
"ada apa di sana pak??". tanya tristan yang baru saja keluar dari restoran. ia melihat di parkiran kerumunan orang dan satu mobil ambulance.
"anuh pakkk... di sana ada dua orang korban penusukan pak...". jawab orang yang di tanyanya.
karna penasaran tristan pun melangkah mendekati tempat yang di kerumuni orang orang. ia menerobos orang orang di depannya. entah kenapa ada perasaan tak enak dalam hatinya. perasaan yang menuntunnya untuk melihat korban penusukan itu.
saat di tengah tengah kerumanan. tristan menghentikan langkahnya ketika ia melihat korban penusukan berada atas tandu dan akan di masukkan ke dalam mobil ambulance.
"bukankah itu tuan rama atasan dan juga sahabat kanza". gumamnya.
ambulance lain datang ke tempat itu. mengalihkan pandangan tristan. orang orang di dalam ambulance turun dari mobil mengeluarkan tandu dan berlari ketempat korban satunya.
alangkah kaget nya tristan saat melihat orang orang yang membawa tandu tadi kembali dan di atas tandu telah ada kanza di atasnya yang tak sadarkan diri.
"kanza". lirihnya.
hatinya seakan akan teriris iris saat melihat begitu banyak darah segar di bagian perutnya.
tristan kembali menerobos orang orang di depnnya dan mendekati kanza.
"kanzaa.... apa yang terjadi pada mu... kenapa kau terluka seperti ini". ucap tristan berhasil mengengam tangan kanza saat kanza akan di masukkan ke dalam ambulance.
"maaf tuan... wanita ini harus segera di bawa ke rumah sakit". ucap sopir ambulance.
"bisa saya menemani nya pak". tristan menawarkan diri.
"silahkan tuan".
setelah mendapatkan ijin tristan pun masuk ke dalam ambulance menemani kanza yang di penuhi darah di tubuhnya.
tangannya terus mengengam erat tangan kanza. ia tak memperdulikan darah kanza mengotori tangannya.
.......
30 menit kemudian
mobil ambulance pun tiba di rumah sakit. dengan cepat kanza di turun kan dari ambulance dan tubuhnya di pindahkan di atas bangkar. tristan terus mengikutinya. tangannya terus mengengam tangan kanza.
dari jauh tristan melihat rama sudah ada di atas bangkar dan telah di dorong masuk oleh beberapa perawat ke ruang ugd. keadaan rama tak jauh beda dengan kanza alami.
bangkar kanza pun di dorong masuk oleh beberapa perawat. sampai akhirnya tiba di depan pintu ugd. tristan di tahan oleh perawat agar tak masuk. dengan terpaksa tristan melepas tangan kanza.
"tolong...!!! selamatkan mereka". ucap tristan sebelum perawat masuk ke dalam.
......
sudah 1 jam tristan menunggu di depan ruang ugd. ia terus berjalan mondar mandir di depan pintu ugd menunggu dokter keluar.
ceklek
satu perawat keluar dari ruang ugd. dengan cepat tristan menghampirinya.
"bagaimana keadaan mereka??". tanyanya dengan cepat.
"ke dua pasien kritis tuan... mereka harus segera di oprasi...". jawab perawat.
"lakukan... lakukan yang terbaik untuk mereka...".
.........
...BERSAMBUNG...