
beberapa hari setelah ku sadar dari koma, aku memutuskan untuk pulang. aku memaksa pihak rumah sakit agar aku bisa pulang dan bertemu kanza.. sungguh aku sangat merindukannya. dan juga aku marah ke ayah karna tanpa sepengatuanku dia memecatnya dari perusahaan.
sebelum berangkat ke bandara, ayah terus menghalangi ku untuk pulang. terlebih kepulangan ku karna ingin bertemu kanza. aku tidak tau mengapa ayah sangat membenci kanza.
"jika kau kembali dengan wanita itu, kau akan melihat jasad ku rama". ancam ayah sidik dengan suara tinggi.
mendengar nya aku menghentikan langkahku dan berbalik ke arah ayah. hati ku terasa di cabik cabik saat ayah mengatakan itu. walau aku dan ayah jarang bertemu, karna ayah selalu di sibukkan dengan perusahaannya di luar negri. aku tetap menyayanginya, hanya dia lah satu satu orang tua yang aku miliki sekarang.
"ayaah...!! kenapa ayah mengatakan hal itu, ayah aku mencintai kanzaa, aku mohon ayah jangan mengancam ku seperti itu". seruku.
"kau bisa kembali dengannya, tapi kau akan melihat jasad ku rama.. ayah tidak rela jika kau harus kembali dengannya lagi..". ucap tuan sidik dengan tegas.
"ayah". bentak rama.
"kau mencintainya, tapi tidak dengannya. coba kau lihat, selama kau di sini. apa pernah dia datang menjenguk mu, mengabari mu, menanyakan ke adaan mu. tidak ada kan". suara tuan sidik semakin meninggi. "coba kau lihat carla, dia sangat mencintai mu. mendengar mu terluka dia langsung kesini datang dan mengurus mu". serunya.
aku terdiam sejenak mencerna perkataan ayah. saat aku baru sadar, aku merasa mendengar kanza dan melihat samar samar dirinya. aku selalu bertanya ke ayah, ayah selalu mengelak tapi aku yakin kanza menemuiku.
"pergilahh, jika kau ingin melihat jasad ayah mu ini".
akhirnya aku pun mengalah, aku tidak ingin ayah ku kenapa kenapa. sejak hari itu clara selalu saja menemui ku, sering kali aku mengusirnya. namun dia selalu mengadu ke ayah tentang sikap ku padanya.
sebulan berlalu, aku membujuk ayah untuk kembali. karna perusahaan ku mengalami masalah. ayah pun mengijinkan namun dengan syarat clara harus ikut dengan ku. huhj... aku kembali mengalah.
setiba ku ke indonesia, aku berencana menemui kanza, namun gadis manja ini selalu saja menghalangi ku. aku ingin mengabari kanza, dan ternyata no kanza telah di hapusnya. aku ingin mencari kanza di sosmed. tapi aku baru mengingat, kanza sudah lama tidak mengunakan sosmed. aku bingung mengabarinya. aku ingin ke rumahnya, namun gadis manja ini selalu saja mengawasiku.
carla mengajak ku jalan jalan ke mall, aku sempat menolak. tapi dia terus memaksa aku pun dengan terpaksa menemaninya ke mall. saat belanja dia mengajakku untuk makan di restoran dalam mall itu.
di saat kami makan di restoran itu, tiba tiba suara gadis kecil, terdengar di telingaku dan sedang memanggil ku. ku menoleh dan kaget saat nabila berlari menghampiri dan langsung memelukku.
"papa lamaa".
"nabila". pekik ku.
"kak dia siapa?? kok manggil kamu papa". tanya carla.
aku tidak menjawab pertanyaan carla. tatapan ku kini fokus ke seseorang yang juga sedang menaatap ku, dia adalah kanza.. wanita yang selama ini ku rindukan. ingin rasanya ku menghampirinya dan memeluknya.
setelah terdiam lama dan kemudian kanza berjalan menghampiri nabila, kanza langsung mengambil nabila dan mengendongnya. kuliat sorot matanya menatap kecewa diri ku. bahkan matanya berkaca kaca.
"za".
"aku senang kakak baik baik saja". ucap kanza terbata bata. "aku pergi dulu kak... maaf menganggu kakak". ucap kanza lalu beranjak pergi sambil mengendong nabila.
aku berdiri dan akan mengejar kanza namun carla menahan tangan ku, membuat ku kembli duduk.
"kalau kakak pergi, aku akan mengadukan mu ke paman". ancamnya.
bersambung