
setelah merasa tenang kanza melepas dirinya dari pelukann rama. yang langsung membuatnya tak enak hati.
"maaf kak rama". lirih kanza.
"kenapa kamu minta maaf za. aku senang saat kamu sedih aku selalu ada untuk menenangkan mu". bujuk rama
kanza pun tersenyum ia merasa beruntung memiliki sahabat yang selalu ada di saat ia terpuruk. rama adalah anak dari sahabat almh ibunya, dri kecil ibu rama sering mengunjunginya dirumah saat ayah nya meninggalkannya rama dan ibunya selalu ada menolongnya. dan memberinya semangat. sejak saat itu rama dan kanza menjadi dekat. saat ini ibu rama juga sudah meninggal saat umur rama berusia 20 tahun karna penyakit jantung yang di deritanya membuat kanza sangat terpukul. karna ibu rama sudah di anggap ibu kandungnya sendiri.
"makasih ya kak, kak rama selalu ada di saat aku bersedih". ucap kanza sendu.
rama menghela nafasnya dengan kasar dann tersenyum. "iya za. udah dong jangan nangis lagi". bujuk rama. "oh ya bagaimna dengan tawaran aku, kamu mau gak. kalo soal suami kamu, kamu gak usah meminta izin darinya. kamu lakukan apa yang kamu ingin kan selagi itu masih di jalan kebaikan". tawar rama.
kanza berpikir sejenak..
"mmmhhh boleh gak aku minta sehari aja buat mikir". balas kanza.
di jawab anggukan oleh rama. saat mereka berbincang-bincang terdengar suara tangisan nabila. perhatian mereka teralih kepada nabila yang tak tak jauh dri mereka yang sedang terjatuh ditanah sambil memegang lututnya yang terluka.
"astaga...!! bila". pekik kanza yang langsung bediri menghampiri anaknya di susul rama.
"bila kenapaaa nakk??". tanya kanza panik.
"miii akitttt mi hiksss hisk". jawab nabila memperlihatkan lututnya yang luka dan menangis kencang.
tanpa perintah rama maju dan mengendong nabila. "sebaiknya bila bawa ke dokter takut luka nya infeksi". ujar rama.
"ia kak...!!". jawab kanza cepat.
-🍁🍁🍁🍁
di rumah sakit.
kanza dan rama membawa nabila ke dokter anak.
"bagaimana anak saya dok??". tanya kanza saat berada di ruang dokter.
kanza pun berdiri dan masuk di salah satu ruangan yang di tempati anaknya yang di temani oleh rama. kanza langsung memeluk anaknya dan menangis.
"maafinn mami ya sayang". ucap kanza merasa bersalah.
"sudah lah kanza, jangan menyalahkan dirimu. ini semua musibah". ucap rama.
kanza dan rama memutuskan untuk pulang setelah mendapatkan ijin dri dokter. saat keluar dari ruang kanza tanpa sengaja melihat suaminya bersama bella yang bergandeng tangan.
dan memasuki ruangan dokter kandungan.
"mas dewa". lirih kanza.
rama yang mengendong nabila dan sempat sibuk mengajak nabila berbicara yang sudah mulai akrab dengannya. saat kanza menyebut nama suaminya tatapan nya beralih kerarah yang di lihat kanza.
siaalan!!! kenapa mereka disini. memperlihatkan semua ini di depan mata za. batin rama merasa geram.
"kak rama kenapa mereka kedokter kandungan, apa wanita itu hamil?". tanya kanza dengan bibir bergetar menahan untuk tak menangis. namun semua sia sia ia tak dapat menahan air matanya tak jatuh.
"sebaiknya kita pulang saja za". ajak rama menarik tangan kanza, kanza pun menurut dan keluar dari rumah sakit dan ikut ke dalam mobil rama.
rama menaruh tubuh nabila di belakang yang tertidur saat di gendongnya. dan ia pun masuk ke dalam mobil. duduk di samping kanza. rama melirik kanza yang sangat terlihat ia tengah bersedih dan syok dengan apa yang di lihat tadi.
mas...!! kenapa kamu begitu menyakiti ku, apa salahku, apa yang kurang dariku. hingga kau memperlakukan ku seprti ini. sungguh ini sangat menyakitkanku. batin kanza.
"zaa..!!" panggil rama.
"kak...!! antar saja aku di taman kota mobilku ada disana". ucap kanza tanpa menoleh kerama.
"aku lansung antar kamu pulang saja za...!! soal mobil mu, nanti aku akan menyuruh orang mengambilnya". ujar rama.
di jawab anggukkan oleh kanza.
...BERSAMBUNG...