
...**JANGAN LUPA LIKE π AND VOTEπ...
......DI BAWAH......
...YAH...
......π......
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
kanza yang baru saja keluar
dari ruangan tempat ia melakukan
transfusi darah untuk bayi bella.
ia tampak lemah dan sedikit pusing.
dewa yang melihatnya pun langsung
menghampirinya mencengkram
bahunya namun tak menyakiti kanza.
"bagaimana bisa kau mendonor
kan darahmu ke bayi wanita itu".
teriak nya dengan kesal.
"apa sih mas...!!" kanza kesal.
dengan kelakuan dewa padanya.
"kenapa mas sangat marah...
mas harus bersyukur bayi mas
mendapatkan donor darah".
sambungnya.
"untuk apa menolong bayinya.
biarkan saja dia mati". teriak
dewa.
"mass...!!". tegur kanza dengan
kesal. "hati mas terbuat apa sih,,
begitu tega dengan anak kandung
mas sendiri".
"bayi itu bukan anak kandung ku
kanza". teriak dewa kesal.
"bukan anak...!! bukan anak
apa maksud mu mas??". tanya
kanza.
"wanita itu telah menipuku...
bayi itu bukan bayi ku kanza".
seru dewa dengan nada frustasi
ia pun dengan lemah duduk
di lantai.
"jangan bercanda mas??".
tegur kanza.
"aku tak bercanda kanza,, darah
bayi itu tak sama dengan golongan
darah ku dan wanita itu. dapat
di pasti kan bayi itu bukan darah
dagingku.. wanita itu telah menipuku".
teriak dewa geram.
kanza yang syok mendengar
perkataan mantan suaminya.
tanpa sadar menghampiri dewa
dan menyentuh pundaknya.
"sabar mass". kanza menenangkannya.
....
2 hari kemudian.
bella yang sudah sadar setelah
ia melakukan oprasi sesar.
"sayang". lirihnya.
saat membuka mata. orang pertama
yang ia lihat adalah dewa
suaminya.
"dimana bayi kita sayang???".
tanyanya dengan suara lemah.
ia tak menyadari tatapan membunuh
dewa kepadanya.
"sayang..! kenapa kau diam".
bella yang akan menyentuh
tangan dewa segera ditepis
oleh dewa.
"sudah puas kau menipuku??'
teriak dewa.
bella mendengar mengkerutkan
keningnya.
"menipu apa sayng??". tanya bella
pelan.
batin.
"bayi itu bukan anakku". teriak
dewa.
astaga...!! dia mengetahuinya.
mata bella melotot karna syok.
ia tak bisa berkata-kata.
mulutnya terasa berat untuk
berbicara.
"wanita sialan".
dewa yang sudah tersulut emosi
tanpa sadar tangannya mencekik
leher bella.
"sa-sayang". teriak bella suaranya
tertahan karna dewa menekan
kuat lehernya hingga membuat
dirinya berat untuk bernafas.
"mass...!! apa yang kau lakukan".
teriak kanza yang segera menghampirinya. dewa yang sadar
apa yang dibuatnya segera melepas
tangannya dari leher bella.
hukk
huk
hukk.
"apa kau mau membunuh istri
mu". seru kanza.
"dia bukan istriku... dia penipu".
teriak dewa.
"mass...!! sudahlahh". bentak
kanza.
"kenapa kau ada disini???
kau bahagiaaa dan akan mengejekku".
teriak bella tanpa dosa.
"akan aku robet mulutmu
kalau kau meneriaki kanza
lagi". gertak dewa.
"mass..!!" tegur kanza. "aku akan
pulang". pamit kanza. "mas jangn
berbuat hal hal yang akan merugikan mu
sendiri". pesan kanza untuk dewa.
.....
"sayangg...!!! maafkan aku...
aku gak bermaksud menipu mu".
bujuk bella..
"siapa ayah bayi mu itu???
aku akan mencari nya dan
menyuruhnya bertanggung
jawab". tanya dewa dengan
kesal.
"siapa ayahnya...??
cepat katakann". teriak dewa.
"atau aku akn menyobloskan
mu ke penjara. karna kau
telah menipuku. akan aku pastikan
kau membusuk di dalam sana".
gertak dewa.
seketika wajah bella memucat
mendengar ancaman dewA.
ia mengeleng gelengkan kepalanya.
"aku gak mau di penjara".
tolak bella dengan tangisnya
pecah.
"kalau kau tak mau di penjara
katakan siapa ayahnya??".
"Namanya tuan adrian". ucap
bella dengan pelan.
"siapa dia??".
"dia adaalah mantan mertuamu
ayah kandung dari kanza".
ucap bella dengan gagap.
"apa tadi kau bilang??".
...bersambung...