BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 96 # JANGAN PERGI


sudah tiga hari kanza tidak ke kantor. sudah tiga hari dirinya tidak enak badan. namun hari ini kanza sudah enakkan dan berencana akan kembali esok paginya.


saat sedang duduk di taman belakang, kanza memainkan ponselnya. tiba tiba ia mendapatkan pesan dari asisten tristan. ia kaget membacanya.


...pak ello...


...nona kanza... tahukah anda saat ini tuan tristan akan ke bandara dan akan kembali ke Meksiko???...


"haa....!! tristan akan ke Meksiko." pekik kanza, air mata nya lolos saja keluar dari matanya. "apa tristan pergi karna aku, apa dia akan meninggalkan ku." seakan akan ribuan pisau menyayat hatinya.


...kanza mengelengkan kepalanya. jauh di lubuk hatinya, ia sudah menyukai tristan. entah sejak kapan perasaan itu tumbuh di hatinya. ia tak mau tristan meninggalkannya....


"mana cinta mu... apa kah seperti ini cinta mu padaku. kau menyerahh begitu saja tristan." tangis kanza pecah.


Cinta itu tidak bisa dijelaskan seberapa besarnya, orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun tidak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika. Cinta itu terlalu suci untuk dinodai, terlalu tinggi untuk dikhianati, terlalu indah untuk dikotori. Karena ia adalah anugerah yang harus dijaga kesuciannya, Diagungkan ketinggiannya, dan dikagumi keindahannya.


kanza berdiri dari duduknya tangannya mengusap air mata di pipinya. tristan tidak boleh pergi, bagaimana ia menjalani semuanya.. tristan lah yang selalu menguatkannya.


tanpa pikir panjang lagi, kanza berlari ke kamar mengambil kunci dan kemudian pergi dari rumahnya. ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. kanza terus menyalipkan mobil nya ke kendara lain. berapa kali mobil kanza hampir menabrak kendara di depannya.


"Kamu yang selalu membuatku nyaman. Tolong jangan pernah sedikitpun berubah apalagi pergi dan menghilang tristan.. jangan tinggalin aku tristann, aku mohon."


air mata nya terus saja mengalir, rasa takut tristan pergi meninggalkannya. kanza terisak isak dalam mobilnya. mobilnya pun sampai di depan bendara dengan cepat kanza turun dan berlari masuk ke dalam bandara.


ia terus menangiss, tak perduli dengan orang orang memperhatikannya. kanza semakin mendengar pengisi suara di bandara bahwa pesawat tujuan Meksiko akan Take off 30 menit lagi.


"tristannn...!!" teriaknya tanpa sadar. kanza kemdian berlari menuju ruang tunggu penumpang.


"tristan... tristannnn....!!" teriak kanza.


kanza hanya bisa melihat tristan di balik kaca, suaranya takkan di dengar oleh tristan.


"pak izinnkan saya masuk pak.." kanza memohon pada petugas.


"maaf nona... anda bukan penumpang pesawat anda tidak di perboleh kan masuk." ucap petugas.


kanza mengeleng gelengkan kepalanya.


"tristan...!! tristan aku mohon jangan pergi jangan tinggal kan aku." teriak kanza.


petugas mendorong kanza menjauh dari pintu. "saya mohon nona pergilahh... jangan sampao saya berbuat kasar pada anda." gertaknya.


dengan berat hati kanza melangkah pergi, ia terus menangis. orang orang di bandara melihat ke arahnya.


"kau jahat tristan, kau meninggalkan ku. kau sama saja dengan mas dewa dan kak rama.. kau jahat tristann.. aku membenci mu."


gumam kanza dalam hati.


"Aku tak meminta banyak, aku hanya minta kau jangan pergi kanza hati ini sudah nyaman saat bersama mu."


......................bersambung....................