
"sudah jangan sedih lagi". bujuk rama.
"oh ya...!!! aku sampai lupa,, bagaimana tawaranku kemarin???" tanya rama mengalihkan pembicaraan.
kanza segera mengusap air mata di pipinya dan menghela nafasnya sebelum ia berbicara. "aku datang kesini karna ingin membicarakan hal itu ke kamu kak ram". jawab kanza sedikit suara terisak-isak.
"lalu...!!".
"a-aku mau gabung lagi di kantor mu kak. aku menerima tawaran dari mu". ucap kanza.
7 tahun lalu kanza sudah bekerja sebagai model iklan di perusahaan rama yang di bidang entertaiment itu. bahkan dengan bantuan dari mendiang ibu rama lah membuat kanza bisa memasuki dunia modelin. hingga ia menjadi terkenal di masa itu. semua tak lepas dari rama dan ibunya, namun karna ia menikah muda kanza meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya.
namun saat ini kanza bertekad untuk kembali lagi. semalam ia memikirkan hal itu setelah pertengkarannya dengan dewa. ia berpikir bila suatu saat ia dan suaminya berpisah ia takkan kesulitan ekonomi dan dapat menghidupi dirinya dan anaknya nabila.
"benarkahhh???". seru rama tak percaya. "kamu menerima tawaranku??". tanya rama dengan berbinar-binar di wajahnya.
"ia kak...!!! aku sudah memikirkannya matang-matang semalam. kapan aku bisa mulai bekerja".
"secepatnya... tapi sebelumnya za,, kamu harus menandatangani kontrak dulu". ucap rama.
kanza mengangguk iya. rama pun memangil sekretaris tania dan membawakan kertas kontrak untuk di tanda tangani kanza. setelah kertas kontrak di tangannya dan akan mendatanganinya rama tiba-tiba menghentikannya.
"kamu yakin za".
"iya".
kanza yang sudah bertekad, dengan cepat menandatangani kontrak tersebut.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
2 hari kemudian.
hari ini kanza memulai untuk pemotretan menjadi model iklan sampo produk baru yang di keluarkan oleh perusahaan rama.
kanza sangat semangat sudah 3 tahun ia meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya. kini ia memulainya kembali dari awal.
rama yang berdiri tak jauh dari pemotretan, ia terus memandangi setiap pose yang di lakukan kanza.
ia terus tersenyum memandangi kanza dari jauh.
🍁🍁🍁
di apartement
"sayang...!!! kapan kamu menikahi ku. perutku semakin hari semakin membesar??". ucap bellaa.
"aku akan menikahi mu tapi hanya secara sirih". ucap dewa dengan santai.
"apaa...!!! secara siriihh". pekik bella mengeleng gelengkan kepalanya. "aku gak mau di nikah secaara siri, aku mau menikah di depan orang banyak dan keluarga besar mu". tolak bella dengan tegas.
dewa yang sedikit kesal ia berdiri dari duduknya menghampiri bella. "bagaimana bisa kita menikah di depan orang banyak. sedangkan aku masih mempunyai istri dan juga anak".
"kamu ceraikan dan tinggalkan saja dia. lagi pun aku segala-galanya di banding istri mu yang membosankan itu, dan aku pun telah mengandung anakmu aku bisa membuat mu bahagia". ucap bella dengan percaya diri.
"aku tak bisa cerai dengannya". ucap dewa pelan.
"kenapa tak bisa...??? bukan nya kamu sudah tak mencintainya. untuk apa mempertahankan istrimu yang sudah tak menarik lagi di matamu". ujar bella.
"a-aku bukan tak mencintainya bella, aku hanya bosan dengannya. aku tak bisa menceraikannya". ucap dewa dengan tegas.
"lalu bagaimana dengan ku mas,, bila kau tak menceraikannya. bagaimana status anakku ini". balas bella sambil memengang perutnya yang mulai buncit.
"sebaiknya kita nikah sirih, itu jalan satu-satunya. bila kau tak mau,, gugurkan saja anak mu itu". usul dewa.
"a apa mengugurkan nya". kaget bella. "jahat ya kamu mau mengugurkan anak mu sendiri". ucap bella kesal.
"terserah kau mau ngomong apa. aku sudah memberikan mu usul jalan terbaik untuk kita. tapi kalo kamu gak mau sebaiknya gugurkan saja anakmu itu. itu jalan terakhirnya". ucap dewa dan kemudian pergi dari kediaman bella.
"mass dewa...!! aku belum selesai bicaranya". teriak bella.
namun dewa tak menghiraukannya. ia tetap pergi dari apartement bella. ia merasa pusing dengan masalah yang di hadapinya sekarang.
...BERSAMBUNG...