
di pagi hari
kanza tetap berada di kamar putrinya ia tak ingin mekakukan apa-apa tak seperti hari-hari kemarin ia termenung menatap wajahnya di cermin.
sekilas ia mengingat perkataan selingkuhan suaminya. "kamu bosan denganku mas. apa aku sudah tak menarik lagi dan cantik lagi". gumam kanza.
"miii...!!" panggil nabila yang baru bangun tidur.
kanza pun menghampiri putrinya. "bila udah bangun sayang". ucap kanza tersenyum menutupi kesedihannya.
"mi.... bila pengen cucuuu ama aci goyeng". pinta nabila.
"anak mami mau susu dan nasi goreng... ya sudah mami buatkan, ayo putri mami bangun dulu trus cuci muka lalu kita kedapur masak". ucap kanza.
"yeahhhh". nabila kegirangan.
kanza dan nabila yang sedang di gendongnya berjalan menuju dapur saat melewati ruang makan ada sosok dewa di sana yang sedang duduk sarapan.
tumben jam segini masih di rumah. batin kanza.
nabila yang biasanya akan teriak kegirangan bila melihat papinya itu. namun kali ini nabila hanya diam tak ingin melihat papinya itu. entah mengapa sejak hari itu saat dewa mengabaikan putrinya. nabila tak pernah menanyakan papinya lagi.
"nabila sayang, sini ke papi".;panggil dewa.
hal yang tak terduga balita yang baru 2 tahun itu mengeleng-gelengkan kepalanya dan tak mau kepapinya bila mempererat pelukannya di maminya dan menutup muka nya dengan pundak maminya.
kamu lihat mass... putri mu juga terluka karna mu. gumam kanza.
kanza melanjutkan berjalan menuju dapur. sesampainya di dapur kanza meletakkan nabila di kursi yang di dapur itu juga punya meja makan khusus pembantunya.
"bila duduk di sini yah, mami masak dulu".
nabila mengangguk iya. kanza pun membuatkan putrinya susu terlebih dahulu. kanza meletakkan segelas susu putih di depan putrinya.
"bila minum susu dulu yah sayang sebentar lagi nasi goreng jadi ".
"ia mi". jawab nabila.
yang meminum susunya itu. kanza melanjutkan memasak. dewa pun masuk kedapur dan duduk di samping nabila.
"anak papi lagi minum susuuu. pintar nya". puji dewa basa basi.
nabila tak merespon dan mengabaikan papinya. "nabila mau ke mall... bila bisa bermain sepuasnya di sana". bujuk dewa.
nabila menoleh ke papinya. wajahnya terlihat bahagia. " mall mauuu". ucap nabila.
"nanti mami bila akan ke mall sama papi". ucap dewa.
"horeeeeee". teriak nabila kegirangan.
kanza meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan nabila.
tak menjawab kanza mengambilkan untuk suaminya dan meletakkan nya di hadapan suaminya.
"kopi ku mana sayang".
...dia betul-betul ingin memancing amarahku seakan-akan tak terjadi apa-apa di antara kita. batin kanza....
kanza menghela nafasnya dengan kasar membuatkan kopi untuknya. karna di ruangan makan tadi suaminya hanya meminum air mineral dan roti tawar di olesi selai. kanza meletakkan kopi di meja dan kemudian menghampiri putrinya
"sayang...!! habiskan susu dan makananmu yah, mami pergi mandi dulu, nanti bi siti yang memandikan bila yah". ucap kanza.
"ya mi". jawab nabila yang masih sibuk makan.
kanza pun pergi menuju kamarnya dan dewa ia masuk kedalam kamar mandi untuk memanjakan dirinya hampir sejam ia berada di kamar mandi.
"okey bila kau sudah bosan padaku dan dengan muda kau mengkhianati pernikahan kita. aku akan berusaha tak peduli lagi padamu, aku tak ingin seperti ibu yang lemah harus menderita hingga di akhir hidupnya yang selalu mengalah dan bersabar saat ayah poligami. dan tak peduli lagi pada kami". gumam kanza.
kanza memakai jubah mandinya dan keluar dari kamar mandi. saat di kamar ia mendapati dewa sedang duduk di sofa. ia memalingkan wajahnya dan masuk ke dalam ruang ganti mengabaikan suaminya. saat ia memakai pakaiannya dewa menerobos masuk membuat kanza kaget akan hal itu.
"maaf, maafkan aku sayang". ucap dewa.
kanza tetap diam dan melanjutkan memakai pakaiannya.
drtttt drttttt
ponsel kanza bunyi menandakan ada panggilan masuk. kanza keluar dari ruang ganti di ekori dewa dibelakangnya dan mengambil hp nya di atas meja riasnya.
teertera nama rama di layarnya.
"rama". ucap kanza pelan.
namun tetap terdengar oleh dewa. kanza mengangkat telpon dari rama.
"halo kak rama ada apa? tumben kamu nelpon.
..."aku ingin mengajak mu besok makan siang bersama apa kamu bisa". ...
kanza berpikir sejenak.
"yahhh".
"okey kanza, aku menunggu besok di restoran xxxx. jangan lupa bawa nabila yah.
"siap bosss".
panggilan berakhir.
"kenapa rama menelpon mu apa kalian selingkuh??". tanya dewa.
kanza mengedus kesal menatap tajam dewa. "aku tak seperti kamu mas yang dengan mudanya mengkhianati rumah tangga kita dan menghancurkan semuanya". geram kanza.