
...**JANGAN LUPA...
...TEKAN...
...LIKE AND VOTE**...
.......
........
"hay bella". sapa tristan terseyum
sinis.
"tu-tuan tristan". pekik bella.
"kenapa anda disini tuan". tanyanya
heran.
tristan tak menjawab ia maju kedepann
pintu. melihat bayi bella dari kaca nampak bayi mungil berada dalam inkubator. tubuhnya di penuhi alat medis.
"sungguh malam nasib bayimu harus memiliki ibu sepertimu". ujar tristan
tanpa menoleh.
"apa yang anda katakann tuan". bella kesal langsung berdiri.
"seharusnya bukan bayimu yang harus menanggung dosa dosamu itu". tristan
berbalik dan berhadapan dengan bella
dengan wajah sinis.
"apa anda kemari, hanya untuk menghinaku". geram bella menatap
tajam tristan.
"aku takkan mencampuri hidupmu kalau
kau tak melukai wanita yang aku cintai".
seru tristan dengan rahang mengeras
wajah memerah padam.
"a-apa maksud anda. anda salah paham
saya tak pernah melukai wanita anda.
bahkan saya tak mengenalnya". bantah
bella.
tristan mengambil hp dalam saku celananya. dan memperlihatkan
sebuah foto di dalam layarnya.
"apa kau mengenalnya??". tanyanya
menaikkan kedua alisnya.
bella terdiam memandangi foto
seseorang di layar tristan. wajahnya
babak belur. laki-laki yang sudah dia
bayar untuk membuat kanza kecelakaan waktu itu sepulangnya dari rumah sakit.
........
flasback on
dari arah jauh bella berdiri ia nampak
irih melihat kanza di perebutkan oleh dewa dan rama di parkiran rumah sakit. saat papa tommy di rawat.
tiba-tiba terlintas dalam pikirannya
hal gila. bella mengambil hpnya
dan menyuruh seseorang untuk
mencelakai kanza.
bersiap-siaplah kanza... kau akan
segera menyusul ibu mu. bella
tersenyum tipis.
beberpa jam kemudian.
orang dia bayar mengabarinya
"bagaimana". tanya bella
"...".
"mobilnya menabrak pohon hahaaahaa".
bella tertawa senang. "baguss...!! aku akan membayarmu 2 kali lipat. kalau dia meninggal aku akan memberimu bonus".
bella mematikan telponnya.
flasbackof
.............
"dia kan orang yang aku bayar untuk
mencelakai kanza". gumam pelan. walau
wajah lelaki itu babak belur namun masih dapat di kenali.
"kau sudah mengingatnya".
"bagaimana kau mengetahuinya??"
tanya bella.
"apa kau lupa siapa aku". bangga. "aku tristan... aku akan menjaga wanitaku dari wanita
jahat sepertimu".
"a-apa wanita yang kau cintai adalah
kanza". tebak bella tak percaya.
"wah...!! kau wanita yang cerdas rupanya... ya kanza adalah wanita
yang aku cintai". sahut tristan.
"kenapa semua orang menyukainya. emang apa bagusnya wanita itu".
umpat bella dengan pelan.
"hahahaaaaa!!". tristan tertawa namun
wajahnya teerlihat menakutkan.
"kenapa anda tertawa".
tristan berhenti tertawa wajahnya
kembali dingin. "kanza wanita
yang sangat baik dan juga sangatlah
cantik. aku sudah menyukainya saat
pada pandangan pertama". tuturnya.
lelaki tinggi bertubuh kekar itu berjalan
mendekati dengan bella. "jangan menyentuh wanitaku lagi. kalau kau
melukai atau menganggu hidupnya
lagi. kau akan langsung berhadapan denganmu". gertak tristan.
wajah bella memucat mendengar
ancaman tristan. "sebenarnya aku
akan melaporkan mu ke polisi. tapi mengurungkannya saat
aku melihat keadaanmu sekarang
yang hancur. aku rasa tuhan telah menghukum terlebih dahulu". cerca tristan dengan gaya sombong.
"aku belum hancur. aku masih memiliki bayi ku. bayi itu adalah asetku. aku akan berusaha membuat bayi itu tetap hidup".
seru bella tak terima.
aku yakin bayi itu akan membuat mas adrian mengejarku lagi. dan hartanya
harus jatuh ketangan putraku. gumam
nya dalam hati.
"sebaiknya anda peergi". usir tristan.
"tanpa kau mengusirku, aku akan pergi".
ujarnya tersenyum tipis melangkah
pergi.
...bersambung...