Cinta Yuma

Cinta Yuma
Eps 41


Dua bulan berlalu, terlihat Yuma tengah menikmati pekerjaan nya tanpa kendala berat, sembari bersenandung jari jemari nya mengkalis adonan kue dan juga tengah membuat krim untuk tambahan nya.


Yuma terlena dengan pekerjaan nya sampai-sampai tidak sadar jika di samping pintu tengah bersender seorang pria seusia dengan Xian-kakak sepupunya.


Yuma hendak mengambil sesuatu di meja belakang nya dan mengibas-ngibas kan jari nya terlebih dahulu seraya membersihkan. Baru saja memutar setengah badan nya, dia sudah terkaget, terperanjat hampir tersandung.


" Aaaaaaaaa." Jerit Yuma.


Yuma kemudian tak lagi mengelus dada nya namun dia menunjuk kasar wajah pria itu. " Yaak bagaimana jika jantung ku copot, apa kau bisa memasang nya lagi ?!." Yuma benar-benar kesal, dia memukul keras dada Gary.


Ya, dia Gary kakak sepupu pertama dari Yuma, dia baru saja pulang dari Singapura.


" Hahahaha siapa suruh terlalu fokus dan mengabaikan ku !." Gary malah tertawa terbahak-bahak akan ekspresi Yuma yang nampak bodoh.


Yuma mencebik kesal sampai dia menekuk wajah nya.


" Iya iya maaf, ok !."


" Ish."


Derap langkah cepat terdengar. " Ada apa ? Apa yang terjadi?." Tentu saja Xian pun ada di sana, mengantar Gary ke lokasi toko.


Dengan wajah gusar, Xian menabrak tubuh Gary hingga tersungkur. " Yuma kau baik-baik saja ?."


Yuma menatap puas pada Gary. " Rasakan." Ucap dengan hanya gerakan bibir. Sedangkan Xian sibuk memeriksa keadaan Yuma.


" Tidak ada yang luka ! Lalu kenapa kau menjerit begitu kencang ?." Heran Xian. Gary kembali tegap.


" Dia kaget akan keberadaan ku Xi ! Biasa terlalu fokus."


" Eumh aku kira ada apa."


...**...


Daniel pun sudah kembali lagi dari Singapura beberapa hari yang lalu dan keadaan nya semakin tidak terbaca. Shen pun tidak mengerti apa yang terjadi dan dia memutuskan untuk mencari tahu namun hasilnya tidak ada yang aneh, keadaan Erina pun masih hidup seperti biasa nya.


" Shen tangani klien yang akan datang, aku ada urusan !!." Daniel berjalan ke luar pintu dengan membuka satu kancing jas nya.


Shen pun mendekat. " Kau mau kemana ?." Tanya Shen cepat.


" Ada urusan Shen ! Sudah lama aku tidak menemui calon kakak ipar mu." Daniel merubah mimik nya berseri namun seketika pula berubah kembali datar.


" Benarkah ?." Semangat Shen. " Ya sudah pergilah, pekerjaan biar asisten mu ini yang menangani." Shen mencondongkan tubuh nya sekitar 75drajat pada Daniel.


Di depan kantor di mana tempat bekerja Xena berada, Daniel mengabaikan keberadaan Xena, dia hanya menganggap Xena hanyalah pegawai nya tidak lebih namun Xena dengan seribu alasan terus mendekati Daniel.


" Daniel." Panggil Xena namun Daniel tak menoleh dan terus meninggalkan area kantor.


" Lakukan saja tugas mu !." Sindir Shen melewati Xena dengan tatapan jijik nya.


Xena kesal dan terus menghentakkan kaki nya ke atas lantai, dia meras mendekati Daniel kembali harus menambah energi nya.


" Lihat saja nanti." Manik mata penuh rencana itu semakin terpatri dan semakin terlihat jelas ambisi nya.


Yuma masih berada di toko kue nya, melayani pelanggan dengan sangat menikmati.


" Yuma." Daniel berdiri di luar toko kue dan memanggil Yuma yang tengah menghidangkan kue pada pembeli di luar ruangan. Yuma tentu saja menoleh dan memberi senyuman manis nya.


" Daniel ? Kau kemana saja ?." Sambut nya dengan pertanyaan. Hati Yuma masih biasa-biasa saja, dia hanya menganggap Daniel juga Shen sebagai teman nya. " Ayo duduk."


Mereka pun duduk berdua namun masih di luar ruangan, Yuma kembali berdiri hendak membawa kue dan juga minuman untuk mereka. Tatapan Daniel begitu dalam terus mengikuti setiap langkah Yuma dengan sorot mata nya.


" Kau harus mencoba nya, ini sangat-sangat enak sekali."


Sepotong kue yang sangat cantik, coklat lumer pun meleleh dari dalam nya dan satu lagi kue rasa vanilla dan Stroberi. Daniel mengulas senyum nya dan meraih kue vanilla kesukaan Erina-adik nya.


" Sangat enak ! Ini sangat enak sekali saya suka." Dan padahal, Daniel tidak suka makanan yang manis-manis.


" Semua pelanggan mengatakan sama seperti itu." Yuma mengedarkan pandangan nya menatap pelanggan yang tengah menikmati kue buatan nya.


" Saya pesan semua rasa buat mama dan juga Shen, mereka pasti sangat suka dengan rasa kue ini !."


" Sangat boleh."


Daniel terus memperhatikan Yuma dengan lekat entah apa yang ada di dalam kepala nya saat ini, tidak ada yang tahu.


" Apa kau ada waktu ? Aku mau mengajak mu makan siang di luar."


Wajah berseri dari Yuma seketika pudar dan langsung menatap tanya pada Daniel. Daniel mengulas senyum nya saat Yuma menatap.


" Jika sibuk bisa lain waktu." Ujar Daniel.


" Bisa, siapa bilang ! Sebentar, aku siapkan kue pesanan mu dulu. Tunggu !." Yuma pun beranjak berdiri masuk ke dalam toko.


Rahang Daniel mengeras sesekali dia mendengus kasar seperti tengah menahan emosi, kedua bola mata pun ikut menajam.


Tidak memerlukan waktu lama, Yuma sudah siap pergi dan di tangan nya banyak paper bag isi kue yang di pesan oleh Daniel.


"Ini." Yuma meletakan paper bag itu di atas meja dan Daniel pun berdiri dan mengambil alih dan segera menyimpan nya di kursi belakang mobil.


" Ayo."


Yuma pun ikut masuk di sebelah kemudi tepatnya di samping Daniel. Mereka pun secepat kilat tak lagi berada di area toko.


Warna langit seakan cepat berubah dan kini mega berwarna merah juga kuning terlukis di atas langit, hal itu menunjukkan jika awan kelabu akan datang. Yuma dan juga Daniel segera ke luar dari restauran yang baru saja mereka kunjungi.


" Salam untuk kedua orang tua mu dan juga Shen ya dan berhati-hatilah jika berkendara." Yuma melambaikan tangan nya saat dirinya telah sampai di depan gerbang rumah.


Daniel pun tanpa ragu berlalu pergi, nafas nya begitu panas entah apa yang terjadi, dari saat dia pulang dari Singapura tingkah nya semakin aneh.


" Apa itu Niel ?." Mama Ella menghampiri saat Daniel meletakan paper bag di atas meja makan dengan sedikit kasar. Daniel tak mengindahkan pertanyaan mama nya dan langsung pergi ke kemar.


" Ada apa ma ? Ini apa ?." Papa Chen pun datang dan sedikit membuka paper bag itu.


" Entah, mama juga tidak tahu." Mama Ella menatap aneh putra nya itu dan tangan memegang ujung paper bag. Mama Ella lalu membuka nya. " Ini kue pa, banyak sekali !." Kaget mama Ella dengan isi paper bag itu.


" Untuk apa dia membeli kue sebanyak ini ?." Papa Chen ikut heran. " Bukankah dia tidak suka yang manis-manis ?." Papa Chen semakin bingung.


" Kalian sedang apa di sana ?." Suara Shen mengagetkan, dia nampak menghampiri kedua orang tua nya dengan jas kantor sudah menggantung di tangan nya


" Uah banyak sekali ! Ma, ayo keluarkan aku ingin mencoba nya." Shen antusias dan menggantungkan jas nya di punggung kursi.


" Tapi ini punya Daniel." Tahan papa Chen yang sudah ikut duduk.


" Daniel ? Dia membeli ini ?." Kaget Shen namun dia seketika teringat jika tadi Daniel ingin menemui Yuma.


" A'ah ini pasti kue dari Yuma. " Lanjut nya dengan semangat ingin cepat mencicipi kembali kue buatan Yuma. " Ma, Pa ayo cicipi, kue buatan Yuma sangat enak ! Aku jamin itu."


" Yuma ? Yuma yang itu kah ?."


Shen mengangguk cepat membenarkan.


" Wah sepertinya ada kemajuan." Senang mama Ella. Dengan tidak sabar papa Chen lebih dulu mencicipi kue itu.


" Ini sangat enak, ma !." Mata papa Chen berbinar seakan baru pertama kali melahap kue seenak itu. Mama Ella pun ikut mencicipi dan respon nya sama.


" Eumh tapi ma, sepertinya ada yang aneh dengan Daniel !. "


" Maksud mu apa Shen ?." Bingung mama ella, begitupun dengan papa Chen.