BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 90 # KARNA KECOA


ke esokkan paginya.


"ahhhh." teriak kanza di dalam kamar mandi.


tristan yang masih tidur pun terbangun karna suara teriakan kanza.


"kanza." lirihnya dan kemudian bangkit dari tidurnya menuju kama mandi. pintu kamar mandi terbuka memeperlihatkan kanza yang sedang berdiri di atas kloset dengan wajah pucat dengan mata melirik ke arah bawah.


"kau kenapa kanza??" tanya tristan.


"tristan." pekik kanza yang baru menyadari ada tristan di depan kamar mandi.


"kau kenapa... apa kau sakit kenapa wajah mu sangatlah pucat??" tanya tristan kawatir.


"aku tidak apa apa tristan." jawab kanza sambil mengeleng gelengkan kepalanya namun matanya terus melirik arah bawahnya.


"lalu kenapa wajah mu sangat pucat dan sepertinya kamu sedang ketakutan??" tanya nya lagi. "ayo turun lah, nanti kamu jatuh kanza." tristan mengulurkan tangannya membantu kanza turun dari kloset.


saat tangan kanza akan menyentuh tanganya dan akan turun dari kloset.


"ahhhhhh." jerit kanza mengurungkan dirinya untuk turun. "kecoaaaa... tristan kecoaaa." teriak kanza sambil menujuk kecoa berjalan ke dekat kaki tristan.


tristan mengarahkan pandangannya ke arah bawah. ia menahan tawanya, karna kecoa lah yang membuat kanza teriak dan ketakutan seperti itu.


"kamu takut kecoa kanza??" tanyanya sambil tersenyum.


"aku gak takut kecoa tristan." bantah kanza terbata bata. tiba tiba kecoa berputar kembali mengarah kloset dan mencoba memanjat menuju kanza yang sedang berdiri di atas kloset. "tristan, kecoa nya." teriak kanza panik.


( panik gak ? panik gak ? panik lah masa engak!!! )


kecoa nya pun sampai di atas kloset membuat kanza melompat. saat kakinya menyentuh lantai kakinya terpeleset dan hampir terjatuh, untung saja tristaan menahan pingangnya.


"aku sangat takut kecoaa." celetuknya tanpa sadar.


kanza merasa kan geli di kakinya. pandanganya mengarah kebawah, ia melihat kecoa di bawah sana di dekat kakinya.


"ahhhh....!" teriak lagi kanza membuatnya kembali loncat ketubuh tristan, seolah tubuh tristan adalah pohon.


"hey kau kenapa kanza." tristan menahan bokong kanza agar tidak jatuh. untung sajaa tristan rajin nge gym dan seering mengangkat barbel yang berat nya bisa sampai 50 kg jadi dirinya tidak merasa keberatan sama sekali. kaki kanza berada di pinggang tristan. tristan seperti mengendong bayi raksasa.


"kecoaa." kanza mulai menangis. "aku sangat takut kecoa tristan."


ingin rasanya tristan tertawa keras, ia merasa gemas melihat tingkah kanza yang menurutnya sangat lucu. tristan membawa kanza menuju tempat tidur dan meletakkan tubuh kanza di sana.


"tadi bilangnya kamu tidak takut." goda tristan sambil mengusap air mata kanza di pipinya.


kanza kemudian menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah. "aku gak takut, hanya gelih saja." elak nya menahan malu. ia baru sadar apa yang telah di buatnya barusan. ingin rasanya dirinya menghilang dari hadapan tristan saat ini juga.


tristan tersenyum dan tangannya mengusap kepala kanza. "kamu tunggu di sini, aku akan membasmi kecoa kecoa itu."


tristan memasuki kamar mandi dan menangkap satu kecoa mengunakan tisu. "kanza, coba lihat aku menangkapnya." tristan memperlihatkan kecoa di tangannya ke kanza. sontak membuat kanza berdiri di atas kasur dan memundurkan langkahnya hingga punggungnya menyentuh dinding.


"tristan." teriak kanza kesal.


"tenanglah aku akan membuangnya." tristan pun berlalu pergi keluar dari kamar untuk membuang kecoa yang sudah di tangkapnya. "kecoa sudah gak ada." tristan kembali dan meperlihatkan tangannya yang sudah kosong.


kanza bernafas legah dan kemudian duduk menyandarkan punggungnya di headboard. tubuhnya terasa lemas karna ketakutan. ia begitu sangat takut dengan namanya kecoa.


bersambung