Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 67


Langit menggelap, Papa Chen baru saja tiba diikuti oleh Shen juga Daniel. Mereka memarkirkan mobil nya tepat di depan pintu rumah.


"Malam pa." Shen lebih dulu menyapa pada papa Chen yang terlihat lelah.


Daniel mengambil alih tas dan juga jas papa Chen sedangkan Shen menggandeng papa Chen seperti pasien yang tengah sakit.


"Ma" Ucap Daniel.


Mama Ella bukan menyapa dahulu jagoan-jagoan nya yang baru pulang, tapi malah melewati mereka begitu saja dengan mata mencari-cari seseorang.


"Ma mencari siapa ?." Tanya Daniel sembari meletakan tas dan juga jas yang dia tenteng. Shen membantu papa Chen duduk dan ikut duduk di samping nya.


"Yuma tidak bersama kalian ? Di mana dia ?." Tanya mama Ella dengan mata yang menghakimi para laki-laki yang baru saja pulang itu.


"Yuma ?." Ucap serempak mereka membuat mama Ella bertambah bingung.


Daniel mulai gusar. Segera dia merogoh handphone nya untuk menghubungi Yuma.


"Handphone nya tidak aktif."


Mereka mulai panik, Daniel terus berusaha menghubungi handphone Yuma, namun sayang masih tidak aktif.


Mama Ella duduk dengan amarah mulai pada puncak nya. "Apa yang terjadi ? Tadi dia ke kantor mu dan tidak pulang bersama sopir. Pasti ada sesuatu yang membuat nya marah, 'kan ?,"


"Daniel berhenti dan duduk ! Tatap mama dan katakan ada apa hah ?."


Mama Ella menyentak, Tidak dapat di bohongi, Daniel pun khawatir untuk itu terus mondar-mandir sembari menghubungi Yuma.


"Ma" Shen bergeser memegang tangan mama nya yang mulai mengeras. Papa Chen nunduk dan memijit kening nya.


Daniel duduk tegas menghadap mama nya. Handphone nya masih dia genggam dengan erat sesekali mengecek layar handphone.


"Daniel !." Mama Ella mulai tak sabar.


"Kak, jangan katakan jika aku tidak pernah mengingatkan mu." Timpal Shen yang juga ikut-ikutan tersulut.


"Kalian terus melindungi wanita itu, atas dasar apa ? Dia orang luar. Kakak sepupunya telah menyakiti Erina dan aku tidak akan membiarkan hidup orang-orang di sekitar wanita itu bahagia, "


"Adik ku, Erina dia sampai trauma dan sekarang dia mengandung dalam keadaan psikis yang tidak baik ! Ulah siapa ? Ulah Gary, kakak sepupu wanita itu."


"Dia orang luar, aku akan membalas sakit yang di alami Erina pada nya, agar Gary tahu bagaimana sakit nya kita saat mengetahui saudara nya di perkosa dengan kejam !!."


Suara serak bulat dan menggema itu bagai petir yang saling bersahutan. Papa Chen dan juga mama Ella sampai tersentak kaget dengan kebenaran yang terungkap.


"Ternyata benar, kau menikahi Yuma masih karena ingin balas dendam ??!Daniel, mama dan papa berpikir kau sudah berubah, kami pikir kau benar-benar menikahi dia karena cinta, tapi ternyata kita dengan mudah terkelabuhi oleh sikap dan juga ucapan mu,"


"Mama kecewa pada mu." Mama Ella memeluk Shen, dia langsung menangis di pelukan putra kedua nya.


"Daniel, kau sadar dengan apa yang kau lakukan ?." Timpal papa Chen akhirnya bersuara.


"Sadar pa, aku sangat-sangat sadar ! Sudah lah jangan khawatir, dia pasti pulang sebentar lagi. Mungkin ada urusan di luar dan lupa mengisi daya baterai handphone nya."


Daniel pun menetralkan ketakutan nya. Dalam lubuk hati nya yang paling dalam, dia pun takut kehilangan Yuma, gadis yang sangat dia cintai, namun ego nya masih mengalahkan rasa itu.


Untuk itu dia masih saja bingung dengan dirinya sendiri.


"Astaga Daniel, jangan kelewatan !." Papa Chen benar-benar marah saat ini.


Daniel menautkan alis nya. "Papa membentak ku karena orang asing ? Pa, papa dan kalian yang harusnya sadar. Kalian lupa dengan Erina ? Ma, Pa, adik ku menderita karena pria itu. Kakak dari wanita yang aku nikahi."


Daniel ikut tersulut, dia tidak habis pikir dengan keluarga nya kenapa masih saja melindungi Yuma dan menganggap masalah ini sepele.


"Tapi dia tidak ada sangkut paut nya ! Daniel mama mohon jangan menjadikan Yuma alat untuk amarah mu,"


"Ya, mama juga marah, marah karena pria itu memperkosa Erina. Mama tahu itu ! Tapi Yuma, dia tidak ada urusan nya dengan masalah ini."


Aura di dalam rumah begitu mendebarkan dan mencekam, baru kali ini mereka saling sentak dan bentak, para supir dan pelayan yang ada di rumah tengah berbisik satu sama lain.


"Kasihan nona Erina."


Tutur para pelayan yang tengah berkumpul di dapur.


"Tidak ada urusan ? Tapi bagi ku ada ma. Gary sangat menyayangi Yuma walau baru beberapa bulan ! Aku juga ingin pria itu merasakan sakit saat adik nya mendapatkan hal yang sama. Perlakuan keji dan juga siksa ini sebanding dengan apa yang di terima Erina!!."


Nada suara Daniel menguasai oksigen di dalam rumah, tekanan semakin berbobot, pengap dan juga berat. Mama Ella terus di tenangkan oleh Shen, sedangkan papa Chen memijit kening nya berulang.


Daniel membalikkan badan nya hendak pergi menaiki anak tangga saat semua orang terdiam dengan keputusan bulat dari Daniel. Keputusan yang tak pernah bisa untuk di rubah oleh siapapun.


"Jadi itu alasan nya ?."


Langkah Daniel terhenti saat teguran masuk ke dalam gendang telinga nya.


Semua orang berdiri dan berbalik badan seketika. Ekspresi mereka sudah tak dapat tergambarkan, bersalah, terkejut dan rasa yang lain tercampur aduk.


Daniel pun ikut membalikkan badan nya dengan pelan seperti robot yang hendak menoleh.


Di depan pigura yang begitu besar dengan potret keluarga Chen terpampang di sana, ada Yuma yang tengah berdiri dengan bibir yang terlihat pucat namun sedikit masih segar.


Pandangan nya membeku, jari jemari nya meremas baju samping sampai urat nya menonjol seakan minta ke luar menembus kulit.


"Yuma, mam... "


Ucapan mama Ella belum usai karena Yuma lebih dulu mencegah nya dengan tangan yang mengangkat.


"Kaka ipar..." Shen ikut menimpali.


"Tidak Shen, sebentar. Sekarang giliran aku !." Ucap Yuma.


Yuma berjalan mendekati Daniel yang masih mematung, tatapan mata Yuma benar-benar meminta penjelasan dan juga tanggung jawab Daniel yang telah menikahi nya.


"Jadi pernikahan kita di dasari oleh balas dendam, apa itu benar. Daniel ?!." Yuma berjalan dengan tegap, dia menunjukkan jika dirinya bukan wanita yang lemah.


Walaupun begitu, cairan bening memang lah tak dapat di bendung sampai meronta ingin ke luar dari sudut mata nya.


"Yuma" Daniel mendekat dan hendak meraih tangan Yuma namun Yuma menepis dengan cepat.


Daniel tersentak dengan penolakan Yuma, wanita itu nampak berbeda.


"Aku sudah mendengar semua nya,"


"Sekarang kau hanya perlu menjawab Ya dan Tidak untuk pertanyaan ku. Daniel !!."


Yuma menatap dengan tegas, tak ada yang ikut campur sama sekali.


Daniel terdiam dan berdiri sempurna, kedua tangan di masukan ke dalam saku, memperlihatkan keagungan nya.


"Benar" Jawab nya.


Bukan Yuma yang kini menangis, namun mama Ella menangis di pelukan Shen dengan keras. Yuma menggertakan gigi nya dan remasan jari jemari pada baju nya semakin menguat.


Yuma mengangguk seperti paham akan alur cerita. "Aku iri dengan Erina, dia sangat beruntung memiliki kakak seperti mu." Yuma tersenyum getir dengan embun di mata terus memaksa untuk meluap kembali. Tatapan mata sendu menatap dalam mata Daniel.


Pipi nya juga hidung nya mulai memerah.


Kata-kata Yuma sederhana namun mengandung arti mendalam untuk sang pemilik hati. Nada nya begitu terluka dengan sedikit getaran kecil di bibir.


Daniel terbungkam, dia sangat-sangat di buat kalut dengan respon Yuma yang tegar, tidak marah ataupun mengamuk.


"Erina memang pantas mendapat keluarga seperti kalian, karena aku merasa di memang gadis yang begitu baik sampai-sampai rasa sakit nya adalah rasa sakit keluarga nya juga !,"


"Aku paham kenapa kau melakukan hal ini, "


" Tapi bolehkah aku kecewa terhadap kalian ? Bukan marah dan sakit hati, tapi aku kecewa terutama pada mu. Daniel !,"


"Jika saja kau mengatakan yang sebenarnya dari awal mungkin aku akan paham kenapa sikap mu berubah penuh hanya dalam waktu satu malam."


Yuma yang menguasai pembicaraan sekarang dan berusaha membungkam keluarga itu dengan kata-kata tegar dari hati nya.