
...JANGAN LUPA LIKE AND VOTE...
.....
suara ketukan keras dari pintu mobilnya menyadarkan kanza yang berada di dalam mobil. ia meringis kesakitan di kepalanya. darah berjatuhan dibajunya. ia mengalami benturan keras di kepalanya.
"nonaa...!!" panggil seseorang dari luar. "nona anda baik-baik saja". ucapnya lgi.
kanza pun membuka pintu mobilnya dengn tangan satunya memegang keningnya. untung saja ia memakai sabuk pengaman jadi lukannya tak seberapa. namun benturan yang di alaminya cukup keras membuat kepalanya sangat pusing.
"anda tak apa-apa nona". tanya pria itu. wajah kanza tak terlihat karna tertutupi oleh rambutnya.
"tolong saya... kepalaku sakit". ucap kanza pelan memejamkan matanya kepalanya semakin lama samakin sakit.
orang itu pun melepas sabuk pengaman di badan kanza. ia melihat seksama wajah kanza dan merapikan rambut di wajahnya karna penasaran.
"kanza". pekik pria itu yang tak lain adalah tristan.
"tolong saya...!!" saut kanza yang hampir kehilangan kesadaran
tristan pun mengendong kanza keluar dari mobilnya. ia syok melihat darah yang banyak menetes di bajunya.
"astaga kanza kepalamu berdarah". pekik tristan.
"tuan...!! bisa mengantarku pulang... anakku sedang menungguku di rumah". ucap kanza dengan lemah. dan kemudian ia tak sadarkan diri.
tristan yang panik kanza kehilangan kesadaran. segera membawanya kedalam mobilnya. ia pun melaju mobilnya dan mencari rumah sakit terdekat. tangannya bergetar ia tak menyangka akan bertemu gadis impian nya dalam keadaan seperti ini.
gadis yang membuatnya berada di negara itu. awal pertemuannya dengan kanza di negara prancis. saat itu kanza sedang mengikuti ajang fashion show. sejak hari itu tristan mengidolakan kecantikan kelembutan kanza.
bahkan ia mengikuti kanza hingga kembali ke negaranya. karna itulah ia membangun cabang perusahaan nya di negara tersebut dan belajar bahasanya. namun ia harus menerima kenyataan pahit saat ia mengetahui gadis impian nya menikahi dan membuatnya kembali ke meksiko. 3 tahun berlalu ia kembali karna perusahaannya ada sedikit masalah dan ialah yang harus turun tangan menangani nya. dan saat itu pula dewa mengajukan kontrak padanya. setiap calon clientnya ia selalu teliti memilihnya dengan mencari data-data dari calon clientnya. saat ia mengetahui dewa suami dari kanza dan sedang selingkuh dengan sekretarisnya. membuat tristan kembali memiliki peluang memiliki kanza.
.....
di UGD.
dokter keluar dari ruangan tersebut. tristan yang sedang gelisah langsung menghampiri dokter.
"bagaimana keadaannya dok??". tanya tristan.
"boleh saya masuk dok". tanya tristan.
"silahkan tuan. pasien juga sudah sadar". jawab dokter tersebut.
tristan pun masuk kedalam dan menghampiri kanza yang sedang terbaring lemah di atas bangkar. kepalanya yang luka dan lengan kiri telah di tutupi perban.
"anda baik baik saja???". tanya tristan pelan.
"aku baik baik saja. anda siapa??". saut kanza.
"aku yang menolong mu tadi".
"thans".
tiba tiba kanza teringat akan putrinya di rumah. "astaga nabila". pekik kanza yang mencoba bangun.
"hey...!!! jangan bangun dulu kepala mu sedang terluka". ucap tristan menahan kanza bangun.
"anakku sedang menunggu ku di rumah... aku harus pulang". ujar kanza sedikit memaksa.
"anda harus berada di sini dulu... anda belum sembuh nona". seru tristan.
"aku harus pulang. anakku menunggu ku sejak tadi". bentak kanza.
tristan menghela nafasnya. ia tak dapat memaksa kanza berada di rumah sakit. "baiklah,, aku akan mengantarmu".
"a-aku bisa pulang sendiri". tolak kanza.
"ini sudah hampir subuh nona... bagaimana bila hal buruk terjadi lagi pada anda bila anda pulang sendiri. anda tak usah takut saya orang baik-baik". gerutu tristan.
kanza mengendus kesal. "baiklah".
setidaknya aku pulang sekarang... nabila pasti menungguku dan menangis.
...bersambung...