
VISUAL RAMA
____________________________________________
Sepulangnya dari bali, rama tak pernah lagi mengunjungi kanza dan juga menghubunginya. kecewa.. ya pasti dirinya kecewa dengan penolakan kanza. namun ia membesar hati menghargai keputusan kanza.
sejak hari itu rama menyibukkan dirinya dalam bekerja. melupakan kejadian malam itu. jujur saja penolakan kanza langsung mematahkan hatinya. ia belum siap harus bertemu kanza dulu.
walau ia cukup tersiksa tak melihat dan bertemu wanita yang sudah lama ia cintai. perasaan yang ada dalam hatinya sangat besar... sulit baginya membuang perasaan itu. cintanya sudah tertanam kuat dari dalam hatinya.
""Aku nggak akan menyerah untuk mendapatkan cintamu. Aku nggak akan menyerah karena aku tahu cinta ku tak salah. Aku akan membuktikannya padamu." rama bertekad kembali mengejar cinta kanza.
toh kanza masih sendiri. dirinya masih memiliki peluang untuk mendapatkan cinta kanza... walau itu sangat sulit.
rama menghela nafasnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya. walau dirinya menyibukkan bekerja. ia tak pernah fokus. pikirannya hanya ke kanza.
drttt
drttt
drttt
panggilan telpon di hpnya menghentikan kembali pekerjaannya. ia melihat ke arah hpnya yang terletak di sampingnya. tertera di layar bi siti. rama mengkerutkan keningnya. saat art kanza menelponnya.
"tumben bi siti nelpon".
tanpa pikir panjang rama mengangkat telpon dari bi siti.
"halo tuan... tuan bisa kesini sekarang tuan". ucap bi siti di balik telpon. terdengar dari suaranya dia sedang panik.
"ada apa bi??". tanya rama cepat. perasaannya sudah tak enak.
"nyonya tuan nyonyaa".
"kanza kenapa bi". potong rama mulai ikutan panik.
dari kemarin soree... bibi berkali kali mengetuk pintunya nyonya tapi gak ada respon sama sekali tuan... bibi takut nyonya kenapa kenapa tuan". isak bi siti.
"saya kesana bi".
rama langsung mematikan telponnya dan bergegas pergi menuju rumah kanza. ia meninggalkan pekerjaan nya begitu saja.
setibanya di kediaman kanza. bi siti sudah menunggu nya di teras sambil mengendong nabila yang tengah menangis.
"kanza di mana bi??". tanya rama saat di depan bi siti.
"di kamarnya tuan". jawab bi siti cepat.
rama pun langsung masuk kedalam rumah mendahului bi siti. ia berlari menaiki tangga hingga dirinya sampai di depann kamar kanza
ia pun langsung mengetuk pintu kanza berkali kali. namun tak ada sahutan kanza sama sekali. rama mulai cemas.
"za...!! buka pintu nya za". panggil rama sambil mengetuk pintu dan memegang handel pintu untuk membukannya. namun kanza telah menguncinya dari dalam.
"za...!! kamu baik baik saja kan di dalam??". kali ini suara rama meninggi.
"tuan... dobrak saja pintu nya tuan.. bibi juga tadi berkali kali mengetuk pintu. nyonya gak keluar keluar". ucap bi siti yang sudah berada di samping rama.
"kenapa kanza tiba tiba begini bi??". tanya rama.
"tadi ada tamu tuan. laki laki umurnya sekitar 50 an tuan.. setelah bertemu dengan laki laki itu nyonya langsung mengurung dirinya di kamarnya tuan". jelas bi siti.
rama terdiam sejenak berpikir. "apa ayah kanza". gumamya.
kemudian rama memundurkan dirinya dan maju mendobrak pintu kamar kanza. hanya sekali pintunya langsung terbuka. ia pun langsung masuk.. matanya membulat sempurna. saat melihat kanza tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri.
"kanzaa". pekiknya.
_____________________________________________
**BERSAMBUNG.
jangan lupa tekan like and votenya yah gayssss..
terima kasihh
lanjut yahh episode 60**..