
"kanzaa...!! aku hanyalah korban... karna kelakuan ayahmu... rumah tangga kita kena getahnya".
"kamu seharusnya bersyukur kanza.. kalo dewa masih menginginkan mu... coba dehhh laki laki lain... pasti ogahh... secaraa ayah mertuanya kayak gituu... hamilin orang gak tanggung jawab. jadinya anak mama yang di jebak di tipu dan menikahi wanita ayah mu itu..". seru mama dewa suaranya naik seoktaf.
"apakah yang mereka katakan benar adanya??".
"apa anak bella anak ayahh??".
"apakah yang terjadi selama ini semua karna ayahh"..
mata kanza berkaca kaca. kanza mengeleng-gelengkan kepalanya. "ayahh gak mungkin lakuin itu". ucap kanza tak percaya.
"kanza.... percayalahhh, bella sendiri yang mengatakannya padaku...". ucap dewa memegang ke dua bahu kanza. kanza menepis tangan dewa dan berjalan mundur menjauh.
"bagaimana bisa ayah berbuat seperti itu". gumamnya. "di mana bella... aku ingin bertemu dengannya". ucap kanzaa.
"aku tak tauu kemana bella... dan aku tak mau mendengar tentang penipu itu lagi". tukas dewa terlihat kesal.
"laluu anaknya di mana???".;tanya kanza lagi.
"meninggal". kali ini mama dewa yang menjawab. "beberapa hari setelah anak nya meninggal... di kabur dari rumah sakitt... entah kemana perginya wanita itu". timpalnya.
"ahh anak bella meninggal". pekik kanza baru mengetahui... sehabis dia mendonorkan darahnya ke anak bella ia sudah tak tau kabar bella dan anaknya lagi.
kanza tersenyum sinis saat mendengar perkataan dewa barusan. "andai kau setia... kau takkan mungkin terpengaruh olehnya masss". sindirnya.
"andai kamu bisa menjaga tubuh dan penampilan mu.. dewa pasti takkan terpengaruh oleh rayuan dari wanita itu". sindir mama dewa. "dulu aja sebelum nikah kamunya cantik banget rajin perawatan... udah nikah baru punya anak satu badan kamu agak melar penampilan mu biasa banget lebih tepatnya kucel.. suami mana yang tahan lama lama". sambungnya.
"maa....!!". tegur dewa.
"jadi mama nyalahin aku... asal mama tauu.. aku mengubah diriku karna permintaan mas dewa sendiri... mas dewa gak mengijinkanku berpenampilan seperti dulu... dia tak mau laki laki lain melirikku. makanya aku jarang merias diri memakai baju seksi lagi. karna aku tak ingin mas dewa kecewa. tapi ternyata semua yang aku lakukan semua sia sia... aku meninggalkan dunia modelin demi anak mu.. aku mengorban kan semuanya... tapi apa yang aku dapat pengkhianatan...". tutur kanza stengah teriak. tak terima dengan apa yang di katakan mama mertuanya.
"ngapain juga kamu dengerinnya. coba aja kamu penampilan seperti ini... pasti dewa takkan tergoda". tukas mama dewa. "seorang istri itu harus berpenampilan menarik di depan suami... agar suami mu tak berpaling ke wanita lain". sambungnya.
kanza merasa sesak setiap kali mantan mama mertuanya mengeluarkan suara. ia sesekali menghela nafasnya.
"dan ingat dulu tubuh mu melarr... tak ada menarik nya lagi... mama saaja liat kamu enneg, mama kasihan dengan dewa. wajar saja dewa tergoda wanita di luar sana". sindirnya lagi.. "seharusnya kamu bersyukur anakk saya masih mau sama kamu.. ". imbuhnya.
"maa....!! cukup maa". tegur dewa dengan tegass.
kanza tersenyum sinis ke arah mantan mama mertuanya. ia sesekali menghela nafasnya ketika mama mertuanya mengeluarkan suara.
bersambung