
...**JANGAN LUPA LIKE👍AND VOTE👇...
...DIBAWAH YAH...
......👇......
🌹🌹🌹🌹🌹
setelah kanza berhasil menidurkan
anaknya. tanpa sengaja matanya
melihat hp dewa berada di meja
samping tempat tidur anaknya.
"inikan hp mas dewa". gumamnya.
kanza pun mengambilnya dan tak sengaja menekan tombol on/off
nya. sektika memperlihatkan layar ponsel tersebut.
mata kanza tak dapat menahan
air matanya saat melihat gambarnya
diri nya nabila dan dewa saat mereka masih bersama dulu.
"kenapa mas dewa menjadikan
foto kami di walpapernya". gumamnya
lagi. sejujurnya ia begitu bahagia
namun ia sadar dirinya sudah bukan
lagi siapa siapa dewa.
"aku harus mengembalikannya
ke mas dewa... dan menanyakan
maksud ini semua". kanza pun
bergegas pergi dengan membawa
ponsel dewa.
sebelum nya kanza memanggil
suster untuk menjaga anaknya.
karna setelah dewa pergi rama
juga berpamitan kekantor.
setelah ke recepsionis menanyakan
kamar bella karna ia tak sempat
menanyakannya tadi ke dewa.
saat ia telah dekat dri kamar
bella dan bayinya. ia mendengr
dan melihat dari jauh
dewa sedang teriak dan
menerobos mmasuk kedalm
ruangan namun dokter
menahannya.
"kenapa dengan mas dewa???"
gumamnya. "apa terjadi sesuatu
yang terburuk pada bayinya".
imbuhnya.
dengan panik kanza melangkah
cepat menghampiri mantan
suaminya.
"mas". panggil kanza.
dewa mendengar suara kanza
"kamu kenapa mas??". tanya kanza
terlihat kawatir.
"kanza". pekik dewa.
kanza yang tak mendapatkan
jawaban dri dewa beralih ke dokter.
"apa yang terjadi dok??". tanyanya.
dokter yang masih terlihat syok
akan di lakukan dewa tadi.
ia pun menghela nafasnya dulu.
"huhhh...!! kami sedang mencari
donor darah AB+ untuk bayi nyonya
bella". ucap dokter langsung keinti.
"AB+ golongan darah saya dok".
jawab kanza cepat. "ambil
darah saya saja dok".
tanpa berpikir panjang ia
menawarkan dirinya.
"kanza". teriak dewa yang
langsung menarik tangan
kanza menjauh dari dokter.
"ada apa mas". kanza menghempas
tangan dewa dengan kesal.
"apa kau sadar... kau mau
mendonorkan darah mu ke
anak wanita yang telah
menghancurkan pernikahan
kita". teriak dewa. "biarkan
saja bayi itu mati. kau tak boleh
mendonor darahmu padanya"
sambungnya.
plakkk.
tamparan keras di pip dewa.
terlihat wajah kanza memerah
dengan matanya menatapnya
dengan tajam.
"kenapa kau menamparku"
bentak dewa.
"karna itu pantas untukmu".
balas kanza penuh penekanan.
kanza pun berjalan kearah dokter.
"ayo dok...!! ambil darah saya saja".
dokter pun mengangguk pelan.
dan membawa kanza kedalam
salah satu ruangan.
...BERSAMBUNG...