
...**...
"Paman Liam"
Seorang anak kecil berusia lima tahunan berlari kecil dari gerbang sekolah bersama dengan guru wanita seraya bergandeng tangan.
Liam membalikkan badan nya, menutup panggilan telpon dan langsung melempar senyum.
"Paman kau terlambat lima menit !" Protes Xiao Lin kecak pinggang, bibir pun mencebik kesal.
"Hanya lima menit saja, Lin ! Maaf" Cengir Liam meraih tangan Lin. Xiao lin nampak mengantuk kali ini karena sepertinya ini sudah jam dia tidur.
"No paman, aku sudah sangat mengantuk karena menunggu mu datang ! Bukan kah mama sudah bilang pada mu jam berapa harus menjemput ? Sshh kau masih saja bodoh,"
Mulut Xiao lembut dan lucu tapi tajam nya melebihi belati, sampai Liam harus saja mengelus dada nya.
"Iya iya maaf ! Ayo paman traktir es krim. Mau ?." Seru Liam.
"Caooouuu"
Mata Xiao Lin seketika langsung segar, senyum nya pun kembali merekah. Liam, dia sudah tahu kelemahan putra dari teman nya ini karena itu mereka sangat dekat.
"Paman," Ucap Xiao Lin. Dia menoleh manis pada Liam yang tengah menyetir mobil.
"Eum ?." Sahut Liam.
"Aku tidak mau pulang, aku mau ke rumah bibi Kirei saja ! Nanti aku yang bilang. Di sana ada Jun, aku mau bermain bersama nya"
Bujuk nya menunduk, dia takut tidak diizinkan pergi ke sana.
"Tentu, biar nanti paman juga bicara sama ibu mu. Ok!." Seru Liam.
"Benarkah ?! Yeay terimakasih paman, kau memang yang terbaik"
Antusias dan senang nya Xiao Lin menjadi obat lelah mereka, Liam mengacak lembut pucuk kepala anak kecil itu.

...***...
Xiao Lin sibuk dengan eskrim nya, sedangkan Liam tengah menekan bel apartemen milik Kirei.
Klek...
Tittt...
Pintu terbuka, Liam menarik pelan tangan Lin agar mundur sedikit.
"Lin-Lin"
Teriak memekik dari wanita itu malah membuat eskrim Xiao Lin jatuh.
"Mama ada apa ? Lin-Lin What happened ?"
Kirei kaget karena badan nya terhempas ke luar karena tubrukan badan dari Jun-putra nya, Liam pun terkena imbas nya dan tertabrak oleh badan Kirei.
"Huaaaa eskrim ku jatuh !"
"Astaga Xiao Lin, ayo masuk dulu nanti paman Liam beli lagi. Iya kan paman ?! Ayo, aku ada mainan baru untuk mu!" Hua Jun menenangkan Lin yang masih merengut dan menarik tangan nya untuk masuk ke dalam.
Sikap kedua anak itu menggemaskan, Kirei dan Liam saling mengangkat kedua pundak mereka.
"Kau di sini ?"
Axel pun datang dan menyapa, Atensi kedua orang di sana langsung menoleh.
"Sayang sudah sampai ?!." Kirei mendekat dan memeluk Axel sebagai sapaan nya. Liam mengulas senyum.
"Jika begitu saya pamit ya, nanti saya telpon Yuma jika Lin bersama kalian !" Pamit Liam.
"Ok" Sahut Kirei masih memeluk pinggang Axel.
"Ayo masuk"
Perangai nya masih belum berubah dari Axel. Pria itu bertahun-tahun mencoba mencintai Kirei, ibu dari putra nya namun masih terbilang dangkal sampai akhir nya waktu yang menuntun cinta itu sampai di fase 'Ternyata bukan cinta yang dia butuhkan tapi kehadiran akan kepercayaan dan juga kenyamanan yang tengah dia butuhkan untuk mengikat hati' Dan hal itu sudah Kirei lakukan agar Axel benar-benar mencintai nya.
Tiga tahun lalu, tidak sengaja Yuma dan Axel juga Kirei kembali bertemu di sebuah acara yang di mana dia harus menjadi pendamping dari Liam.
Saat itu Axel dan Kirei serta Jun kecil pun datang ke acara itu, tepat nya di Singapore. Kirei masih canggung jika bertemu dengan Yuma sampai dia terus mengekori punggung suami nya begitupun dengan Jun kecil.
"Eh ? Siapa ini, tampan sekali ?!."
Saat itu, Yuma tidak dahulu menyapa Axel dan juga Kirei, dia malah jongkok dan mencubit pipi Jun kecil dengan gemas nya. Dari wajah anak kecil itu, Yuma sudah bisa menebak jika dia putra dari mereka.
"Jun! Panggil aku Jun saja, Bibi" Tidak ada takut dengan orang dewasa, Jun malah memperkenalkan dirinya sendiri waktu itu dengan mengulurkan tangan.
Axel, Kirei dan Liam terpaku akan mereka yang langsung akrab. Yuma bisa membedakan, dia sama sekali tidak ada masalah dengan anak kecil itu jadi untuk apa sikap acuh nya ?.
Sepanjang acara, perlahan mereka mulai berbincang dengan Liam sangat bisa di andalkan, dia senantiasa mencairkan suasana walau belum mengerti ada masalah apa antara mereka bertiga.
Dari saat itu lah mereka mulai dekat kembali, namun tidak ada Yuma yang dulu, yang ada hanya Yuma yang sekarang. Yuma yang penuh kelembutan namun juga tegas membuat Kirei dan Axel tidak percaya jika di depan mereka ini benar-benar Yuma yang dulu pernah mereka sakiti.
Axel dan Kirei bolak-balik China-Singapore karena beberapa bisnis mereka yang baru akan di bangun di sana untuk itu kedekatan mereka semakin cepat.
Jun yang usia nya kurang lebih beda dua tahun kurang sangat senang mendapati Xiao Lin bergabung dengan nya dan bermain bersama nya, serasa dia tidak lagi kesepian.
Sifat Xiao Lin yang aneh tidak membuat Jun menjauhi nya, dia malah semakin menyayangi Xiao Lin sampai kadang dia sengaja membeli eskrim banyak untuk Xiao Lin dan di simpan di kulkas sebagai stok.