
KE Esokkan harinya.
kanza tengah Berada di depan sebuah gedung tinggi. terlihat ia sangat ragu memasuki gedung tersebut. namun setelah ia menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar membuat hatinya agak tenang.
ia pun melangkah masuk dengan ke dua tangannya di remas-remas.
saat di lobby kanza menghampiri resepsionis.
"kanza". ucap pegawai resepsionis saat melihat kanza.
"wah lita,,, kamu masih kerja di sini??" tanya kanza bahagia saat bertemu temannya.
"ia za!!. aku masih kerja disini. oh ya tumben kemari??"
"aku mau ketemu kak eh maksudku tuan rama, apa tuan rama ada di ruangannya??".
"oo tuan rama ada di ruangannya za".
"oh ya udah aku ke atas bentar ya. entar kita lanjut ngobrolnya". pamit kanza.
"ia za".
kanza pun pergi dan berjalan menuju lift. setelah lift terbuka kanza menekan angka 30. setelah sampai di lantai 30 kanza berjalan menuju ruangan rama, ia masih sangat hafal ruang-ruangan di kantor tersebut.
"nona kanza". ujar sekretaris rama.
"hey mbak tania, apa kabar".
kanza pun memeluk sekretaris rama. karyawan-karyawan di kantor rama banyak yang sudah akrab dengan kanza.
"saya baik nona kanza"..jawab tania tersenyum.
"tuan rama ada di dalam kan?" tanya kanza.
"tuan rama ada di dalam nona, mari saya antarkan".
"tak usah tania,, aku sendiri aja masuknya. kamu lanjutin aja kerjanya". tolak kanza.
tania pun mengiyakan..
kanza pun masuk ke dalam ruangan rama tanpa mengetuk pintu.
"kakkk ramaaa". teriak kanza mengagetkan rama di kala itu.
"za". pekik rama. "kamu yah. hobi banget ngagetin aku". sambung rama. "tumben kekantor??? duduk dulu za biar enak ngobrolnya". ucap rama yang semangat akan kedatangan kanza. .
"engak kok, aku gak sibuk". jawab rama, seketika pandangan beralih kepipi kanza yang memerah, dan matanya agak bengkak. "pipi kamu kenapa za, kok merah gitu??". tanya rama dengan menatap kanza dengan serius.
"ahhh ini". kanza gugup memegang pipi kirinya yang masih memerah. "i-ini aku pakai blush on nya terlalu tebal heheehee". bantah kanza ia mencoba tersenyum menutupi kesedihan di hatinya.
"kamu jangan bohong za..!! siapa yang sudah menamparmu??". teriak rama menahan kesalnya. tangannya sudah tergepal kuat.
"tak ada yang menamparku kak. ini hanya blush on ku saja yang terlalu tebal". jawab kanza pelan ia sangat gugup dan takut matanya pun mulai berkaca-kaca.
"apa kah kamu tau za. sebelum ibu mu meninggal, ibu mu berpesan kepadaku untuk selalu menjaga mu dari orang-orang yang menyakitimu. bila seseorang telah sampai menyakitimu za ibu mu pasti akan kecewa dengan ku karna tak menjagamu". ucap rama.
kanza mendengar ucapan rama memejamkan matanya dan meneteskan air matanya. ia sudah tak mampu menahannya. "ma-maaf kak". tangis kanza pecah.
melihat kanza menangis rama berdiri dari duduknya dan menghampiri kanza dan memeluknya.
...aku akan menghancurkan mu dewa. kau sudah membuat nya menangis berulang-ulang kali. andaikan waktu bisa terulang kembali aku takkan membiarkan mu memilikinya. ucap rama dalam hati....
saat melihat kanza menangis hatinya ikut menangis, hatinya sakit.
"za,, kalau kamu sudah tak kuat, tinggalkan saja dia. jangan pertahankannya lagi bila dia selalu menyakitimu". usul rama sambil menenangkan kanza di pelukkannya.
kanza pun melepas pelukannya dan menatap rama dengan matanya yang sembab dan bengkak. "sebenarnya hatiku sudah tak kuat kak. tapi aku masih sangat mencintainya, aku tak bisa kak harus berpisah dengannya. dan bagaimana dengan nasib nabila kak, kalau aku berpisah dengan mas dewa. aku. dia akan menjadi korban, aku tak ingin nabila akan bernasib sama denganku". jelas kanza terisak-isak.
"aku tak tau za harus beri kamu solusi dalam masalah kamu, semua keputusan ada padamu. tapi dia sudah menyakitimu dia tak pantas untuk kamu pertahankan. kali ini kamu yang di sakiti bagaimana di hari esoknya suami mu menyakiti nabila, apa kamu masih mau mempertahankannya". ujar rama.
"mas dewa takkan pernah menyakit anaknya kak". tekan kanza
"oke aku akan pegang kata katamu. kalau sampai aku mendengar suamimu menyakiti mu dan nabila aku akan menghabisinya dengan tangan ku sendiri".gertak rama geram.
...**BERSAMBUNG...
.
.
.
.
.
Maafnya upnya telat,, dan cuma 1 episode saja untuk hari ini.
hari aku nya lagi sibuk banget**...