
DI MALAM HARI.
kanza kembali menunggu suaminya di ruang tamu. saat waktu menunjukkan pukul 12 pintu terbuka memperlihat kan dewa yang baru pulang.
kanza pun berdiri dan menghampiri suaminya dengan tatapan kosong.
"kenapa mas baru pulang??". tanya kanza datar, ia mencoba untuk tenang.
"tadi aku ada meeting". jawab dewa dengan santai, kemudian berjalan masuk dan mengabaikan kanza yang bediri di hadapannya. namun langkah nya terhenti saat kanza menahan tangannya.
"meeting bersama bella maksudnya kan". teriak kanza dengan kesal ia tak dapat menahannya lagi.
dewa menepis tangan kanza di lengannya dan berbalik menatap kanza. "aku baru pulang kerja, aku kan sudah bilang aku sudah tak memiliki hubungan dengannya". bantah dewa.
"ahh lalu apa yang kamu lakukan tadi bersamanya di rumah sakit dan memasuki ruangan dokter kandungan". teriak kanza penuh amarah.
dewa terdiam sejenak. mencernah yang di katakan kanza.
"apa wanita itu hamil". imbuh kanza
"kenapa kau diam haaaa..!!!". teriak kanza dengan menatap tajam dewa yang di hadapannya.
"diam kau... berani nya kau meneriakkiku". bentak dewa geram.
"aku sudah tak sanggup lagi masss... lebih baik mas menceraikan ku saja". ucap kanza dengan nada frustasi.
PLAKKKK
Dewa menampar pipi kanza dengan keras. membuat kanza hampir terjatuh.
kanza memegang pipinya bekas tamparan suaminya. ia menangiss merasakan sakit sakit yang teramat di hatinya. untuk pertama kalinya dewa menamparnya.
"kau menamparku mas". lirih kanza matanya memerah menatap dewa. air matanya kini mengalir deras di pipinya.
"kamu dengar baik-baik, aku takkan pernah menceraikanmu".tekan dewa.
dan kemudian berjalan masuk meninggalkan kanza.
🍁🍁🍁🍁
di dalam kamar.
dewa membuka jas nya dan melemparnya ke sembarang arah.
"aghhhhhhttt". teriak dewa.
drttttt drtttt
telpon masuk dari bella. dewa pun mengangkatnya.
**DEWA: ADA APA BELLA??
BELLA: SAYANG PERUTKU SAKITT.
DEWA: AKU AKAN KESANA**
dewa pun mematikan telponnya dan bergegas pergi dengan tergesa gesa tanpa menganti bajunya.
saat ia turun dewa berpapasan dengan kanza yang akan menaiki tangga.
"kamu mau kemana lagi mas???" tanya kanza.
"bukan urusan kamu". jawab dewa ketus.
dewa pun pergi dan tak memperdulikan kanza yang memanggilnya.
"aghhhhhtttt...!!! kenapa kau berubah mass.. hiksss hikssss,,". gumamnya.
aku tak mampu lagi tuhan. hatiku ini sangat sakit aku tak tahan lagi.
**🍁🍁🍁🍁🍁
kediaman rama**
rama yang sedang berdiri di balkong ia menatap bintang bintang di langit. kemudian memejamkan matanya.
#**flasback on#
5 tahun yang lalu**
di malam harinya di sebuah danau yang telah di hiasi lampu-lampu menambah suaasana-suasana romantis.
rama memegang sebuah kotak kecil berisi cincin berlian. rama tampak gusar dan mondar mandir di pinggri danau sesekali menarik nafasnya untuk menenangkan dirinya.
rama berusaha untuk tenang.
"kanzaa..!! aku sudah lama menyukaimu. dan aku sangat mencintaimu, aku ingin kamu jadi pendampingku, maukah kau hidup bersama ku dan menemaniku hingga ku tua nanti. menikahlah dengannku aku berjanji akan selalu membahagia kan mu". ucap rama yang berlutut dengan tangan kanan ke atas menyodorkan sebuah kotak cincin seolah kanza berada depannya .
ia sedang latihann dan menyusun kata untuk melamar kanza.
"ahhh... ini terlalu kakuuu". gumam rama yang kemudian berdiri.
badannya sangat gemetar sesekali melirik jam di tangannya. menunggu kedatangan kanza.
rama menghadap ke danau ia menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar dengan mata terpejam.
"kak rama". panggil kanza tiba-tiba di belakangnya.
rama pun membuka matanya dan berbalik. kotak kecil berisi cincin di tangannya ia sembunyikan di belakang punggungnya.
"kakak ngapain ngajak aku bertemu disini??". tanya kanza menatap dirinya.
seketika badan rama kembali bergetar. seolah mulutnya berat untuk mengungkapkan isi hatinya. "za...!! a-aku__ " kalimatnya terpotong saat seseorang datang.
"sayang,, kenapa kamu lama sekali". potong dewa yang menghampiri kanza.
"sayang". lirih rama bingung.
"mas dewa aku kan udah bilang tunggu bentar di mobil aja". ucap kanza.
"di dia siapa za??". tanya rama.
"astaga aku lupa kak, ini kenalin mas dewa". dewa mengulurkan tangannya dan segera dibalas oleh rama. "dia pacar ku kak". ucap kanza.
deggg.
rama menjatuhkan tangannya saat kanza mengatakan pacarnya. hatinya seakan-akan di tusuk beribu-ribu pisau.
"pa-pacar kamu za??" tanya rama dengan syok.
"ia kak. ya udah ya kak, aku balik dulu yah". pamit kanza.
kanza dan dewa pun pergi meninggalkannya di pinggir pantai. rama hanya terdiam di posisi nya tadi.
...FLASBACKOF....
"sampai saat ini, aku masih mencintaimu za". lirih rama
...BERSAMBUNG...