
"maaf kamu bilang". suara kanza meninggi. "aku takkan pernah bisa memaafkan mu". air mata kanza menetes. "karna mu ibu ku meninggal... ibuku meninggal karna ulah mu... kau menyakiti hati ibu... ibu sakit dan meninggal karna mu". isak kanza.
"nakk... maafkan ayahh".. tuan adrian memohon.
"jangan pernah menyebut anda ayah... anda sama sekali tak pantas di sebut ayah".. seru kanza. "sebaiknya anda pergi... jangan menemui ku lagi". usir kanza menunujuk pintu gerbang.
"kanzaa". lirih tuan adrian.
"tolongg... anda pergii, jangan pernah menemui ku lagi". ucap kanza dengan tegas.
tuan adrian menghela nafasnya. dan bergegas pergi meninggalkan kanza dengan langkah lemass. ia tak menyangka kanza sangat membencinya.
........
kanza maasuk kedalam kamar dan menguncinya. ia menyadarkan dirinya di pintu dan merosot duduk.. air matanya tak berhenti mengalir di pipinya setelah bertemu ayahnya.
sejujurnya aku ingin memeluknya tuhan... aku sangat merindukannya. tapi mengingat saat dia meninggalkan ku dengan ibu. rasa benci itu lebih besar ketimbang rinduku. wajahnya mengingatkan wajah ibu yang tiap hari bersedih. menangisi kepergiannya demi wanita lain. wajah ibu ketika ibu sakit. ibu selalu menyebut dan merindukkannya.-
kanza menangis sejadi jadinya. di usia remaja.. ia harus membantu ibu nya bekerja. membagi waktu nya dengan belajar dan bekerja. dan pada saat itulah ia memulai karirnya menjadi model sampul majalah. namun pada saat memulai karirnya. ibunya meninggal membuat kanza sangat terpukul. kehilangan ibunya membuat dirinya hampir depresi. tapi ibu rama dan rama selalu menyemangatinya. hingga membuat dirnya bangkit dari keterpurukan.
di usia 18 tahun ia sudah menjadi model terkenal. usia yang sangat mudah..
.........
di rumah sakit.
"dokk...!! suster bayi ku mana... bayi ku manaaàa". teriak bella beberpaa perawat mencoba menenangkannya.
"bellaa...!! sadarlah... ikhlas kan bayi mu". bujuk ibu dewa.
"kamu siapaa....???". tanya bella menatap ibu dewa. "apa kau bisa kedokter meminta bayi ku". pinta bella dengan pelan. "aku mau bayi kuuu... cepat ambil kan". teriaknya lagi dengan keras.
"bu..!! sepertinya dia udah gila". bisik siska pada ibunya.
"siska diam kamu". tegur ibu dewa.
"aku ingin bayiku". suara bella melemah setelah suster menyuntikkan penenang di infusnya. bella kembali tenang dan akhirnya tertidur.