BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 82 # PAPA LAMA


"jangan lari lari bilaa, entar jatuh". tegur kanza pada putrinya.


saat ini ibu dan anak itu berada di sebuah mall di tempat arena bermain anak anak.. nabila sangat gembira, dan tak pernah berhenti berlari dan bermain. begitu juga dengan kanza dia sama bahagianya melihat tawa anaknya.


"mii..! encar beli mainan yah". pinta nabila dengan wajah memelas.


"iaa iaa..." jawab kanza sambil tertawa kecil. "bilaa, mainnya lanjut nanti yahh. kita makan dulu". nabila mengangguk dan memegang tangan maminya dan berjalan keluar.


"habis kan makannya yah billa". ucap kanza. mereka tengah makan di restoran dalam mall itu.


"mii.. bila mau es krim". rengek nabila.


"ia ia... tapi habiskan makananmu". nabila mengangguk dan melanjutkan makannya. tiba tiba anak balita 3 tahun itu melihat seseorng yng sangat di kenalnya. "papa lama". lirihnya.


kanza yang sedang makan tak mendengar lirihan putrinya.


"papaa lamaa". teriak nabila.


kanza tersedak mendengar anak nya tiba tiba teriak. "huk huk huk... kamu kenapa teriak teriak nak". tegur kanza sambil meminum jus di depannya.


"mi... itu papa lamaa itu papa lama". tunjuk nabila yang posisinya belakang kanza. kanza melihat arah yang di tunjuk nabila. nabila yang sudah tak tahan lagi pun turun dari duduknya dan menghampiri seseorang yang sangat di kenalnya.


"papa lama".


"nabilaa...!!". pekik rama yang langsung berdiri.


"kak rama tuh anak siapa?? kok manggil kamu papa". tanya wanita yang bersamanya.


rama tak menjawab tatapannya teralihkan ke sosok yang berdiri tak jauh darinya. ya itu kanza, kanza hanya diam mematung dengan tatapan kosong. matanya berkaca kaca, kakinya terasa berat untuk melangkah.


"zaa". lirihnya.


selamaa ini aku memikirkannya, menunggunya, menangisinya, dan mencemaskannya. ternyata ini buahnya... tuhann, kenapaaa aku harus merasakan namanya di khianati. apa aku tak pantas untuk bahagia.


gumam kanza. dan kemudian memejamkan matanya meneteskan air matanya. kanza menghela nafasnya dan membuka ke dua kelopak matanya.


"huhhhh...!!".


kanza memulai melangkah ke arah anaknya dan kemudian mengendongnya.


"zaa..!!". panggil rama pelan.


kanza mengangguk pelan dan berusaha tersenyum namun dirinya tetap menundukk tak ingin melihat wajah rama.


"aku senang kakak baik baik saja". ucap kanza terbata bata. "aku pergi dulu kak... maaf menganggu kakak". ucap kanza lalu beranjak pergi sambil mengendong nabila.


"mi papa..".


"ushh". jari telunjuk kanza mengarah di bubjr mungil nabila. "kita pulang yah nakk..". bisiknya.


..........


"kakak gak usahh ngejar diaa...". bukannya melepas tangann rama clara menarik nya hingga membuat rama kembali duduk. lengan rama di rangkulnya. "kakak makan aja... ngapain sih ngejer diaa".


"za..!! pasti salah paham ra". ucap rama kesal.


"apa kak rama sudah lupa dengan janji kakak pada paman". ucap clara mengingatkan.


rama terdiam dan mengendus kesal. tangannya memukul keras meja dan mengusap wajahnya dengan kasar karna frustasi.


"ahggttt...".


.........


kak rama sama sekali tak mengejarku.


kanza mengusap air matanya.


"mi... kenapa mami nanngiss, apa papa lama cakiti mami??". tanya nabila yang duduk di kursi depan sama dengannya.


"tidak sayang...". kanza menghela nafasnya dan tersenyum. "bilaa...!! kita ketaman kota, mau gak??".


"mau". nabila kegirangan.


"ayukkk... kita berangkat". teriak kanza dengan semangat dan kemudian melajukan mobilnya meninggalkan basemant mall itu.


**bersambung


*


*


*


*


*


maaf yah baru up...


hampir seminggu ini aku kurang sehat, tengerokkan sakit, indra penciuman ku hilang, dan juga demam.


habis swab... aku positif covid😭😭.


sekarang aku di rumah di karantina gaysss..


doain yahh cepat pulih, sehat lagi. dan semoga virus ini cepat hilang dari muka bumi ini.


bagi kalian... kelur rumah pakai masker, sering sering sering cuci tangan.


sekian**