BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 42 # BUKAN ANAKKU


...**JANGAN LUPA LIKE πŸ‘ AND VOTEπŸ‘‡...


......DI BAWAH......


...YAH...


......πŸ‘‡......


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


kanza yang baru saja keluar


dari ruangan tempat ia melakukan


transfusi darah untuk bayi bella.


ia tampak lemah dan sedikit pusing.


dewa yang melihatnya pun langsung


menghampirinya mencengkram


bahunya namun tak menyakiti kanza.


"bagaimana bisa kau mendonor


kan darahmu ke bayi wanita itu".


teriak nya dengan kesal.


"apa sih mas...!!" kanza kesal.


dengan kelakuan dewa padanya.


"kenapa mas sangat marah...


mas harus bersyukur bayi mas


mendapatkan donor darah".


sambungnya.


"untuk apa menolong bayinya.


biarkan saja dia mati". teriak


dewa.


"mass...!!". tegur kanza dengan


kesal. "hati mas terbuat apa sih,,


begitu tega dengan anak kandung


mas sendiri".


"bayi itu bukan anak kandung ku


kanza". teriak dewa kesal.


"bukan anak...!! bukan anak


apa maksud mu mas??". tanya


kanza.


"wanita itu telah menipuku...


bayi itu bukan bayi ku kanza".


seru dewa dengan nada frustasi


ia pun dengan lemah duduk


di lantai.


"jangan bercanda mas??".


tegur kanza.


"aku tak bercanda kanza,, darah


bayi itu tak sama dengan golongan


darah ku dan wanita itu. dapat


di pasti kan bayi itu bukan darah


dagingku.. wanita itu telah menipuku".


teriak dewa geram.


kanza yang syok mendengar


perkataan mantan suaminya.


tanpa sadar menghampiri dewa


dan menyentuh pundaknya.


"sabar mass". kanza menenangkannya.


....


2 hari kemudian.


bella yang sudah sadar setelah


ia melakukan oprasi sesar.


"sayang". lirihnya.


saat membuka mata. orang pertama


yang ia lihat adalah dewa


suaminya.


"dimana bayi kita sayang???".


tanyanya dengan suara lemah.


ia tak menyadari tatapan membunuh


dewa kepadanya.


"sayang..! kenapa kau diam".


bella yang akan menyentuh


tangan dewa segera ditepis


oleh dewa.


"sudah puas kau menipuku??'


teriak dewa.


bella mendengar mengkerutkan


keningnya.


"menipu apa sayng??". tanya bella


pelan.


batin.


"bayi itu bukan anakku". teriak


dewa.


astaga...!! dia mengetahuinya.


mata bella melotot karna syok.


ia tak bisa berkata-kata.


mulutnya terasa berat untuk


berbicara.


"wanita sialan".


dewa yang sudah tersulut emosi


tanpa sadar tangannya mencekik


leher bella.


"sa-sayang". teriak bella suaranya


tertahan karna dewa menekan


kuat lehernya hingga membuat


dirinya berat untuk bernafas.


"mass...!! apa yang kau lakukan".


teriak kanza yang segera menghampirinya. dewa yang sadar


apa yang dibuatnya segera melepas


tangannya dari leher bella.


hukk


huk


hukk.


"apa kau mau membunuh istri


mu". seru kanza.


"dia bukan istriku... dia penipu".


teriak dewa.


"mass...!! sudahlahh". bentak


kanza.


"kenapa kau ada disini???


kau bahagiaaa dan akan mengejekku".


teriak bella tanpa dosa.


"akan aku robet mulutmu


kalau kau meneriaki kanza


lagi". gertak dewa.


"mass..!!" tegur kanza. "aku akan


pulang". pamit kanza. "mas jangn


berbuat hal hal yang akan merugikan mu


sendiri". pesan kanza untuk dewa.


.....


"sayangg...!!! maafkan aku...


aku gak bermaksud menipu mu".


bujuk bella..


"siapa ayah bayi mu itu???


aku akan mencari nya dan


menyuruhnya bertanggung


jawab". tanya dewa dengan


kesal.


"siapa ayahnya...??


cepat katakann". teriak dewa.


"atau aku akn menyobloskan


mu ke penjara. karna kau


telah menipuku. akan aku pastikan


kau membusuk di dalam sana".


gertak dewa.


seketika wajah bella memucat


mendengar ancaman dewA.


ia mengeleng gelengkan kepalanya.


"aku gak mau di penjara".


tolak bella dengan tangisnya


pecah.


"kalau kau tak mau di penjara


katakan siapa ayahnya??".


"Namanya tuan adrian". ucap


bella dengan pelan.


"siapa dia??".


"dia adaalah mantan mertuamu


ayah kandung dari kanza".


ucap bella dengan gagap.


"apa tadi kau bilang??".


...bersambung...