
...**...
Kedatangan Daniel semakin ricuh, semua pihak media silih mengambil photo dan video. Di dalam aula pun sudah duduk rapih wartawan.
Daniel di dampingi Shen berjalan ke atas podium yang tingginya hanya beberapa senti saja. Meja dan tempat duduk di depan sudah tersedia dengan dua kursi.
Shen berdiri di samping Daniel dengan membawa map biru yang isinya surat keterangan DNA.
"Selamat malam semua,"
"Terimakasih sudah berkenan datang pada konferensi pers mendadak ini"
"Kalian boleh bertanya setelah saya selesai bicara, tapi maaf sebelum nya jika saya tidak suka berbasa-basi"
Tutur Daniel dengan nada dingin nya, sunggingan bibir pun begitu tipis sehingga satu jepretan photo tak dapat menangkap ulasan itu.
Riuh fans dan beberapa reporter, wartawan serta seperangkat media kembali ricuh kala Yuwen sampai dengan mobil terparkir nyata di depan gedung.
Penjagaan ketat, berita mulai di muat. Masyarakat China menyaksikan dari layar televisi di Rumah dan jalan kota. Tidak ada yang tidak menyaksikan malam ini.
"Yuwen datang" Bisik Shen. Daniel menatap pintu masuk dengan seksama.
Blitz kamera bersahutan, para reporter juga wartawan yang berada di dalam aula heboh.
Yuwen tebar pesona dengan tubuh molek nya.
"Daniel" Sapa Yuwen memegang dadanya lalu sedikit mencondongkan tubuh sopan.
Daniel mengulas senyum tipis dan mempersilahkan Yuwen untuk duduk. Shen sigap menarik kursi agar Yuwen mudah masuk.
"Halo semua, saya Yuwen. Terimakasih sudah meluangkan waktu kalian di sini" Ucap Yuwen tiba-tiba menggapai tangan Daniel lalu melingkarkannya.
Daniel membuka lebar kelopak mata nya, bukan heran tapi dia jijik dan banyak pertanyaan untuk wanita di samping nya itu. Daniel membiarkan sikap Yuwen, dia terlihat tenang dan namun tidak sudi untuk mengikuti alur permainan, karena jika dia seperti itu seolah tengah mengkhianati Istri nya.
Daniel terus berbicara manis, sampai di mana Yuwen malu. Dia tidak menyangka Daniel akan memuji bahkan menyebut nya sebagai wanita yang akan di cari oleh banyak pria karena kebaikan nya.
"Ya saya rasa tidak akan ada pria yang akan menolak karisma dari Yuwen, terlebih dia adalah artis papan atas di negara ini. Semua mengenal nya !"
"Dia tentu cantik, semua orang tahu itu—"
Perkataan Daniel terhenti, kedua bola mata nya menyusuri semua mata orang-orang yang ada di dalam aula.
"Tapi sayang, saya tidak termasuk ke dalam kelompok pria itu"
Ujar Daniel melanjutkan kata-kata nya. Semua kening mengkerut, Yuwen apalagi.
Sorot mata Yuwen menajam, giginya merekat sampai terlihat menonjol.
Pertanyaan silih terlontar, media seketika ricuh dengan pernyataan Daniel. Kenapa bisa dia bicara seperti itu.
Daniel mengangkat tangan nya di udara, memberi isyarat agar mereka tenang.
"Seperti yang kalian ketahui,"
"Berita saya dengan nona ini sangat mendadak dan itu tidak masuk akal di saat selama ini tidak ada berita di media tentang saya"
"Di sini saya membawa bukti pasti, bukti yang akan menunjukkan jika anak yang di kandung oleh nona Yuwen bukan lah anak saya".
" Daniel apa yang kau katakan" Timpal Yuwen mulai protes. Dia ketakutan pasti tapi dia menyembunyikan nya dengan sangat apik.
"Jangan seperti ini, aku tidak terima ! Bagaimana bisa kau tidak mengakui anak mu sendiri ? Kau sangat jahat untuk menjadi seorang ayah, Daniel!"
Ujar Yuwen.
Media mulai bisik-bisik, namun belum ada yang berani bertanya karena keadaan mulai panas dan mereka harus fokus pada objek dan subjek nya.
"Lepas"
Daniel mulai menepis kasar tangan Yuwen.
"Aku ada bukti jika ini anak mu"
"Kalian juga sudah melihat bukti yang saya perlihatkan waktu lalu dan itu membuktikan jika anak ini adalah anak dari Dan—"
"Benarkah ?." Tukas Daniel, memotong perkataan Yuwen. Daniel berdiri, ke luar dari tempat duduk nya menghampiri Shen.
Yuwen mulai gerah, dia tidak nyaman dalam duduk nya sehingga ikut berdiri. Kening nya semakin mengkerut, binar mata nya pun terlihat was-was.
"Ini surat autentik yang saya dapatkan ketika melakukan pemeriksaan dan Paman saya sendiri yang melakukan tes nya"
"Kalian bisa lihat, hasilnya negatif seratus persen"
Daniel membeberkan dan memperjelas surat tes itu pada media. Media semakin riuh, mereka kayaknya ikan koi yang tengah di beri makan, terlihat jelas kelaparan.
"Apa tidak ada kompromi sebelum nya ? Bisa jadi kalian memalsukan hasil tes itu. Bukan kah dokter itu paman mu, tuan Daniel ?!"
Mulut Yuwen memang seperti ular, berbisa dan berbahaya. Media kembali menarik diri, mereka pikir perkataan Yuwen ada benar nya juga.
Daniel menyunggingkan salah satu bibir nya, lebih ke geli karena terdengar kekehan juga dari bibir nya.
"Begitu kah ? Kau pikir, saya hanya memiliki bukti ini saja ? Oh tentu tidak, nona !."
Yuwen terpaku, dia merasa ini berbahaya.
"Shen" Ucap Daniel mengkode.
Shen pun ke luar dengan langkah panjang nya. Semua mata tertuju pada pintu masuk. Arogansi Yuwen semakin memuncak, dia tidak boleh dalam permainan nya sendiri.
Perlahan kelopak mata Yuwen melebar kala menangkap keberadaan seseorang yang sangat dia kenali.
"Siapa dia ?."
"Iya, siapa dia ?"
"Eh bukankah itu dokter Nian?"
Media terus tidak bisa diam mulut nya, rasa penasaran.
"Kau?." Tunjuk Yuwen marah. Dokter itu hanya menunduk.
"Tentu kalian kenal dengan dokter satu ini, bukan?!"
"Dia adalah dokter yang membantu memeriksa hasil tes DNA yang di lakukan oleh nona Yuwen waktu lalu dan apa kalian tahu sebenarnya hasil nya di palsukan dan saya membawa dokter ini sebagai bukti ke dua jika saya bukan lah ayah dari anak yang di kandung oleh nona Yuwen"
Tutur Daniel dengan santai nya, dia menjelaskan dengan penuturan yang tertata tanpa ada rasa takut dan salah dari mata nya.
"Benarkah itu, Dokter ?!"
"Tolong anda katakan yang sebenarnya ?!."
Wartawan pun mulai melontarkan pertanyaan.
Shen memegang erat tangan dokter itu. "Katakan yang sebenarnya". Tekan Shen dengan suara rendah nya sehingga hanya dokter itu yang mendengar.
Dokter itu melirik Yuwen tapi dia lebih takut pada Shen, si wajah polos tapi iblis sebenarnya.
" Be—nar"
"Saya minta maaf, saya sebenarnya hanya di perintahkan saja. Saya membenarkan apa yang di katakan oleh tuan Daniel ! Maaf, maafkan saya"
Dokter itu terus menunduk, dia meminta maaf atas kesalahan nya.
"Yakk"
Yuwen tiba-tiba menampar dokter itu dengan kasar.
"Apa yang kamu lakukan ?." Teriak Daniel. Keadaan semakin panas dan ricuh. Kamera memotret semua kejadian.
"Hiks —hiks kenapa kalian begitu kejam ? Kalian tahu, aku hancur dengan pernyataan kalian. Aku akan menjadi seorang ibu, aku seorang wanita yang menuntut pria nya bertanggung jawab atas benih nya"
"Bagaimana kalian bisa sejahat ini ? Hiks—hiks—"
Yuwen tentu pintar berakting, dia masih merasa memiliki celah di sini.
"Kejam ?"
Suara seorang wanita masuk, semua mata berpaling pada wanita yang tengah berdiri di depan pintu dengan pakaian yang tidak terlalu mencolok, hanya dress turtle brown di lapisi kardigan selutut berwarna putih tulang.
Daniel dan juga Shen mematung, mereka terpaku di tempat juga mata pun tak berpaling, bulu mata pun tidak berkedip.
Yuwen dan juga dokter itu pun menatap selidik dengan kedatangan seorang wanita cantik yang asing di pandangan.
Penonton yang ada di luar, di jalan juga di rumah pun penasaran dengan kedatangan wanita itu.
Di rumah Chen, semua nya tertegun, tidak ada yang bersuara. Mata mereka seakan minta ke luar dari wadah nya.
"Kakak ipar?"
"Yuma ?."
Nama itu ke luar begitu saja dari mulut mereka.
"Pa ayo kita ke sana" Mama Ella seketika beranjak berdiri. Semua orang pun reflek berdiri dan berlarian ke luar rumah.
Begitupun dengan keluarga Yuma. Mama Shuwan, papa Zhao juga Xian berhamburan ke luar rumah untuk menuju ke tempat konferensi pers.