BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 57 # KEDATANGAN TUAN ADRIAN


kanza dan nabila sudah berada di rumah mereka. kanza tengah menemani nabila bermain di taman. kanza duduk termenung di kursi panjang. beberapa hari sudah ia berada di rumahnya.


sejak pulang dari bali. rama tak pernah lagi mengunjunginya dan tak menghubunginya juga. padahal sebelum kebali rama selalu mengunjunginya. dan tiap hari menghubunginya. ingin rasanya dirinya kekantor rama. namun ia malu karna belum adaa panggilan untuk pemotretan.


entah apa yang saat ini terjadi pada dirinya. sejak perceraiannya dengan dewa. hanya rama lah yang selalu menemaninya dan menghiburnya di saat dirinya sedih dan hancur.


rama lah yang membuat dirinya bisa kembali tertawa. jauh di lubuk hatinya. perasaan kanza ke rama sudah mulai tumbuh kembali. namun kanza mencoba untuk tak terbawa perasaan. ia sadar ia hanyalah janda beranak satu yang tak pantas untuk rama yang masih bujang.


apakah menolak rama adalah kesalahan besar atau sudah terbaik buatnya dan rama.


saat dirinya masih terbuai dalam pikiran nya. bi siti datang menghampirinya.


"nyonya..!". panggil bi siti membuyarkan lamunan kanza.


"ah iya bi... ada apa??". tanya kanza gugup.


"di depan ada tamu nya". jawab bi siti.


kanza berdiri.. wajahnya berubah semringah. apakah ramaa...!!.


"kak rama yah bi??". tanyanya lagi.


"bukann nyonya.. tamu nya laki laki sudah agak tua sih nya.. tapi wajahnya masih ganteng". ucaap bi siti senyum malu malu.


"siapa ya bi... aku kedepan dulu yah bi... titip bila ya bi". ucap kanza yang berlalu pergi.


kanza pun tiba di ruang tamunya. namun tak mendapatkan siapa pun. tatapannya beralih pintu luar. ia melihat laki laki berjas sedang berdiri membelakanginya. kanza tak merasa asing dengan postur tubuh orang itu.


kanza berjalan mendekat ke orang itu.


"anda siapa yah".


orang itu pun berbalik memperlihatkan wajahnya. kanza kaget saat melihat wajah orang di hadapannya itu. wajah kanza memerah dengan mata membulat sempurna menatap orang itu.


"kenapa anda ke mari??". tanya kanza dingin.


orang yang berdiri di hadapannya. ada lah tuan adrian. ayahnya, ayah yang telah meninggalkannya dengan ibunya. ayah yang telah membuat ibunya sakit dan meninggal kaarna merindukannya. ayah yang tega lebih memilih wanita lain ketimbang dirinya dan ibunya.


luka itu masih membekas dalam hatinya. ingatan saat dirinya berlari mengejar mobil ayahnya yang pergi meninggalkannya hari itu. ingatan itu kembali terngiang ngiang di kepalanya.


"aku merindukan mu nak".


Kata kata yang di lontarkan ayahnya. semakin membuat amarahnya naik ke ubun ubunnya. sakit hati yang di rasakan dulu kembali di rasakannya.


"rindu...!!". tekan kanza menatap tajam ayahnya. "kalau kau rindu... kenapa kau baru datang menemuiku. kenapa bukan di saat ibu masih hidup kau datang".


"maafkan ayah nakk".