
Acara resepsi sudah usai. kanza dan tristan masih di ruang make up. mereka sedang ganti baju.
kanza segera pergi ke kamar mandi, badannya sudah sangat lengket, dan dia merasa sangat lelah. kanza berendam di bathtub dengan air hangat, dan sabun di sediakan di sana. 30 menit kemudian ia keluar. Dia sudah menganti pakaian dengan pakaian yang dia bawa dari rumahm
kanza sudah kembali segar. Dan kini giliran tristan yang membersihkan diri. Tim make up yang sudah selesai berkemas pun pamit, pada kanza dan tristan.
kanza dan tristan masih ada di sana. tristan membaringkan tubuhnya. dia masih merasa lelah, dan akhirnya dia tertidur.
kanza membangunkan tristan karena sebentar lagi azan magrib akan berkumandang.
"tristan... tristann, ayo bangun. udah magrib...." ucap kanza pelan. " aghttttt....!" tiba tiba tristan menarik tangan kanza, hingga tubuhnya membentur dada tristan. tristan melingkar kedua tangan di pinggang ramping kanza. wajah mereka saling berhadapan sekarang, membuat wajah kanza berubah seketika.
"kamu sangat cantik sayangg.. akhirnya kamu menjadi milikku."
"tristan, kamu sudah mengatakannya berulang ulang." jawab kanza tersenyum kecil. tristan pun juga tersenyum.
"aku sangat bahagia bisa menikah dengan mu kanza. apa kamu juga bahagia??" tanyanya.
kanza mengangguk pelan, tristan tersenyum, lalu mengerucutkan bibirnya. kanza tahu tristan akan menciumnya.
"udah adzan tristan. kita shalat dulu yah." ajak kanza.
"sun dulu dong sayang." pinta tristan dengan manja.
"shalat dulu, baru sun tristan." ucap kanza tegas.
kanza dan tristan beranjak dari sana, lalu berwudhu dan shalat berjamaah untuk yang pertama kalinya.
mereka meninggalkan kamar hotel, dan pulang kerumah tristan. kanza terpukau dengan rumah mewah milik tristan seperti istana. memiliki halaman yang luas dan rumah yang sangat besar. jauh dari rumah dewa dan juga mantan mertuanya.
kanza turun dari mobil, ia melihat di halaman ada banyak bunga bunga dan di samping rumah juga begitu memiliki taman yang cantik dan luasa.
"apa kamu juga menyukai bunga tristan??" tanya kanza sambil memperhatikan bunga bunga berjejer di halaman rumah tristan. kanza menghampiri bunga mawar putih dan menghirup aromanya.
"a aku menyukai bunga karena wanita yang aku cintai sangat menyukainya." jawab tristan berdiri di belakang kanza.
............................
speaclhees.... kanza sungguh tidak bisa berkata apa apa saat masuk kedalam rumah.
di dalam sudah di dekor dengan begitu indah. banyak sekali bunga, dan pernak pernik berbentuk hati, juga lilin lilin kecil yang menyala menghiasinya. di tambah aroma terapy kesukaannya. kelopak bunga mawar merah bertaburan di lantai.
kanza kaget saat melihat foto fotonya terpanjang di dinding ruang tamu tristan.. foto foto saat dirinya tampil di prancis 5 tahun yang lalu. dan juga beberapa foto foto saat masih menjadi model.
kanza melihat ada banyak foto fotonya. kanza berbalik ke arah tristan yang berdiri di belakangnya.
"tristan inii..."
tristan hanya tersenyum, lali mendekati kanza dan memeluk pinggangnya dan merapatkan tubuhnya. tristan menatap kanza. begitu juga dengan kanza. tristan tetap saja terlihat tampan, padahal mereka berada di ruangan hanya di terangi lilin.
"aghhhtttt."
tanpa di duga. tiba tiba tristan mengendong kanza ala brydal style, dan membawanya ke dalam kamar berada di lantai dua.
"tristan aku bisa jalan sendiri." pinta kanza saat suaminya menaiki tangga. ia takut suaminya keberatan dan terjatuh.
"usshhhh...!" tiba tiba tristan membungkam mulut kanza dengan bibirnya. ia sudah tak tahan lagi.
"mmmmmmmghhhhh."
mereka pun sampai depan kamar dan tristan baru melepas ciumannya. ia menurunkan kanza di atas tempat tidurnya. tristan merebahkan tubuh kanza perlahan.
"kanzaa....!!" tristan memandang wajah kanza yang berada di bawahnya. "sungguh aku sangat bahagia... terima kasih telah menerima cintaku... Aku diciptakan untuk mencarimu, dan menunggumu, dan menjadi milikmu selamanya." tristan mengecup kening kanza sangat lama. kanza memejamkn matanya. sudut matanya basah mengeluarkan butiran kristal. ia terharu mendengar kata kata tristan.
"berjanjilah tristann... untuk mencintaiku selamanya, dan takkan mengkhianatiku." ucap kanza.
"aku akan selalu mencintaimu kanzaa... aku hanya milikmu dan aku takkan pernah mengkhianati mu. percayalah."
"aku percaya pada mu tristann... aku harap kamu tidak menghancurkan kepercayaan ku padamu."
**bersambung.
#gantung lagiii😂😂**