
Di lobby rumah saki
"za,, aku akan mengantarmu sampai kerumah". ucap rama saat berjalan menuju pintu keluar.
kanza menghentikan langkahnya begitu pula dengan rama. "gak usah kak, aku kan bawa mobil". tolak kanza dengan lembut.
tiba-tiba tangan kanza di tarik dewa berjalan keluar rumah sakit. "mas dewa". pekik kanza.
"aku yang akan mengantar mu pulang dan aku juga ingin menemui putriku, aku sangat merindukannya". ucap dewa dingin tetap menarik tangan kanza
tiba-tiba langkah dewa terhenti saat rama menarik tangan kanza yang satunya.
"kak rama". lirih kanza.
wajah rama memerah padam rahangnya mengeras matanya menatap tajam arah dewa. begitu pula dengan dewa.
"lepaskan tangan istriku". teriak dewa dengan lantang.
"kau yang seharusnya lepaskan tangan kanza". balas rama.
dewa pun mengepal tangannya dan maju ke rama dan melayangkan pukulan di wajah rama hingga membuat rama teerjatuh ditanah.
"kak rama". teriak kanza.
kanza yang akan menghampiri rama namun tangannya di tarik kasar oleh suaminya dan menyeretnya menuju mobil milik suaminya.
"mas dewa lepas kan tanganku". teriak kanza dengan kesal. ia memberontak agak terlepas dari cengkraman suaminya. namun tenaganya tak sekuat itu dapat melawan suaminya yang memiliki tubuh kekar.
dewa yang tak menghiraukan istrinya ia membuka pintu mobilnya. "masuk".
kanza tetap berontak. "aku tak mau ikut dengan mu". bentak kanza.
"aku bilang masuk". dewa menarik paksa kanza masuk ke dalam mobilnya.
namun tiba-tiba rama datang menyerangnya dengan pukulan diwajahnya membuat dewa terjatuh di tanah.
"mas dewa". pekik kanza
"sialan". lirih dewa.
ia mengusap darah di bibirnya dan akan kembali berdiri dan akan membalas pukulan rama. namun rama lebih cepat darinya. rama kembali memukul wajah dewa.
"ini untukmu karna telah memukul ku".
bukkk.
"ini untukmu karna sudah menyakiti kanza".
bukkk
"dan ini untuk mu karna sudah membuat kanza menangis".
bukkk.
sekurity rumah sakit yang mendengar suara keributan datang dan melarai rama dan dewa yang sama-sama di penuhi amarah.
"sayang...!!" teriak bella berlari dengan membawa kantung kresek berisi makanan dan minuman.
bella menghampiri dewa dan menyentuh wajahnya yang lebam. "siapa yang melakukan ini padamu??".tanyanya. bella kemudian melirik arah kanza dan rama. "ini pasti ulah kalian kan". teriak bella menunjuk kanza dan rama.
"cihhh... menjijikan sekali". gumam rama pelan namun terdengar di telinga bella.
"apa kamu bilang tadi.... menjijikan". geram bella.
"bella...!! kenapa kau masih disini. pulang sana". bentak dewa menepis kasar tangan bella di wajahnya.
"aku akan pulang bersama mu". seru bella. "apa kah kau tega menyuruh ku pulang sendiri. sedangkan aku sedang hamil mengandung anakmu". sambung bella sambil mengelus perutnya.
bella sengaja mengatakan itu agar terdengar kanza.
"aku balik duluan kak". pamit kanza dengan lesuh ke rama. ia bergegas pergi namun tangannya di tahan rama.
"aku akan mengantarmu".
kanza menghempas tangan rama dengan kasar. "aku bisa pulang sendiri". jawabnya dingin.
kanza pun berjalan menuju mobilnya dan masuk ia tak memperdulikan rama yang memaksa mengantarnya pulang. ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. kanza sudah tak memperdulikan keselamatannya sendiri.
saat ini pikirannya sangat kacau. hatinya kembali sakit dan hancur. ia tak menyangka rumah tangganya sudah berada di ujung tanduk.
sampai kapan... sampai kapan aku akan merasakan sakit seperti ini tuhan...
aku betul betul tersiksa dengan ini semua.
kanza terisak isak di dalam mobilnya ia sesekali memukul stir meluapkan rasa sakit di hatinya.
kanza kembali mengingat masa masa indah nya bersama dewa suaminya dulu
hatinya semakin sakit. ia kembali menangis histeris saat mengingat perkataan bella yang hamil anak dewa.
"aghhhhhttttt". teriak kanzaaa.
saat mobilnya melewati perepatan ada sebuah motor melaju kencang di depannya dan hampir ia tabrak. segera ia banting stir menbelokkan mobilnya menghindari motor itu.
bugggg.
mobil kanza menabrak keras pohon besar di pinggir jalan. hingga depan mobilnya penyok dan mengeluarkan asap.
...bersambung...