BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
S2 - PART 3


Di bandara soekarno hatta.


seorang wanita cantik dan seksi berjalan keluar dari bandara. rambut panjang dan bentuk badan seperti gitar spanyol membuat para pria di sana tergila gila.


sudah beberapa bulan ia meninggalkan negaranya. kini ia kembali dengan wajah dan penampilan yang baru. wanita itu baru saja pulang dari korea.


"aku kembali."


gumamnya, sambil tersenyum sinis.


............


Kediaman Dewa.


Dewa semakin Frustasi setelah Kanza menikah, ia terus menyalahkan dirinya yang bodoh. andai saja ia tidak selingkuh, saat ini ia masih menjadi suami Kanza. dan membesarkan putrinya sama sama.


badan Dewa menjadi kurus, wajahnya kusam terlihat ia kehilangan semangat hidupnya. ia bagaikan mayat hidup. Mama Dewa merasa prihatin dengan putra semata wayangnya.


Jihan yang sudah selesai kuliah membantu kakaknya Sinta di perusahaan. karna saat ini Dewa tidak bisa mengurus perusahaan. ia masih belum terima kanza menikah.


"Seandainya aku terlahir kembali, akan kuperbaiki kesalahan dan penyesalanku di masa-masa itu."


........


sementara di mansion Kanza dan Nabila berada di sebuah taman belakang. di sana begitu indah ada banyak bunga dan juga beberapa permainan untuk Nabila.


Sebelum kembali ke mansion, Tristaan sudah menyuruh Sir petter membuat taman bermain dan taman bunga di halaman belakang untuk Kanza dan Nabila.


"nyonya beruntung sekali mendapatkan tuan Tristan." puji Bi siti senang. ia bahagia melihat majikannya menemukan laki laki yang baik.


Kanza hanya tersenyum kecil. jauh di lubuk hatinya ia merasa tidak pantas bersama Tristan. Tristan laki laki sempurna dan kaya raya.


.....


Di malam harinya.


Tristan sudah pulang dari kantornya. mereka makan malam bersama. setelah makan mereka kembali ke kamar mereka masing masing.


"Tristan geli." keluh kanza.


"apa di dalam sini sudah tumbuh benih benih cintaku." ucap Tristan kemudian mencium perut kanza.


"kita baru menikah seminggu an Tristann, mana mungkin aku hamil secepat itu." sahut Kanza.


Tristan tersenyum. "aku sudah tidak sabar melihat mu hamil sayang. aku menunggu moment itu." ucapnya antusiasss.


Kanza menghela nafasnya denngan berat. jujur saja ia masih belum hamil. ia masih trauma saat hamil Nabila. ia mengalami Morning Sickness parah hinggaa berkali kali masuk ke rumah sakit.


dan saat melahirkan, Kanza harus induksi yang sakit nya luar biasaa. hingga kanza hampir kehilangan nyawanya. ia sempat pendarahan hebat dan kritis. namun tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup dan membesarkan putrinya.


"kamu jangan kawatir.. saat kehamilan mu nanti aku menyewa dokter terbaik dan tinggal bersama kita dan selalu mengontrol mu setiap hari. agar kejadian saat melahirkan nabila tidak terulang kembali." ucap Tristan menebak kanza masih trauma.


"hahhh...! kamu tau saat aku melahirkan Nabila." Pekik Tristan.


"walau aku tidak ada di saat itu, tapi aku sellau menyuruh orang memata matai mu. aku ingin tahu apa kau bahagia dengan mantan suami mu. maafkan aku tanpa sepengatahuan mu aku menyuruh memata matai dirimu." ucap tristan.


Kanza hanya tersenyum dan kemudian memeluk lengan kekar suaminya. "sebesar apa cinta mu pada ku tristan?" tanya Kanza menatap mata Tristan.


"sangat besar.. aku tidak bisa mengukurnya." jawab tristan.


"kamu memiliki segala nya Tristan, mengapa kamu mencintai ku. mencintai wanita biasa seprti ku. di luaran sana masih ada wanita yang jauh lebih cantik dan jauh lebih baik dariku."


"tidak ada lagi wanita secantik kamu sayang. di mata ku hanya kamu wanita tercantik. aku tidak bisa melihat wanita mana pun lagi. hanya kamu wanita yang aku cintai."


Kanza meneteskan air matanya , ia terharu dengan kata kata Tristan. ia yakin Tristan tulus padanya, ia bisa melihat dari matanya.


"i love you tristan."


Tristan bahagia mendengar kata kata itu. ia menarik kanza kedalam pelukannya.


"i love you to."


bersambung