BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 34 # PESIDANGAN


1 minggu kemudian


hari ini adalah persidangan pertama perceraikan kanza dan dewa. yang di ajukan oleh kanza.


kanza yang sudah bersiap-siap kepengadilan dengan membawa pengacara terbaik dari rama membantunya di persidangan.


saat ini ia memandangi wajahnya di cermin di meja riasnya tampak raut wajah kesedihan di wajah cantiknya.


aku berharap semua ini hanya lah mimipi buruk... aku tak menyangka pernikahannku sudah berada di ujung perceraian..


kanza memejamkan matanya air matanya kembali menetes. ia menghela nafasnya dengan berat.


bila ini jalan terbaik... aku akan mencoba mengikhlaskannya.


ia mengusap air mata dipipinya.


aku harus kuat menjalani ini semua....


tuhan restuiii keputusanku ini.


setelah merasa hatinya mulai sedikt tenang kanza pun mengambil tasnya dan berdiri bergegaas pergi. saat ia akan keluar dari pintu rumahnya. ia berhenti saat rama berdiri di teras rumahnya.


"kak rama". panggil kanza.


rama yang membelakangi kanza menoleh kearahnya. "kanza". balas rama.


"kau disini??". tanya kanza heran.


"aku akan mengantar mu pengadilan. pak satria pengacara sudah berada di pengadilan menunggu mu".


"tidak usah kakk... aku berangkat sendiri saja". tolak kanza. "mobilku sudah selesai di servise". sambungnya.


"aku takkan membiarkan mu menyetir mobil lagi". ujar rama dengan tegas. ia pun kemudian menarik tangan kanza masuk kedalam mobil.


....


sesampainya di pengadilan agama.


kanza dan rama turun dari mobil dan menghampiri pak satria pengacaranya yang sudah menunggunya.


5 menit kedatangannya.


dewa pun telah sampai bersama pengacaranya. dewa berjalan menghampiri kanza dan melirik rama yang berada di samping kanza dengan pandangan tak suka.


"halo kanza...!!" sapa dewa.


"halo mas". balas kanza canggung.


"silahkan tuan nyonya persidangan akan segera di mulai".


kanza pun masuk bersama orang-orangnya dan di susul oleh dewa suaminya.


kini kanza dan dewa duduk berseblahan. sesekali dewa melirik kanza yang sama sekali tak pernah menoleh kearahnya. tatapannya kedepan.


...


hakim mengetuk palu menandakan sidang di mulai.


persidangan pertama adalah pemeriksaan gugatan perceraian, yang disebut dengan sidang perdamaian.


kanza menolak keras adanya mediasi. ia ingin segera masalahnya cepat selesai agar ia bisa menjalani hidupnya kembali. bukti-bukti perselingkuhan dewa adalah alasan perceraian yang di ajukan oleh kanza. namun kanza tak menyebutkan kdrt yang pernah dilakukan dewa kepadanya.


ia tak mau ayah anaknya akan terjerat hukum.


....


....


...Di malam harinya...


dewa yang baru pulang kerumahnya. penampilan nya begitu berantakan. jas yang dipakainya tadi entah kemana. kini ia hanya memakai kemeja putih dengan kancing baju terlepas hingga keperutnya. memperlihatkan dada putihnya.


ia turun dari mobil. dewa berjalan sempoyongan memasuki rumahnya.


"sayang". teriak bella menghamipirinya. ia sejak tdi menunggu dewa di rumah nya.


"kamu di sini". dewa menepis tangan bella saat akan merangkul lengannya. "jangan menyentuhku". geram dewa.


"aku sejak tadi di sini menunggumu.. bagaimana persidangan mu dengannya. apa berjalan lancar". tanya bella antusias tak memperdulikan sikap dewa saat ini padanya.


dewa menoleh ke arah bella menatapnya dengan tajam.


"kau puas". teriak dewa dengan lantang membuat wajahnya memerah urat-urat di lehernya sangat terlihat.


"tentu saja aku sangat puas... karna sebentar lagi kau akan menikahi ku". seru bella dengan bahagia.


seketika tangan dewa mencengkram keras dagu bella dengan kasar. membuat wanita itu kesakitan.


"le-lepaskan sayang". ucap bella terbata-bata.


dewa menghepas wajah bella.


"pergilahhh...!! jangan pernah menampakkan wajahmu itu di hadapanku". usir dewa.


"apa kau bilang... kau mengusirku". pekik bella.


"pak dimaannnn". teriak dewa.


laki laki berbaju satpam menghampirinya.


"a-ada apa tuan". ucap pa diman ketakutan.


karna sejak tadi ia melihat pertengakaran mereka dari jauh. ia baru kali ini melihat dewa semarah itu.


"seret wanita ini... jangan biarkan dia masuk ke dalam rumahku". perintah dewa.


bella langsung menarik tangan dewa dengan memohon. "jangan mengusirku sayang... aku ingin disini bersama mu".


"aku bilang pergi".


...bersambung...


.


.


.


.


.


...**Pengkhianatan tidak hanya menghancurkan hati, tetapi juga menggelapkan jiwa. tidak akan pernah melupakan rasa sakit seperti kabut yang selamanya tertinggal di lubuk hati ....


...* JANGAN LUPA LIKE AND VOTE***...