
"kau jahat tristan, kau meninggalkan ku. kau sama saja dengan mas dewa dan kak rama.. kau jahat tristann.. aku membenci mu."
gumam kanza dalam hati.
"Aku tak meminta banyak, aku hanya minta kau jangan pergi tristan hati ini sudah nyaman saat bersama mu."
...π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅...
sepi di hatiku di saat sendiri
detik jam dinding yang selalu temani
saat kamu tak ada resah aku sendiri
tanpamu, tanpa kamu
sedih hatiku mengingatmu pergi
dan rasa pahit yang ku telan sendiri
saat kamu pergi tinggalkan kisah sedih
ku tak mau kehilangan kamu
cinta janganlah pergi
sudahi semua kisah yang sedih
aku pasti bisa bahagiakanmu
cinta janganlah pergi
sudahi semua kisah yang sedih
aku pasti bisa bahagiakanmu
sayang coba ingat saat kau peluk aku
semua terasa sempurna oh indahnya
memilikimu cintaimu
cinta janganlah pergi
sudahi semua kisah yang sedih
aku pasti bisa bahagiakanmu
cinta janganlah pergi
sudahi semua kisah yang sedih
aku pasti bisa bahagiakanmu
...-Β lirik lagu pochi...
...π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅...
"kanzaaa...!!" teriak seseorang tepat di belakangnya, suara yang sudah familiar di indra pendengarannya. kanza menghentikan langkahnya ia terdiam sejenak, mengira dirinya berhalusinasi, melanjutkan kembali langkahnya.
namun langkahnya kembali terhenti saat mendengar suaranya. memanggil manggi namanya, pelan pelan kanza membalikkan badannya.
ia melihat tristan berdiri dengan senyum terpancar di wajah tampannya..
"tristan." pekik kanza, kanza berdiri mematung di sana terus menatap tristan.
tristan melangkah mendekat ke kanza, ia terus tersenyum. tangannya mengusap pipi kanza yang basah dengan air mata.
"kenapa kau menangis seperti ini kanza." tanyanya.
kanza tidak menjawab, kanza terus menatap tristan dengan mata sembabnya. tiba tiba kanza memeluk tristan dan tangisnya pecah sambil tangan memukul dada tristan.
"kamu jahat tristannn hiksss hiksss... kamu laki laki brengsekkk, aku membenci mu... aku sangat membenci mu jika kamu pergi tristan... hiksss hikss." kanza menangis histeris.
orang orang di bandara menatap mereka. mereka seperti menonton drama korea romantis.
tristan menahan tawanya. tangan mengelus kepala kanza, sesekali mencium kening kanza.
pak ello... aku berhutang pada muuu... sekarang aku tau kanzaaa sudah mencintaikuuu...
"aku takkan pergi kanzaa..." ucapan trisan membuat kanza melepas pelukannya dan menatap wajah tristan dari dekat.
kanza meraih ke dua tangan tristan dan mengenggamnya.
"kamu takkan pergi tristan, kamu gak akan ninggalin aku kan." ucapnya penuh harap.
"tidakkk... aku takkan pergi kanzaa." jawab tristan. kanza kembali memeluk erat tubuh tristan, tristan membalas pelukkannya.
"Berjanjilah untuk tetap tinggal, disini, bersamaku. Jangan pergi, tolong, jangan pernah pergi." pinta kanza terisak isakkk.
"aku takkan pergi kanza." jawabnya mengelus kepala kanza.
"aku mau bersama mu tristan, aku rasa aku sudah mulai mencintai mu tristann, aku tidak ingin kamu meninggalkan ku." celetuk kanza tanpa sadar.
sontak trisan melepas pelukan kanza dan menatapnya dengan serius.
"kau mengatakan apa tadi kanza??" tanya tristan. "kau mulai mencintaiku." sambungnya kemudian.
kanza menundukkan kepalanya, dan mengangguk ia.
"Aku tidak akan pernah bisa mengatakan seberapa banyak aku menyukaimu dan betapa istimewanya dirimu untukku. Akan tetapi, aku bisa mengatakan bahwa duniaku selalu berwarna saat bersama denganmu."
............. bersambun...........