
setelah makan rama dan kanza memutuskan untuk pulang. saat sampai di parkiran rama membuka kan pintu mobil untuk kanza. saat kanza akan masuk ke dalam mobil.
"hey kanza". panggil sesorang suara tak asing di telinganya.
kanza menoleh ke arah suara. ia kaget saat seseorang yang ia kenali berjalan mendekatinya. begitu pun dengan rama.
"bella". pekik kanza.
"apa kabar kanza". bella mengulurkan tangannya. saat kanza akan membalasnya. rama menepis tangan bella dengan kasar.
"mau apa kamu ke sini??". tanya rama dingin.
"kak". tegur kanza merangkul tangannya di lengan rama.
"aku hanya ingin menyapa mantan istri pertama mas dewa". bella tersenyum sinis.
"tak....!". kanza menekan tangan rama.
"bellaa...!! kamu kemana saja??". tanya kanza. "aku turun berduka cita yahh atas kematian bayi kamu". kanza menatap iba mantan madunya itu.
"pasti kamu senang kan bayi ku meninggal". bella menatap sinis kanza. "kau pasti sudah mengetahuinya kan bayi itu anak ayah mu yang breengsek itu". ucap bella matanya mulai memerah.
kanza mengangguk pelan. "maafkan ayah ku yah bellaa..".
"apa kau tau ayah mu tak menginginkan bayi ku. itu semua karna mu". teriak bella. "aku menderita sedang kan kamu selalu hidup bahagiaaa... kamu dikelilingi orang orang mencintaimu.. sedangkan aku tak ada satu pun yang menginginkan ku". tangis bella pecah.
"bella". panggil kanza pelan.
"kau tak pantass berada di dunia ini kanza... karna mu hidup ku menderita". teriak bella histeris.
"heyy...!! seharusnya kau sadar kenapa kau menderita. itu karna ulah kamu sendiri". geram rama.
"kakk". tegur kanza lagi.
"hahaahaaa". bella tertawa kerass. "wahh...!! aku sangat irih dengan mu kanzaa... kamu di kelilingi orang orang yang mencintai mu". tawa bella terhenti wajahnya berubah dingin. "tapi mereka akan segera menangisi di depan jasad mu". bella menatap sinis kanza.
tiba tiba bella mengeluarkan pisau di dalam tasnya dan menyerang kanza. namun rama dengan cepat mendorong kanza dan akhirnya dirinya lah yang terkena tusukan pisau.
darah segar mengalir deras di perut rama.. kanza yang terjatuh syok saat melihat kejadian itu di depan matanya.
"kak rama". teriak kanza histeris.
bella melepas pisau di perut rama dan akan menyerang kanza lagi. namun rama menahannya. dengan sisa tenaganya rama melawan bella.
"lepasskan aku... aku harus melenyapkannya". teriak bella.
"kanzaa pergi kanzaa". ucap rama dengan suara lemah. mencoba terus menahan bella dan juga menahan rasa sakit di perutnya.
"aku gak mungkin ninggalin kakak". tolak kanza. "tolongg tolongg". kanza teriakk di parkiran itu.
bella membrontak dan tangannya terlepas dan kembali menusukkan pisaunya di perut rama. mata rama melotot dan memuntahkan darah di mulutnya. rama pun terjatuh dan tak sadarkan diri.
"kak ramaa".
"aku tak bisa melenyapkan mu tapi setidaknya aku telah melenyapkan orang yang kamu cintai". bella pun bergegas pergi dari tempat itu saat melihat satpam dan beberapa orang berlari mendekati mereka.
"bella kau mau kemana". teriak kanza menahan bellaa.. bella yang melihat orang orang semakin dekat pun panik. bella yang masih memegang pisau ia pun menusukkan pisaunya di perut kanza.
"rasakan itu".
bella pun beerlari pergi.
sedangkan kanza memegang perutnya yang sudah mengalir darahnya. kanza pun terjatuh di tanah. pandangannya sudah mulai menghitam, di sisa sisa kesadarannya. kanza mendekati rama dan memegang tangannya.
"kakk". ucapnya dengan suara lemah. akhirnya kanza kehilangan kesadarannya.
...bersambung...
JANGAN LUPA TEKAN LIKEE