BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 77 # BERTEMU OMA


setelah merasakan kanza sudah mulai tenang. tristan melepas kanza dari pelukannya. seketika suasana menjadi canggung.


"maaf tuan". kanza mengaruk kepalanya yang tak gatal.


tristan tertawa kecil. kanza yang untuk pertama kali nya sejak berkenalan dengan tristan, baru kali ini ia melihat senyum tristan. tristaan memiliki sikap dingin dan arogan ke setiap orang. tapi berbeda saat bersama kanza. sikapnya berubah menjadi perhatian dan penyayang.


"saya kira anda gak bisa senyum".celetuk kanza.


tristan menaikkan alisnya saat mendengar celetukkan kanza.


"anda pikir saya robot, saya juga manusia biasa. saya pastinya bisa tersenyum. hanya saja saya jarang memperlihatkannya". ucap tristan datar.


kanza mengangguk pelan sambil matanya menatap wajah tristan.


"oh ya tuan, kita akan kemana??". tanya kanza mengalihkan topik.


"apa anda keberatan jika saya membawa anda ke rumah oma saya. kebetulan rumah oma saya tidak jauh dari sini". ijin tristan terlebih dahulu.


"anda memiliki oma di sini?? bukan kah anda berasal dari meksiko??". tanya kanza karna penasaran.


"saya berasal dari meksiko tapi mendiang ayah saya berasal dari negara ini dan oma saya


lebih memilih tinggal di rumah nya sendiri ketimbang ikut dengan saya". jawab tristan menjelaskan.


oo


kanza mengangguk pelan mengerti dengan penjelasan tristan.


"bagaimana apa anda tidak keberatan jika saya membawa anda ke tempat oma saya??". tanyanya lagi.


kanza menghela nafasnya dan kemudiam memberikan senyum manisnya.


"okeyy...". jawabnya singkat.


*


*


*


*


*


30 menit.


tibalah mereka di kediaman oma tristan. rumah oma tristan sangatlah asri. halaman rumahnya memiliki banyak pepohonan. dan juga ada taman bunga yang memiliki banyak aneka ragam jenis bunga.


kanza mengagumi tempat itu, karna dirinya sangat menyukai bunga dan pepohonan. karna halaman rumah nya tak jauh berbedah dengan halaman rumanhnya. namun halamannya sangatlah luas.


"nona kanza". panggil tristan.


"ya tuan". jawab kanza sambil menhirup aroma bunga.


"ayo masuk". ajak tristan.


"ehh iya tuan". kanza berlari menghampiri tristan. "maaf tuann... saya fokus ke bunga di depan tadi". ucap kanza tersenyum kikkuk.


"anda suka bunga??". tanya tristan.


kanza mengangguk dan tersenyum. "ia tuan, saya sangat menyukai bunga...". jawabnya.


"udara di sini segar sekali tuan". kanza merasa nyaman berada di tempat ini.


"kenapa kamu datang". tiba tiba terdengar suara yang mengagetkan kanza dan tristan.


oma tristan keluar dengan memakai kursi roda. wajahnya dingin dan tak ada senyum senyumnya.


glek


kanza susah payah menelan salivanya.


"heyy omaa". sapa tristan mencoba memeluk omanya.


namun oma nya menolak dan mengeser tubuh tristan. tatapannya terus tertuju ke arah kanza.


"siapa kamu??". tanya oma.


kanza kaget langsung menundukkan kepalanya.


"sa saya kanza nyonya". jawab kanza gugup.


"apa kamu kekasih cucu ku??". tanya nya lagi.


"haa". kanza mendongkang kepalanya menatap wajah oma tristan karna kaget dengan pertanyaan oma kepadanya.


"kalau kamu kekasih cucuku". oma tersenyum. "cepat cepat lah menikah... dan berikan oma sebuah cicit". ucap oma heboh.


kanza mengaruk kepalanya yang tak gatal.


oma beralih ke arah tristan dan memukul cucunya itu.


"kamu yahh... kenapa baru menemui omma.. haaa...!! apa pekerjaan mu lebih penting ketimbang oma mu ini". omel oma.


"ampun ommaa". jerit tristan.


"oma gak akan mengampuni mu..".omaa terus memukul tristan.


bersambung