BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
S2-PART1


satu minggu kemudian.


Tristan, Kanza, Nabila dan bi Siti tiba di Bandar Udara Internasional KotaMeksiko (bahasa Spanyol: Aeropuerto Internacional de la Ciudad de México atau AICM) juga dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Benito Juárez.


Bi Siti kegirangan pertama kali menginjakkan kakinya di luar negri. begitu juga dengan Nabilaa. Kanza merasa senang melihat orang yang di sayangnya bahagia.


di depan bandara sudah ada mobil panjang berwarna hitam dan satu orang berdiri di dekat pintu, yang telah menunggu kedatangan mereka.



orang yang berdiri dekat mobil langsung membuka pintu saat melihat majikannya.


"Bienvenidos señoras y señores (selamat datang tuan dan nyonya." sapa Asisten tristan di Meksiko.


Tristan mengangguk dengan wajah datar, kanza yang tidak mengerti bahasa yang di gunakan orang itu hanya tersenyum kecut.


"silahkan masuk sayang." Tristan mengarahkan istrinya, Nabila dan bi siti masuk ke dalam mobil terlebih dahulu. setelah semua masuk barulah gilirannya.


Asisten Tristan tersenyum tipis melihat perlakuan pada Istrinya. baru kali ini melihat Atasannya bersikap manis pada seseorang. ini sesuatu yang langkah.


namun ia senang karna wanita yang selama ini di sukai tuannya kini telah mereka sudah bersatu dalam ikatan pernikahan.


setelah tuannya masuk ke dalam mobil. Asisten James namanya, ia menutup pintu dan kemudian masuk ke dalam mobil di dekat sopir.


Tristan duduk di dekat Kanza dan juga memangku Nabila.


Kanza dan bi Siti mengangga melihat isi mobil, lengkap dengan mini bar dan juga sebuah telvisi led. mereka bisa karaokean di dalam sana. mereka berpikir, sekaya apa Tristan hingga memiliki mobil semewah ini.


bukan hanya mobil, saat berangkat ke Meksiiko mereka mengunakan Pesawat Jet milik Tristan. Di dalam pesawat Jet di lengkapi fasilitas, mereka seperti berada di hotel bintang 5.


"sayangg..." panggil Tristan yang sudah sekian kali.


"ia ada apa." tanya Kanza masih dengan wajah bingung. ia masih syok melihat isi mobil Tristan. ia pernah melihat mobil seperti ini namun hanya di tv. sekarang ia berada dalam mobil seperti itu, ini seperti mimpi.


"kenapa kamu diam saja...??" tanya Tristan.


"ahhh maaf, aku fokus pada mobil mu ini... aku gak menyangka kamu sangat lah kaya." celetuk Kanza.


Tristan tersenyum tipis.


"Dad...!! bila lapar." rengek nabila mengalungkan tangannya ke leher Tristan.


Nabila sangatlah manja pada Tristan, ia sudah tidak bersikap canggup lagi pada ayah sambungnya itu.


"putri Daddy lapar." pekik Tristan sambil tertawa kecil, ia semakin gemas pada putri kecilnya itu. "baiklahh, kita akan singgah makan dulu." sambungnya kemudian.


Tristan memerintahkan sopir untuk mencari restoran.


beberapa saat kemudian, mobil berhenti di depan restoran mewah.


saat mereka masuk restoran, manager restoran berlari saat melihat kedatangan Tristan. dan di ekori beberapa weiters.


"Señor Tristan (tuan Tristan)." pekik manager Restoran. "Bienvenido señor, lo siento señor, no sabía que vendría aquí.(Selamat datang tuan, maafkan saya tuan, tidak mengetahui anda akan datang kemari.)" sambungnya kemudian menunduk hormat.


Tristan hanya mengangguk pelan pada manager restoran itu. ia memakluminya. Manager mengantar sebuah ruangan Vip di restoran itu.


Beberapa saat kemudian, makanan datang. dan telah tertata rapi di atas meja.


Kanza langsung menyuapi nabila yang sudah kelaparan. Nabila makan dengan lahapnya. Nabila langsung menyukal makanan khas Meksiko itu. begitu juga dengan Kanza dan Bi Siti.


Tristan merasa senang telah membuat istrinya bahagia. walau hanya hal sederhana.


Kanza dan bi Siti terdiam mematung saat berdiri di depan Mansion Tristan.


Mansionya sangat besar dan megah layaknya istana, di tambah halamann yang sangatlah luas.



"amaxing." celetuk kanza dengan mulut terbuka.


"ayo masuk." Tristan meraih tangan kanza dan membawanya masuk ke dalam Mansion. "ayo bi." Ajak Tristan pada bi siti yang sedang melamun memandangi keindahan pada mansionya.


"ehh ehh ia tuan." pekik Bi siti yang sadar dari lamunannya dan kemudian mengikuti langkah Tristan. Nabila berada di gendongan tristan, Nabila tertidur pulas saat di mobil tadi.


Pintu terbuka saat mereka sudah dekat dari pintu, terlihat seorang pria paru baya berjas hitam berwajah dingin berdiri depan pintu menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang di Mansion, tuan dan nyonya." sambut pria itu. ( bahasa indonesia aja yah.. translate aku tiba tiba eror).


kanza kembali terkagum kagum saat memasuki mansion. para pelayan berbaris menyambut kedatangan mereka. Kanza terpukau melihat Dalam mansion dengan interior mewah


ini seperti surga... surga dunia, ia tidak menyangka akan merasakan hal seperti ini..



tiga lampu besar mengantung di atas atapnya, satu tangga besar dengan cabang menuju ke lantai atas, serta corak lantai yang sangat indah menyambut pengelihatan kanza saat pertama kali memasuki mansion mewah ini. dan satu lagi ada air manjur kecil di tengah sana. sungguh kanza di buat takjub, ia seakan masuk ke istana dongeng.


"kanza sayang."


suara lembut memanggil namanya, membuat sang pemilik nama menoleh ke arah orang yng memanggilnya.


"Ayo kita ke atas." Ajak Tristan.


Kanza hanya mengangguk pelan dan mengikuti langkah Tristan. tangannya terus di gengam Tristan.


"apakah Tristan seorang raja..?? mansionnya seperti istana saja." batin Kanza.


**bersambung.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya baru up.


Insya allah, BM nya akan Up terus tiap hari. Author usahain yah.


Kalau ada yang menanyakan kabar Rama dan Dewa belakangan saja. Fokus ke Kanza dan tristan dulu yah...


silahkan membaca.


jangan lupa like and votenya.


terima kasih**