
" Kau menemukan nya ? ". Mama Ella begitu marah sehingga tidak bisa di kendalikan.
" Apartemen xx di sekitar hotel berbintang x ma ". Ucap Shen memberi laporan. " Mama tidak perlu pergi, aku yang akan mengurus nya ". Ucap Shen mencegah mama Ella yang hendak pergi.
" Tidak Shen, mama harua bicara dengan wanita itu ". Ucap Mama Ella. Papa Chen yang berada di sana memberi kode agar Shen membiarkan nya pergi.
" Pa ". Seru Shen tidak bersuara, hanya gerakan bibir nya yang terlihat dan papa Chen kembali mengkode agar dia membiarkan mama Ella pergi.
" Aku akan mengantar mama ". Shen masih aja kekeh.
" Lebih baik begitu ". Timpal papa Chen. " Ayo ma ". Shen menggandeng mama Ella.
Papa Chen hanya bisa menghela nafas nya saat mama Ella sudah berkeputusan. Daniel masih terbaring di dalam ruang rawat karena demam, efek dari alkohol pun menjadi perhatian utama saat ini. Arya kembali masuk ke dalam hendak mengecek keadaan Daniel.
" Paman ". Ucap Daniel pelan. Arya dan juga Papa Chen yang berada di sana langsung mendekat.
" Sebentar ". Arya mengecek kembali keadaan Daniel.
" Syukurlah, dia sudah membaik ka ". Ucap Arya kembali mengalungkan stetoskop nya.
" Bagiamana keadaan mu, masih pusing ? atau ada yang sakit ?! ". Seru papa Chen.
" Tidak masalah pa, aku baik-baik saja ". Ucap Daniel.
" Baik-baik saja ? lalu kenapa kenapa kau baru membuka mata mu ?!". Ujar papa Chen. Daniel menatap Arya dan juga papa Chen bergantian
" Kau sudah dua hari tidak sadarkan diri Daniel ". Timpal Arya. Daniel sedikit terkejut karena kembali tak sadarkan diri selama itu.
" Di mana mama ?! ". Tanya Daniel.
" Dia pulang dulu bersama Shen ". Bohong papa Chen enggan memberi tahu. " Minum lah ". Papa Chen mengulurkan air putih dan sebelum itu membantu Daniel untuk terduduk begitupun dengan Arya.
" Kak aku pergi dulu. Jika ada apa-apa segera hubungi aku ". Ucap Arya pamit pergi kepada papa Chen, karena masih ada pasien yang harus di tangani.
" Baiklah terimakasih ". Ucap Papa Chen.
...**...
Di kantor, Yuma bekerja seperti biasa dan kembali bertingkah seperti biasanya seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
" Yuma, kau sakit kenapa sebenarnya ? ". Selidik Jingyi.
" Jingyi benar Yum. Baru kali ini kau sakit dan itupun kami tidak tahu. ! Jimka kami tahu setidak nya kami kirim buah untuk mu ". Timpal Wufan seraya melebarkan bibir nya.
" Yakk, buah apaan maksud mu ?!". Timpuk Lao Da pada kepala Wufan.
" Kalian ini, aku sudah bilang baik-baik saja ". Seru Yuma.
" Jika kau baik, lalu kemarin kenapa kau tidak masuk kerja dan tadi pagi aku melihat kau di antar oleh kak Xian ?. Itu sangat tidak biasa ! ". Seru Jingyi begitu beruntun seolah tengah menarik tersangka untuk berbicara.
" Jika ingin berbohong jangan kepada aku, kau dan aku sudah saling mengenal lebih lama dan aku mengerti bagaimana kamu, Yum ! ". Jingyi terus mencehcar Yuma dengan ucapan nya.
" Ssshhh iya iya iya, sudah jangan terus berbicara seperti itu, telingaku sakit mendengar nya ". Seru Yuma merangkul Jingyi dalam duduk nya.
" Kak Xian begitu keras kepala dan aku tidak bisa begitu saja menolak keinginan nya. Jadi tadi pagi aku di antar oleh nya dari rumah dan kemarin aku benar sakit, tapi tidak terlalu parah! ". Tutur Yuma perlahan menjelaskan dengan singkat.
" Siap kapten ". Yuma berdiri dan memberi hormat kepada Levon dengan senyum semangat nya.
" Berjanjilah ". Ucap Jingyi.
" Iya iya bawel ". Seru Yuma kembali melanjutkan pekerjaan nya.
...**...
Mama Ella melangkah panjang dengan aura dan amarah yang tertahan. Shen melangkah di belakang mama Ella dan segera menggunakan lift untuk menuju ke apartemen wanita itu.
Shen menekan bel dan tidak lama pintu terbuka. Gadis cantik berambut panjang dengan riasan wajah polos, namun mungkin sifat nya tidak sepolos wajah nya.
" Shen, Bibi ? ". Kaget Xena kedatangan tamu yang tidak terduga. " Silahkan masuk ". Xena memandu mereka masuk. Tidak ada senyum dari bibir mama Ella begitupun dari Shen.
Xena lebih dahulu mengambil air minum untuk mereka dan setelah nya dia duduk di sofa bersebrangan dengan mama Ella.
" Bibi bagaimana kabar mu ? Xena sangat senang bibi berkunjung ke sini ". Ucap Xena antusias.
" Apa yang kau lakukan pada putra ku ?! ". Mama Ella langsung menekan kata-kata nya. " Kenapa kau mencari nya lagi Xena ?! ". Mama Ella terus berbicara dengan menekan kata-kata nya.
Xena berekspresi sendu. " Maaf bibi aku sangat merindukan nya, lagi pula aktifitas ku di London sudah usai dan aku kembali untuk nya ". Ucap Xena. Shen sama sekali tidak ingin melihat wajah Xena.
" Kembali untuk Daniel maksud mu Xena ? kau ini tidak tahu malu atau bagaimana hah ? jangan pikir bibi tidak tahu apa yang kau lakukan di sana Xena. Kau begitu menyakiti putra ku dan sekarang kau kembali dengan tidak tahu malu nya ?!". Mama Ella benar-benar marah.
" Aku tidak mengerti apa maksud bibi, aku sangat tidak mengerti bi ". Bantah Xena. " Aku di sana melanjutkan pendidikan ku sembari bekerja, apa yang salah dengan itu bi ?". Bela nya.
" Ya ya ya bibi tahu, tapi itu semua kau jadikan kesempatan karena kau tidak bisa mendapatkan apa yang kau inginkan dari Daniel. Bibi benar bukan Xena ? wanita macam apa kau ini, begitu licik dan kotor, sangat menjijikan! ". Sentak Mama Ella.
" Itu tidak benar bibi, maafkan aku hiks,, hiks,, hiks,, aku sangat mencintai Daniel bi ". Xena menangis terisak.
" Tidak benar ? jika tidak benar bisa kau buktikan jika kau masih perawan Xena ?! ". Tidak tanggung-tanggung, Shen berkata begitu sensitif kepada Xena. Xena menoleh kepada Shen dengan derai air mata.
" Bagaimana ? kau berani Xena ? oh ya, sekarang kau juga sedang kekurangan biaya hidup bukan ? untuk itu kau kembali mengejar Daniel ". Tekan Shen.
" Tutup mulut mu Shen ". Sentak Xena.
" Kenapa ? aku benar bukan ?! ". Seru Shen menyunggingkan senyum nya.
" Jangan mengada-ada, semua yang kau tuduhkan itu sangat salah. Aku benar-benar kembali untuk nya karena aku mencintai nya ". Bantah Xena.
" Bibi percayalah kepadaku ". Xena beranjak dan berlutut di hadapan mama Ella dengan mengatupkan kedua telapak tangan nya.
Mama Ella memalingkan wajah nya ke lain arah dengan jantung yang tengah terpompa cepat.
" Jauhi putraku. Kau terlanjur menyakitinya Xena! Tidak ada juga kesempatan dari kami ". Ucap Mama Ella.
" Dulu bibi pikir kau wanita yang baik tapi ternyata bibi salah besar ! Jauhi Daniel, jika kau masih mendekati nya maka bibi tidak akan tinggal diam ".
" Tidak bibi, maafkan aku hiks,, hiks,, hiks. Aku benar-benar mencintai nya ". Xena terus menangis dan bersujud di hadapan Mama Ella.
" Ayo Shen ". Mama Ella berdiri dan berlalu pergi begitupun dengan Shen. Xena masih dalam posisi yang sama, namun setelah mama Ella dan juga Shen pergi, dirinya bangun dan seketika melempar gelas yang masih terisi air di atas meja.
" Sialan kalian ! Hahaha aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Daniel kembali ". Seru nya sembari mengepalkan kedua tangan. Xena menyeka air mata nya dengan senyum jahat menghiasi bibir.