BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 92 # TANPA JUDUL


...JANGAN LUPA...


...TEKAN LIKE...


...DAN...


...BAGI VOTENYA...


.........


setelah pertemuannya dengan rama, kanza tetap kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya. namun dirinya tidak pernah fokus, air matanya terus saja menetes, hatinya seakan di remas. kanza belum mencintai rama, namun dirinya sangat kecewa. ia hampir saja membuka hatinya untuk rama.


kata kata indah yang rama ucapkan dulu, terngiang ngiang dalam pikirannya. ia mengingat kataa kata rama saat di bali dulu.


“*Setelah sekian lama, saat inilah waktu yang paling aku tunggu, yaitu saat yang tepat untuk mengutarakan perasaan dan isi hati ini. Aku ingin mengungkapkan sebuah hal yang tak sanggup lagi aku pendam lebih lama. Aku mencintaimu?”


“Aku harap ini tidak terlalu cepat dan mengejutkanmu. Saat ini aku ingin mengungkapkan perasaanku yang paling dalam kepadamu. Setelah sekian lama bersama, aku ingin kita tak hanya sekedar sebagai teman, akan tetapi kita berdua menjadi sepasang kekasih*".


"cinta....?? apakah cinta hanya menyakiti..."


"aku akan selalu berusaha membuat mu bahagia zaa...!! takkan aku biarkan kau meneteskan air mata lagi... tak aku biar kan kau menangis lagi".


kanza menutup wajahnya dengan ke dua dan kemudian menangis. seakan akan dirinya ingin teriak sekencang kecangnya. meluapkan rasa sakit di hatinya.


tanpa di sadari tistan keluar dari ruangannya. tristan kaget melihat kanza yang sedang menangis. tristan langsung menghampiri kanza..


"kanza apa yang terjadi padamu, kenapa kau menangis??." tanya tristan kawatir. melihat kedatangan tristan, segera kanza mengusap air matanya di pipinya,.


"tristan..." lirih kanza menatap tristan dengan matanya yang sembab dan bengkak. "a-aku tidak apa apa tristan." elak kanza terisak isak.


"baik baik apa nya kanza... ayo cerita lah pada ku." tristan merasakan nyeri di dalam hatinya ketika melihat kanza menangis. "siapa yang sudah membuat mu menangis seperti ini kanza, katakan pada ku."


kanza menundukkan kepalanya, matanya terpejam sejenak, menghela nafasnya dengan kasar. "ta tadi kak rama menemui ku tristan aku bertemu dengannya."


tristan mengendus kesal tangannya tergepal menahan amarahnya.


"kita keruangan ku saja kanza..." ajak tristan, kanza menjawab anggukkan dan kemudian berdiri mengikuti langkah tristan menuju ruangannya.


kanza dan tristan duduk di sebuah sofa, kanza menceritakan semua yang terjadi di cafe.


"apa aku tidak pantas bahagia oleh cinta tristan, mengapa aku selalu tersakiti oleh cinta." tangis kanza kembali pecah. tristan membawa kanza kedalam pelukannya. tangannya mengusap punggung kanza. "mengapa kak rama melakukan hal itu padaku."


"kanza... apa kau mencintai rama?." tanya tristan setelah kanza sudah mulai tenang. ia membiarkan kanza menangis dulu.


kanza mengeleng gelengkan kepalanya. "entah tristannn... aku mencintainya atau tidak, saat aku menerima cinta nya aku mencoba membuka hati ku padanya... aku kecewa, saat aku mulai membuka hatiku padanya dia malah mengkhianatiku.."


"sudahlah kanza, jangan menangisinya lagi... dia tidak pantas kau tangisi dan juga tidak pantas mendapatkan cintamu." tangan tristan mengengam tangan kanza.


.........


1 minggu kemudian.


kanza sudah kembali ceria, di tambah dengan adanya tristan yang terus menyemangatinya. membuatnya kembli semangat dan sedikit demi sedikit melupakan rasa sakit di hatinya


hari minggu kanza menghabiskan waktunya di rumah bermain dengan putrinya nabila.


kanza memberikan air putih ke nabila. kanza mengusap keringat di jidat nabila yang sementara minum.


tiba tiba bi siti datang.


"maaf nyonya, ada tuan tristan di luar." ucapnya.


"tristan..." gumam kanza.


"paman anteng datang bi.." heboh nabila kegirangan, nabila memberikan gelas minum ke maminya dan kemudian berlari keluar ke tristan.


"paman antengg...!!" teriak nabila saat sampai di ruang tamu. tristan yang sementara duduk di sofa berdiri, dan langsung berlari dan mengendong nabila.


"heyyy...!! anak maniss... paman bawain bila mainan." tristan menunjuk 3 paper bag yang berisi kan mainan.


"mainan...!!". heboh nabila. "makacihh paman." nabila mengecup pipi tristan.


"tristan, kamu kok bawain bila mainan begitu banyak nya sihh... gak usah repot repotlah." ucap kanza yang baru datang.


"gak repot sama sekali kok...".


"paman turunin bila dulu, bila mau liat mainan bila." pinta nabila. tristan mencium pipi nabila dulu dan kemudian menurunkannya.


"kita ke taman belakang aja yuk tristan." ajak kanza. tristann mengangguk. "bila mainnya di belakang yah." nabila mengangguk.


"mi bawain mainannya."


"sini biar paman yang membawanya." tristan mengambil 3 paper bag.


"aku aja tristan." kanza mencoba mengambil paper bg di tangan tristan, namun tristan menolak.


"biar aku saja."


........................**BERSAMBUNG.....................


*


*


*


*


*


visual sih imut nabila azkiana dewa**