Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 46


Yuma terdiam, dia menatap lurus ujung laut yang seakan setara dengan langit itu, walau kenyataan nya tidak benar. Manik matanya mulai nanar dia tidak mereson pernyataan dari Daniel, kata 'menikah' membuat sekujur tubuh nya membeku.


" Yuma, aku sedang tidak bercanda kali ini." Hembusan nafas yang keluar dari hidung dan juga mulut Daniel terasa berbeda, Yuma merasakan itu.


Kini kedua insan itu berhadapan, saling tatap dengan pikiran yang berbeda, pikiran yang di salah satu kepala merasa penyataan itu terlalu mengada-ngada dan di sisi kepala lain berharap jika ajakan nya tak berbuah penolakan.


" Kenapa ?." Yuma menyeru dengan air mata yang mulai berlinang di pelupuk. Daniel diam, diam menatap segan dan juga yakin pada Yuma.


"Ada hal yang tidak kau ketahui tentang diriku, kau terlalu mengistimewakan aku, Daniel ! Keputusan mu tentang pernikahan apa sudah yakin ?."


Daniel mencari celah untuk maju, rahang yang awal nya menegas kini melembut seiring gemetarnya bibir Yuma. Sudut mata nya mulai basah membuat Daniel semakin merasa harus berjuang dengan sangat ekstra.


Dendam nya harus tercapai, dia tidak akan memberi peluang untuk siapapun yang telah menyakiti keluarga nya.


" Aku yakin dengan pernikahan ini ! Yuma, apa aku terlihat bercanda sekarang."


"Aku tidak peduli dengan masa lalu mu."


Daniel menyeka air mata Yuma dengan punggung telapak jari telunjuk nya. Tatapan itu begitu tulus namun tersimpan banyak dendam yang tertahan.


" Aku tidak hanya mencintai dirimu, tapi aku mencintai hidup mu dan juga semua yang berkaitan dengan dirimu. Yuma percayalah, aku hanya ingin menjaga mu dan mengatakan pada dunia, jika gadis tangguh ini adalah milik Daniel Chen."


Perkataan nya sedikit membuat Yuma terhibur, untuk itu senyuman terulas dari kedua sudut bibir ranum itu.


"Aku akan bicarakan dengan mama dan juga papa !." Ucap Yuma memeluk Daniel begitu hangat.


"Besok keluarga ku akan berkunjung ke rumah mu, bersiaplah !." Bisik Daniel.


Wajah bening dan juga damai itu seketika merona dengan bisikan dari seorang Daniel. Dia sudah lama tak merasakan jantung nya berdebar kembali, Yuma pikir jika hatinya akan membeku, namun ternyata jika sudah waktunya, sanga hati pun tak perlu di paksa untuk mencair, dia akan berubah sesuai dengan waktu yang telah lama berkelana.


...**...


Yuma duduk di antara mama serta papa nya, Wusan pun ikut duduk bersama mereka namun dengan kesibukan yang berbeda.


" Ma, pa." Ucap Yuma mulai serius.


Mama Shuwan dan juga papa Wei pun langsung menoleh pada Yuma, mereka menatap tanya akan putri nya yang terasa gugup saat ini.


" Ada apa, Yuma ?!." Tanya papa Chen mulai fokus, mama Shuwan pun seperti itu.


"Aku akan menikah." Ucap Yuma pada intinya, dia nampak polos saat ini namun juga dewasa dalam bersikap.


"Kakak akan menikah dengan kak Daniel ya ?!." Cengir Wusan yang langsung pikiran nya pada Daniel.


Bukan nya apa namun hanya Daniel, pria yang selalu bersama dengan Yuma selain dengan kakak sepupu dan juga Shen.


"Daniel ?." Seru papa Wei. Yuma mengangguk membenarkan.


"Bagaimana penilaian papa terhadap Daniel Chen itu ?."


"Penilaian bagaimana sayang ? Tentu dia pria yang baik menurut mama, kau bertanya seolah kami baru mengenal nya, ada-ada saja kau ini." Rengut mama Shuwan dengan mencebik kesal.


" Hahah bukan seperti itu ma, aku hanya minta pendapat saja tentang Daniel ! Kan mungkin saja kalian tidak setuju dengan hubungan kami." Suara Yuma terdengar geli akan rengutan daru mama nya itu.


"Papa akan setuju apapun keputusan mu, sayang ! Jika kau bahagia mama kami pun akan begitu, papa terutama, tak ada niatan untuk mengatur hidup mu, semuanya kami serahkan pada mu karena kami yakin kau bisa menata, memilah dan memilih apa yang akan kau tuangkan dalam hidup mu !."


" Untuk Daniel, dia pasti bisa membimbing mu menjalani rumah tangga yang utuh dengan pondasi dari keyakinan dan juga hangat rumah tangga dari rasa cinta serta kasih sayang."


Tutur papa Wei begitu sayang nya pada Yuma seolah rasa itu tumpah semua untuk putri sulung nya.


"Ikuti kata hati mu." Mama Shuwan mengusap punggung telapak tangan Yuma dengan lembut di sertai senyum seorang ibu yang selalu menawan bagi nya.


...**...


Begitupun dengan Daniel, dia pun tengah berbicara serius dengan kedua orang tua nya. Mama Ella kebetulan tengah pulang untuk mengecek keadaan kedua putra nya di China dan meninggalkan Erina sebentar di Singapura.


" Daniel?!." Suara berat itu mulai membius udara di sekitar ruangan sehingga perlahan pengap.


" Daniel, kau sedang tidak bersandiwara bukan ?." Dari mata Mama Ella pun sudah begitu terlihat jika seorang ibu itu benar-benar merasa takut jika Daniel akan mempermainkan Yuma.


" Kita akan berkunjung besok ke rumah nya ! Shen akan ikut juga ke sana !." Ucap Daniel dengan nada yang begitu rendah seolah keputusan nya memang benar adanya dan keyakinan itu dengan mudah nya menutupi niat buruk nya terhadap Yuma.


" Katakan jika kau tidak berniat bermain-main dengan hidup gadis itu, Daniel !." Papa Chen seakan di buat ragu akan pernyataan Daniel yang begitu tiba-tiba, tidak ada angin tidak ada hujan, Daniel memberitahu jika akan menikahi Yuma dalam dekat ini.


" Apa selama ini papa dan mama tidak melihat keseriusan ku pada Yuma ? Ayolah ma, jangan memandangi ku dengan tatapan mu seperti itu."


" Awas saja !." Papa Chen sudah mengancam lebih dulu.


" Awas apa ? Papa tidak perlu mengancam ku seperti itu ! Tidak ada bedanya untuk ku."


Begitulah Daniel, dia terlalu dingin bahkan kadang kedinginan nya seperti cuaca yang kini tidak lagi bisa terdeteksi menurut perhitungan, apalagi menurut perkiraan.