue pun sudah lengkap menurut Yuma. Tidak pengap dan tidak sempit, Yuma leluasa saat mengolah dan mengkalis adonan.


Proses itu pun di selingi dengan canda, kenakalan tiga remaja yang tengah menikmati pekerjaan mereka. Tawa dan cekikikan kerap terdengar ke luar sampai-sampai Noah pun penasaran.


"Astaga berantakan sekali" Reflek Noah bergumam di ambang pintu dapur.


Xian kembali dengan kantong di tangan kanan dan kirinya, Noah kebetulan kembali ke meja kasir, merapihkan penempatan barang-barang di sana.


"Kak sini saya bantu" Noah berinisiatif.


Noah semakin semangat, perutnya berbunyi seketika. "Wah sea food" Teriak Noah.


"Itu untuk kalian ! Tuangkan dahulu ke wadah atau piring, ada kan di sini ?!." Ucap Xian mendekati meja kasir dan menarik tisu dari wadah untuk mengelap telapak tangan nya.


Noah berlari berkali-kali membawa wadah dari dapur dan menuangkan beberapa masakan sea food yang nampak menggiurkan, warna merah dan beberapa kecap asin tapi sepertinya itu masih pedas.


Kantung satu lagi berisi makanan berbeda, sepertinya tidak ada mengandung sea food namun warna nya tetap merah, sekilas seperti paha ayam dan chicken original. Noah tidak bertanya karena itu bukan hak nya.


Kebenaran nya, Xian dan Yuma tidak bisa makan sea food untuk itu dia memilih membeli ayam saja.


Xian mengedarkan pandangan nya karena tidak mendapati Yuma ke luar dari dapur.


"Mereka masih belum selesai ?." Tanya Xian. Noah mengangguk membenarkan. Xian pun beranjak berdiri berjalan menuju dapur.


Saat dia hampir sampai, Mia, Olivia dan juga Shopia ke luar dengan kedua tangan mereka membawa kue untuk di simpan di etalase.


"Kak" Centil Mia begitupun dengan Olivia dan Shopia untung saja tidak tersandung. Mata mereka terus mengikuti langkah Xian.


Yuma, wanita itu asyik dengan pekerjaan nya sampai-sampai kemunculan Xian lagi dan lagi tidak dia sadari.


"Daarrr" Xian mengagetkan Yuma, hampir saja adonan itu tidak melayang ke wajah nya.


"Kakak" Pekik Yuma, dia menghentakkan kaki nya karena kesal.


"Hahaha iya iya sorry" Xian melindungi kepala nya dengan kedua tangan saat Yuma hampir melempar nya dengan wadah yang masih terisi adonan.


"Apa ? Ganggu saja deh ah!"


Yuma melanjutkan memikser adonan.


"Makan duku yuk ! Ini sudah hampir siang dan lihatlah kue mu sudah lumayan banyak !," Tunjuk Xian pada kue tar dan juga kue kue kecil yang sudah jadi tinggal di pajang di etalase.


"Sebentar, ini tanggung !"


"Makan dulu ! Setelah selesai kau bebas mau melalukan apapun" Xian mematikan mikser itu dan menarik lembut tangan adik nya.


"Iya sebentar!" Yuma, dia menepis tangan Xian, melepas celemek nya dan membenarkan ikatan rambut.


"Ada yang ingin kakak bicarakan, tapi sepertinya nanti malam saja ! Sekarang ayo isi perut dulu"


Yuma penasaran untuk itu terus bertanya sampai bergabung dengan anak-anak


Mereka kembali tertawa terbahak dan Yuma pun ikut di dalam nya.


Etalase sudah penuh dengan kue begitupun dengan isi kulkas. Di sana desert box di susun rapih dengan berbagai rasa.


"Yeay selesai" Teriak Olivia. menatap kagum pada kue yang sangat menggiurkan itu, padahal Olivia kurang suka dengan yang manis-mania tapi tadi di dapur mereka mencicipi sampel-sampel yang pertama di buat.


"Kalian sudah bekerja keras ! Makasih kerjasama nya,"


"Oh iya, besok toko buka jam tujuh dan nanti Liam akan memberikan template dan beberapa baligo untuk di sebar dan Shopia kau sudah ingat bukan resep yang aku ajarkan tadi ?!."


Selesai briefing, Yuma dan Xian pulang lebih dulu. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.