BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 13 # MENGUBAH DIRI


di ruang makan.


kanza, dewa dan nabila tengah sarapan bersama. tak ada omongan di antara meereka, hanya ada suara sendok menyentuh piring terdengar di ruang tersebut. sesekali kanza melirik suaminya yang tampak gelisah.


"mas berangkat kerja yah". pamit dewa.


"aku antar ke depan yah mas". dewa mengangguk pelan kanza pun berdiri menghampiri putrinya. "bila, mami antar papi ke depan sayang yah". ucap kanza kepada nabila.


"ya mi". jawab nabila dengan suara cadelnya.


kanza pun mengantar dewa ke teras rumah. saat dewa akan menaiki mobilnya.


"mas...!!!" panggil kanza.


dewa menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah kanza.


"ada apa sayang". jawab dewa.


"nanti mas pulang cepat yah. nanti malam aku masakin makanan kesukaan mas". ucap kanza penuh harap.


"iya... aku akan pulang cepat". jawab dewa tersenyum.


"bener ya mas".


"iya,, aku kekantor dulu yah". pamit dewa.


setelah dewa pergi kanza masih terdiam di tempatnya. tanpa di sadari air matanya menetes di pipinya.


aku takk akan membiarkan seseoang mana pun menghancurkan rumah tanggaku. aku akan berjuang mempertahankan mu mas, walau aku harus merasakan sakit. aku rela, Nabila tak boleh merasakan apa yang aku rasakan dulu. gumam kanza.


kanza pun masuk ke dalam rumah. dan bersiap-siap. ia berencana memberikan susprise ke suaminya.


DI MALAM HARI.


kanza mengubah penampilan nya seperti saat ia masih berpacaran dengan dewa dulu. seharian ia berada di salon untuk mempercantik dirinya.


aku harus tampil cantik. agar mas dewa mencintaiku lagi seperti dulu. mungkin mas dewa bosan dengan ku karna aku sudah tak secantik dulu. gumam kanza..


kanza dengan semangat menyiapkan makanan ke sukaan suaminya di atas meja makan yang sudah ia masak.


"mammiiii". panggil nabila tiba tiba menghampirinya.


"bila...!!!" pekik kanza kaget. kanza berjongkok mensejajarkan tinggi anaknya. "sayanggg...!!! kamu ngangetin mami saja". ucap kanza dengan lembut sambil mencubit pipi gembul nabila.


"heheeehhe". nabila terkekeh. "mami bila laper". ucapnya dengan suara cadelnya.


"bentar yah sayang. tunggu papi dulu yah baru kita makan bersama".


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"mi laperrr?".


kanza menghela nafasnya dengan kasar. "ya sudah, bila makan duluan saja". ucap kanza tersenyum.


"horre". nabila kegirangan. kanza menaruh nasi sayur dan ayam goreng di piring nabila.


kanza memperhatikan nabila yang sedang makan.


seharusnya aku tau ini akan terjadi lagi. batin kanza.


setelah nabila makan kanza membawanya ke dalam kamarnya untuk menidurkan anaknya.


saat nabila sudah tertidur kanza pun berdiri dan meninggalkan anaknya.


dan menuju balkong. ia menatap bintang-bintang dilangit menikmati angin malam. kanza memejamkan matanya bibirnya bergetar.


tanpa tersadar ia kembali meneteskan air matanya. ia merasa kan sesak di dadanya. hatinya hancur berkeping-keping. sungguh dirinya sudah tak mampu menahannya lagi.



"tuhan....!! dosa apa yang sudah aku perbuat,, kenapa engkau memberiku cobaan seberat ini". lirih kanza terisak-isak.


saat mulai merasa tenang kanza kembali masuk saat ia akan ke kamar nabila. kanza berpapasan dengan suaminya yang baru saja pulang.


"mas dari mana saja??". tanya kanza dingin.


"aku dari kantor". jawab dewa datar. ia pun berlalu pergi tak menyadari penampilan kanza saat itu.


"mass...!!" teriak kanza kesal


"ada apa kanza". ucap dewa tanpa menoleh.


dia memanggil ku kanza bukan lagi sayang. batin kanza.


"apa aku sudah tak ada lagi di hatimu mas??". tanya kanza dengan mata berkaca-kaca. "apa mas dewa sudah tak mencintaiku lagi". tekan kanza.


"sudahlah kanza, aku sedang capek. aku sedang malas berdebat denganmu". ucap dewa kesal. dewa pun melanjutkan langkahnya. tiba tiba kanza menarik tangannya menahannya.


"aku belum selesai berbicara mas. sampai kapan mas perlakukan aku seperti ini mas". teriak kanza dengan terisak-isak.


dewa menepis tangan kanza dari tangannya dengan kasar. "aku capek kanza. jangan memancing amarah ku". teriak dewa dengan lantang. dewa pun masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu dengan keras.


semua sia-sia. lirih kanza.


kanza masuk kedalam kamarnya ia menangis sejadi-jadinya.


...BERSAMBUNG...