BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 41 # APA KAU SADAR


...**JANGAN LUPA LIKE👍AND VOTE👇...


...DIBAWAH YAH...


......👇......


🌹🌹🌹🌹🌹


setelah kanza berhasil menidurkan


anaknya. tanpa sengaja matanya


melihat hp dewa berada di meja


samping tempat tidur anaknya.


"inikan hp mas dewa". gumamnya.


kanza pun mengambilnya dan tak sengaja menekan tombol on/off


nya. sektika memperlihatkan layar ponsel tersebut.


mata kanza tak dapat menahan


air matanya saat melihat gambarnya


diri nya nabila dan dewa saat mereka masih bersama dulu.


"kenapa mas dewa menjadikan


foto kami di walpapernya". gumamnya


lagi. sejujurnya ia begitu bahagia


namun ia sadar dirinya sudah bukan


lagi siapa siapa dewa.


"aku harus mengembalikannya


ke mas dewa... dan menanyakan


maksud ini semua". kanza pun


bergegas pergi dengan membawa


ponsel dewa.


sebelum nya kanza memanggil


suster untuk menjaga anaknya.


karna setelah dewa pergi rama


juga berpamitan kekantor.


setelah ke recepsionis menanyakan


kamar bella karna ia tak sempat


menanyakannya tadi ke dewa.


saat ia telah dekat dri kamar


bella dan bayinya. ia mendengr


dan melihat dari jauh


dewa sedang teriak dan


menerobos mmasuk kedalm


ruangan namun dokter


menahannya.


"kenapa dengan mas dewa???"


gumamnya. "apa terjadi sesuatu


yang terburuk pada bayinya".


imbuhnya.


dengan panik kanza melangkah


cepat menghampiri mantan


suaminya.


"mas". panggil kanza.


dewa mendengar suara kanza


"kamu kenapa mas??". tanya kanza


terlihat kawatir.


"kanza". pekik dewa.


kanza yang tak mendapatkan


jawaban dri dewa beralih ke dokter.


"apa yang terjadi dok??". tanyanya.


dokter yang masih terlihat syok


akan di lakukan dewa tadi.


ia pun menghela nafasnya dulu.


"huhhh...!! kami sedang mencari


donor darah AB+ untuk bayi nyonya


bella". ucap dokter langsung keinti.


"AB+ golongan darah saya dok".


jawab kanza cepat. "ambil


darah saya saja dok".


tanpa berpikir panjang ia


menawarkan dirinya.


"kanza". teriak dewa yang


langsung menarik tangan


kanza menjauh dari dokter.


"ada apa mas". kanza menghempas


tangan dewa dengan kesal.


"apa kau sadar... kau mau


mendonorkan darah mu ke


anak wanita yang telah


menghancurkan pernikahan


kita". teriak dewa. "biarkan


saja bayi itu mati. kau tak boleh


mendonor darahmu padanya"


sambungnya.


plakkk.


tamparan keras di pip dewa.


terlihat wajah kanza memerah


dengan matanya menatapnya


dengan tajam.


"kenapa kau menamparku"


bentak dewa.


"karna itu pantas untukmu".


balas kanza penuh penekanan.


kanza pun berjalan kearah dokter.


"ayo dok...!! ambil darah saya saja".


dokter pun mengangguk pelan.


dan membawa kanza kedalam


salah satu ruangan.


...BERSAMBUNG...