Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 33


" Kalian ?! ". Selidik Shen masih penasaran ada apa dengan kedua orang di depan nya ini selama dirinya ke luar.


" Apa ? ". Tajam Daniel. " Cepat letakkan makanan nya ". Tunjuk Daniel pada meja kosong. Shen pun menurut saja namun masih dengan ekspresi wajah penasaran.


" Ayo makan dulu ". Ucap Daniel. Yuma beranjak tanpa menolak dan itu membuat Shen semakin menyelidik menatap mereka bergantian.


" Kalian tidak lagi berseteru ? ". Mulut Shen benar-benar ringan sekali. " kalian benar sudah baikan ? wah ini kabar ". Shen benar-benar tidak bisa diam.


" Bisa diam ?". Tekan Daniel.


" Tidak apa, biarkan dia seperti itu ! Mudah bukan untuk mu ? tinggal potong gaji nya saja ? ". Seru Yuma. Tadinya Shen merasa terbang di bela oleh Yuma namun seketika pula dia jatuhkan sekeras mungkin.


" Kau benar, aku setuju ". Ujar Daniel.


" Yak yak yak, potong apa nya ? Ini sudah lewat jam kerja ". Protes Shen berdecak pinggang.


" Lewat jam kerja apa maksudmu hmm ? Jam kerja mu bukan nya selesai jam delapan malam Shen ? Lihatlah tersisa setengah jam lagi ". Daniel menunjuk jam di dinding.


" Kaka macam kau ini ?!". Rajuk Shen terduduk manja di kursi milik Jingyi.


" Kaka ? Kaka apa ? Kalian adik kaka begitu kah ?". Kaget Yuma sampai menghentikan makan nya.


" Sejak kapan ? Bukan nya kau pernah bilang jika kau hanya Asisten nya saja Shen ? Jadi sejak kapan bos mu menjadi kaka mu? ". Yuma benar-benar penasaran.


" Dari dalam perut ". Sahut Shen nyengir kuda.


" Bagaimana bisa ? ". Ceplos Yuma.


" Bagaimana bisa apa nya ? ". Seru Daniel.


" Tidak ada ". Yuma hanya mengulas senyum nya. " Kau kenapa tidak makan ?". Tanya Yuma mengalihkan pembicaraan.


" Kau dulu saja ". Ucap Daniel. Yuma hanya menganggukkan kepala nya.


" Shen makan lah ini masih banyak, sayang jika di buang ". Ucap Yuma memisahkan makanan yang masih utuh dan belum dirinya sentuh.


Shen mendekat dengan menggeser kursi kerja dengan kaki beroda sehingga tidak perlu di angkat.


" Makan lah, aku tahu kau juga belum makan ". Ucap Yuma.


" Kakak ipar ku memang terbaik ". Ujar Shen.


" Kaka ipar ?". Ucap Yuma mengulang.


Plaaakkk. Daniel memukul pelan tengkuk leher Shen. " Jaga bicara mu Shen ". Tajam Daniel.


" Daniel apa yang kau lakukan ? Jangan pernah memukul nya seperti itu ". Yuma refleks memukul lengan Daniel setelah telapak tangan nya di lap dengan tisu.


" Kenapa kau jadi membela nya ? ". Daniel tidak terima.


" Jangan pernah memukul adik mu dengan seperti itu, apalagi pada adik perempuan mu ". Yuma menunjuk Daniel seolah tengah memperingati.


" Kau tahu aku punya adik perempuan ? ". Tanya Daniel.


" Tahu ". Yuma beranjak kembali menggeser kursi nya ke depan laptop.


" Shen ". Daniel menilik Shen dengan tajam, namun Shen hanya merespon dengan mengangkat kedua bahu nya.


Yuma akhirnya merapihkan pekerjaan nya dan hendak pulang. Daniel dan juga Shen masih berada dalam satu ruangan dengan nya.


" Kalian akan menginap di sini ?". Tanya Yuma karena Shen terlihat pulas dalam tidur nya.


" Tidak, kami akan pulang ! Ayo aku akan mengantar mu pulang ". Ucap Daniel.


" Tidak perlu aku bawa mobil sendiri. Kau pulanglah ! Jangan biarkan Shen mengemudikan mobil, kasihan dia ". Ucap Yuma lembut.


Daniel melirik Shen. " Hei bangun ". Guncang Daniel.


" Ayo pulang ! Lanjutkan tidur mu di rumah ". Ucap Yuma.


" Eum ". Sahut Shen berlalu pergi lebih dahulu meninggalkan Yuma dan juga Daniel yang telah bersiap hendak ke luar.


" Ayo ". Ucap Yuma.


" Yuma ". Daniel menahan tangan Yuma dan Yuma reflek berbalik.


" Apa ? ". Datar Yuma.


" Ini benar bukan ? Benar jika kau sudah memaafkan aku ? ". Tutur Daniel. Yuma sejenak memalingkan tatapan nya, namun sepersekian detik dia menatap manik mata milik Daniel.


" Benar, aku mencoba untuk melupakan semuanya ! Hanya untuk malam ini saja, hanya malam ini saja kita seperti ini. Untuk kedepannya kita kenal hanya sebatas atasan dan bawahan tidak lebih dari itu ". Tutur Yuma memegang lengan Daniel yang masih enggan untuk melepaskan tangan Yuma.


" Aku ingin kembali nyaman dengan diri ku, karena hal itu sangat sulit aku dapatkan Daniel. Aku tidak ingin ada trauma yang ketiga kali nya ! Selama ini aku masih bisa membiaskan dan bersabar dari trauma itu, tapi untuk yang ketiga kalinya aku takut tidak mampu lagi ". Tutur Yuma sembari tersenyum lembut dan juga hangat.


" Dengar, aku sudah memaafkan mu pak Daniel ". Yuma menghembuskan nafas nya dan bersamaan dengan itu, Yuma melepas pegangan Daniel.


" Baiklah ". Daniel benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana. Sudah mendengar Yuma memaafkan nya pun hatinya merasa lega walaupun tidak sesuai dengan harapan.


Perusahaan pun sunyi setelah ketiga orang itu pergi, kini hanya satpam yang tetap di sana menjaga keamanan perusahaan.


Di apartemen, Yuma kembali ke luar hendak membuang sampah yang telah menumpuk di dapur nya. Saat dirinya membuka pintu terlihat perempuan tinggi semampai berdiri tegap di depan pintu dengan pakaian long dress tangan pendek nya.


" Dengan siapa ? ". Tanya Yuma menutup penuh pintu apartemen nya. Wanita itu berbalik dan membenarkan tas selempang nya.


" Aku tidak ingin berbasa-basi dengan mu. Jauhi Daniel jika tidak kau akan tahu akibat nya ". Tekannya sembari menunjuk kasar wajah Yuma. Yuma mendilak karena dia pun bingung dengan keberadaan wanita itu.


" Daniel ? Daniel mana ? Siapa anda ? ". Tanya Yuma berturut-turut.


" Kau tidak perlu tahu siapa saya, yang harus kau tahu hanyalah jauhi Daniel. Jika tidak kau akan mati mengenaskan begitupun dengan keluargamu ". Ancam nya.


" Hahahah Wanita gila ". Tawa Yuma menyimpan dahulu plastik sampah itu dan mendekat ke depan wanita itu.


" Siapa anda berani mengancam saya nona ? Saya tidak mengenal orang yang anda maksud, jadi lebih baik anda pergi dari hadapan saya ". Yuma pun tidak gentar walau di ancam oleh wanita tidak di kenal itu.


" Sialan kau wanita murahan !". Dia hendak memukul Yuma namun tangan Yuma lebih dulu menahan nya.


" Jangan melampiaskan kekesalan mu pada ku, karena aku sama sekali tidak tahu Daniel mana yang kau maksud kan itu nona ! Bicara yang jelas baru kau kesal dan marah kepadaku ". Tajam Yuma menepis kasar tangan Xena sehingga tubuh nya terhuyung kasar.


Yuma kembali mengangkat plastik sampah dan melanjutkan langkah nya tanpa peduli dengan wanita yang sama sekali tidak dia kenal.


" Aku Xena, kekasih dari Daniel Chen pemilik perusahaan Chen Group ". Ucap Xena. Langkah Yuma terhenti, wajah Yuma memerah menahan amarah.


" Saya tidak mengenalnya ". Ucap Yuma langsung pergi.


" Heuh mustahil, aku bukan wanita yang bisa kau bodohi Yuma ". Xena terlihat berdiri. Yuma tidak mengindahkan racauan Xena dan terus berjalan dan kini dirinya masuk ke dalam lift untuk turun ke bawah.


" Aku belum selesai bicara dengan mu ". Teriak Xena.


Yuma sampai di bawah dan segera membuang sampah yang sudah mulai tercium bau busuk itu.


" Tidak sopan, aku sedang berbicara dengan kau Yuma ".


" aw ". Ringis Yuma karena rambut nya di tarik kasar.


" Lepas ". Guncang Yuma mencengkram tangan Xena.


" Ssshhh ". Desis Yuma sesaat setelah Xena melepaskan jambak kan nya.


" Jauhi dia atau kau akan tahu akibat nya. Aku pun bisa mencari mu sekalipun itu ke ujung dunia ". Ancam Xena.


" Terserah ". Malas Yuma benar-benar berlalu pergi.Yuma pun tidak bertanya dari mana dia tahu tempat tinggal nya dan dia pun tidak tahu dari mana dia mengetahui nama nya. Yuma sama sekali malas memikirkan nya.


" Awas saja ". Kesal Xena di tambah sikap Yuma yang benar-benar menyebalkan bagi nya