
DI RESTORAN XXX.
"bagaimana za pemotretannya, lancarkan??".
"ia kak. sangat lancar, lagi pun para kru dan fotografernya masih sama yang dulu aku jadi santai karna sudah mengenal mereka". ucap kanza sambil memakn makanan di depannya.
"bagus kalau begitu, aku jadi legaa"
kanza yang sedang makan langsung teringat dengan putrinya. baru kali ia meninggalkan anaknya di waktu yang lama. ia pun mengambil ponsel di tasnya dan menghubungi anaknya.
panggilannya pun tersambung. terlihat di layar ponsel gambar anaknya yang tengah tersenyum saat melakukann videocall.
"**mammyy..!!" teriak nabila kegirangan.
"bilaaΓ ,,, ahh mami kangennnn". kanza heboh**
rama yang sedang duduk di depan kanza memperhatikan kanza yang begitu ceria dan tertawa lepas saat berbicara dengan anaknya.
ingin rasanya aku merebutmu darinya za. aku tak mampu bila harus melihatmu menangis dan terluka karna laki-laki brengsek itu. tapi aku tak akan melakukan hal sekotor itu. ucapnya dalam hati.
"**aku lagi makan sama paman". ucap kanza memperlihatkan layar ponselnya ke rama dan memperlihatkan nabila k rama.
"pamaannn...!!! teriak nabila dengan begitu keras.
"nabilaaa....!!! balas rama yang tersenyum**.
πππππ
DI MALAM HARI
kanza baru tiba di kediamannya. seharusnya ia pulang sore,namun teman-temannya yang di kantor mengajaknya makan di restoran bintang lima untuk merayakan kembalinya kanza. kanza pun tak dapt menolak. karna ia pun sangat rindu berkumpul dengan teman-temannya.
wajah kanza terlihat bahagia. saat masuk ke dalam rumah. tiba-tiba suara dewa mengangetannya.
"dari mana saja kamu". teriak dewa.
kanza yang baru menutup pintu pun berbalik dengan memgang dadanya karna kaget. ia pun melihat dewa melangkah mendekatinya
"dari mana kamu". ucap dewa lagi.
"a-apa urusannya dengan mu". balas kanza.
kanza mengendus kesal mendengar ucapan suaminya. "oo jadi mas dewa masih nganggep aku istri yah". tekan kanza dengan suara agak tinggi. "dengan dandanan dan yang aku pakai sekarang ini. itu sudah bukan urusan mas. mas urus saja wanita simpanan mu itu'. ujar kanza, ia mencoba untuk tak menangis, walau matanya sudah memerah dan berkaca kaca.
plakkk
dewa kembali menampar pipi kanza ia merasa geram mendengar ucapan istrinya yang sudah berani menentangnya.
"kau menamparku lagi mas". teriak kanza sambil memegang pipinya yang di tampar. air matanya tak dapat di tahan nya lagi. sakit dari tamparan dari suaminya tak seberapa dengan sakit hati yang dirasakan sekarang.
"ya itu pantass untuk mu,, karna sudah bersikap kurang ajar kepada suami mu". balas dewa dangan mata menatap tajam kanza rahangnya mengerassm
"a-aku sudah tak sanggup lagi mas hidup dengan mu. sebaiknya mas ceraikan saja aku, bila mas hanya terus dan terus menyakiti aku". ucap kanza terisak isak.
plakkk
satu tamparan keras lagi dipipinya membuatnya tak dapat menahan keseimbangan tubuhnya membuatnya terjatuh di lantai. sudut bibir kanza terluka dan pipi nya semakin lebam dan bengkak.
"auuuuu".
"mas...!! lirih kanza mendongkang kepalanya dan melihat wajah suaminya yang memerah di selimuti dengan amarah.
dewa membungkuk dan mengarahkan wajahnya ke kanza tangannya menjambak rambut kanza membuat kanza meringis kesakitan di kepalanya.
"aku takkan pernah menceraikan mu kanza". gertak dewa. "aku takkan mengkasari mu seperti ini bila kau patuh dengan ku". ucapnya dan melepas tangannya di rambut kanza dengan kasar dan berlalu pergi menuju lantai atas kamarnya.
"hiksss hikssss hikssss". tangis kanza pecah ia sudah semakin tak tahan dengan sikap suaminya lagi.
"hatiku sakit masss hatiku sangat sakit mas perlakukan aku seperti ini, kemana dirimu yang dulu mas yang lembut dan perhatian dengan ku. aku sudah tak sanggup menghadapimu". gumamnya dalam hati.
kanza pun berdiri dan berjalan pincang lutut nya pun terluka terbentur lantai membuatnya kesakitan belum lagi di pipi dan sudut bibirnya yang juga terluka.
...BERSAMBUNG...
**MAAF YAH TADI ADA KALIMATNYA YANG DOBEL TAPI UDAH AKU EDIT ULANG...
PAS UP LAGI NGURUSS ANAK-ANAK JADI GITULAH. KURANG FOKUS NGETIKNYA**.